TNI salurkan bantuan sosial kepada masyarakat perbatasan di Kaltara

TNI Salurkan Bantuan Sosial kepada Masyarakat Perbatasan di Kaltara

TNI salurkan bantuan sosial kepada masyarakat perbatasan di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan warga di kawasan perbatasan. Sebanyak 1.800 paket bantuan berhasil didistribusikan kepada penduduk yang tinggal di wilayah perbatasan Republik Indonesia dengan Malaysia. Penyaluran ini dilaksanakan melalui program pembinaan teritorial yang dikelola oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0910/Malinau.

Komandan Kodim 0910/Malinau, Letkol Inf Mochammad Syaiful Arif, menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara bertahap. Hal ini bertujuan agar jangkauan bantuan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di desa-desa terpencil maupun di kawasan perbatasan. Program ini juga merupakan bagian dari inisiatif Pembinaan Masyarakat Perbatasan Wilayah Nasional (Binkattaswilnas) yang diselenggarakan oleh Staf Teritorial TNI.

“Bantuan sosial itu merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Sebanyak 1.800 paket disalurkan secara bertahap agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk di desa-desa dan wilayah perbatasan,” ujar Dandim Malinau di Malinau, Kamis.

Peran TNI dalam Memperkuat Kehadiran Negara di Perbatasan

Wakil Bupati Malinau, Jakaria, menekankan bahwa pemberian bantuan sosial oleh TNI merupakan salah satu indikator kuatnya kehadiran negara di kawasan perbatasan RI-Malaysia. Ia menyatakan bahwa program ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga aktif membantu masyarakat melalui Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas).

“Ini wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan. Pemkab Malinau apresiasi atas upaya TNI yang selama ini tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga aktif membantu dan mendampingi masyarakat melalui Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas),” kata Jakaria.

Menurut Wabup Jakaria, Kabupaten Malinau memiliki garis perbatasan sepanjang kurang lebih 504 kilometer yang berbatasan langsung dengan wilayah Sarawak, Malaysia. Kawasan perbatasan tersebut mencakup empat kecamatan dan dihuni oleh masyarakat yang membutuhkan perhatian serta kehadiran negara secara berkelanjutan. Selain menjaga kedaulatan wilayah, TNI juga berperan memberikan edukasi, motivasi, serta membangun semangat masyarakat agar tetap merasa diperhatikan oleh negara.

Fokus Pemberdayaan Masyarakat Perbatasan

Perwira Pembantu Utama (Paban) VI/Pembinaan Wilayah Nasional Staf Teritorial TNI, Kolonel Laut Agus Izudin, menjelaskan bahwa bantuan sosial Binkattaswilnas TNI Tahun 2026 difokuskan pada pemberdayaan masyarakat di daerah perbatasan. Sebanyak 1.800 paket bantuan berupa sembako telah disiapkan dan didistribusikan kepada masyarakat melalui Kodim dan Satgas Pamtas yang bertugas di wilayah masing-masing.

“TNI telah menyiapkan sebanyak 1.800 paket bantuan sosial berupa sembako yang didistribusikan kepada masyarakat melalui Kodim dan Satgas Pamtas yang bertugas di wilayah masing-masing,” katanya.

Kolonel Laut Agus menegaskan bahwa kehadiran TNI di wilayah perbatasan tidak hanya untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai garda terdepan bangsa. Ia menambahkan bahwa wilayah perbatasan menjadi perhatian khusus bagi TNI. Selain menjaga keamanan, TNI juga ingin hadir melalui program pemberdayaan masyarakat agar kehidupan warga semakin baik.

“Wilayah perbatasan menjadi perhatian kami. Selain menjaga keamanan, TNI juga ingin hadir melalui program pemberdayaan masyarakat agar kehidupan warga semakin baik,” ujarnya.

Dalam rangka program Binkattaswilnas Ster TNI Tahun 2026, TNI melalui Kodim 0910/Malinau juga menggelar pelepasan kendaraan pengangkut 1.800 paket bantuan sosial. Acara tersebut berlangsung di halaman Kodim 0910/Malinau pada hari Kamis. Program ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat di kawasan perbatasan Kalimantan Utara.