Pelatih panjat tebing sebut alasan kirim satu atlet ke Italia
Keputusan Strategis PSSI Panjat Tebing: Hanya Satu Atlet Speed ke Italia
Pelatih panjat tebing sebut alasan kirim – Jakarta, Indonesia — Pelatih panjat tebing sebut alasan kirim satu atlet dalam nomor disiplin speed ke ajang bergengsi World Climbing Youth Championship di Italia. Keputusan ini diumumkan oleh pelatih tim nasional panjat tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, pada hari Kamis di Jakarta. Pengumuman tersebut merupakan hasil dari evaluasi teknis yang komprehensif serta pertimbangan efisiensi anggaran yang matang. Langkah ini menunjukkan pendekatan strategis dalam mempersiapkan atlet muda untuk kompetisi internasional.
Proses Seleksi dan Pertimbangan Teknis
Menurut Galar, proses seleksi yang dilakukan selama periode latihan menghasilkan keputusan final untuk hanya mengutus Haddan Malik Baqmuhyibar sebagai perwakilan Indonesia dalam nomor speed. Keputusan ini tidak diambil secara sembarangan, melainkan melalui penilaian menyeluruh terhadap performa para atlet remaja yang masuk dalam skuad pelatnas. Faktor-faktor seperti konsistensi latihan, pengalaman kompetisi, dan potensi perkembangan menjadi pertimbangan utama.
“Jadi berdasarkan hasil penilaian selama latihan diputuskan hanya Haddan yang berangkat,” kata Galar saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Saat ini, skuad pelatnas untuk nomor speed terdiri dari dua atlet remaja, yaitu Haddan Malik Baqmuhyibar dan Naura Jasmine. Meskipun Naura juga merupakan atlet yang potensial, keputusan untuk hanya mengirim Haddan didasarkan pada berbagai faktor teknis dan pengalaman kompetisi yang telah dimiliki. Hal ini sejalan dengan apa yang pelatih panjat tebing sebut alasan dalam pengumuman resmi tersebut.
Strategi Pengiriman Atlet untuk Berbagai Disiplin
Haddan menjelaskan bahwa alasan yang sama juga menjadi dasar bagi disiplin lead dan boulder untuk hanya mengirim satu atlet masing-masing. Hal ini menunjukkan adanya strategi yang konsisten dalam pengiriman atlet ke kejuaraan internasional tersebut. Pendekatan ini memungkinkan atlet fokus dan memberikan performa terbaik tanpa beban tambahan.
“Makanya total dua atlet putra yang dikirim ke Italia yakni Haddan dan Ardana Cikal Damarwulan guna mengikuti disiplin lead dan boulder,” ujar dia.
Galar menambahkan bahwa Haddan akan berkompetisi dalam kategori U19 untuk nomor speed individu putra. Sementara itu, Cikal akan mengikuti kategori U17 dalam nomor lead individu putra serta boulder individu putra. Perbedaan kategori ini mencerminkan usia dan pengalaman masing-masing atlet dalam kompetisi internasional. Pelatih panjat tebing sebut alasan bahwa pembagian ini optimal untuk pengembangan atlet.
Detail Kejuaraan dan Venue
Keputusan pengiriman atlet ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) dengan tim pelatih. Kejuaraan dunia remaja tersebut diselenggarakan oleh World Climbing, organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC). Event ini menjadi salah satu kompetisi paling bergengsi bagi atlet muda dunia.
Kejuaraan ini akan diadakan di Stadion Rock Master Climbing, Arco, Italia, pada tanggal 18 hingga 25 Juli 2026. Ajang ini akan mempertemukan atlet-atlet muda terbaik dari berbagai negara dalam tiga disiplin utama, yaitu speed, lead, dan boulder. Venue yang dipilih memiliki fasilitas modern untuk mendukung performa atlet.
Pentingnya Pengalaman Internasional
Keikutsertaan kedua atlet Indonesia dalam kejuaraan ini merupakan upaya strategis untuk memberikan pengalaman bertanding di tingkat dunia bagi atlet muda Indonesia. Selain itu, ajang ini juga berfungsi sebagai sarana untuk mengukur kemampuan mereka dalam menghadapi persaingan internasional yang semakin ketat. Pelatih panjat tebing sebut alasan bahwa pengalaman ini krusial untuk persiapan menuju level senior.
Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu kompetisi pembinaan paling bergengsi dalam kalender panjat tebing internasional. Bagi atlet muda, ini merupakan arena penting untuk mengasah pengalaman menuju kejuaraan senior di masa depan. Setiap pertandingan menjadi pembelajaran berharga untuk pengembangan karir mereka.
Profil Atlet yang Terkirim
Haddan Malik Baqmuhyibar merupakan pemanjat muda andalan Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Prestasi gemilangnya meliputi perolehan medali emas kategori U17 nomor speed individu putra dalam IFSC Youth Asian Championship 2025 yang diselenggarakan di Guiyang, China. Pencapaian ini membuktikan kemampuannya di tingkat regional maupun internasional.
Sedangkan Ardana Cikal Damarwulan juga memiliki prestasi membanggakan sebagai peraih medali emas nomor lead putra dalam SEA Games 2025 yang diselenggarakan di Thailand pada bulan Desember. Kedua atlet ini membawa harapan besar untuk Indonesia dalam kejuaraan mendatang. Dengan dukungan penuh dari pelatih panjat tebing sebut alasan, mereka siap menghadapi tantangan di Italia.
Perjalanan Menuju Italia
PP FPTI mengonfirmasi bahwa kedua atlet telah berangkat menuju Italia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, pada hari Kamis. Mereka ditemani oleh tim pelatih yang akan mendampingi mereka selama kompetisi berlangsung. Kehadiran tim pelatih ini diharapkan dapat memberikan dukungan teknis dan moral bagi para atlet selama bertanding di tanah Italia. Perjalanan ini menandai awal dari misi penting bagi panjat tebing Indonesia.
