Bulog Sumut salurkan 604 ton jagung SPHP upaya stabilisasi harga
Bulog Sumut salurkan 604 ton jagung dalam upaya stabilisasi harga pangan
Indocrowdfunding.com – Medan — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmen dalam menjaga stabilitas harga pangan melalui penyaluran 604 ton jagung pipil kepada para peternak ayam petelur. Program ini merupakan bagian integral dari Strategi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP yang telah dijalankan secara konsisten. Langkah ini diharapkan dapat memastikan ketersediaan pakan ternak yang memadai sekaligus menstabilkan harga telur di pasar lokal Sumatera Utara.
Budi Cahyanto, Kepala Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, menjelaskan bahwa penyaluran 604 ton jagung tersebut mewakili sekitar 54,12 persen dari total target program, yaitu 1.116 ton. Periode penyaluran berlangsung mulai Mei hingga 21 Juli 2026. Informasi ini disampaikan di Medan pada hari Rabu, mengonfirmasi bahwa progres pencapaian target program SPHP di wilayah Sumatera Utara berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
Fokus pada Peternak Skala Kecil dan Menengah
Menurut penjelasan Budi Cahyanto, jagung SPHP yang disalurkan difokuskan kepada peternak ayam petelur dengan skala usaha kecil hingga menengah. Wilayah penerima manfaat mencakup Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, serta Kota Binjai. Penyaluran dilakukan secara bertahap kepada para peternak yang telah ditetapkan dalam program ini. Langkah bertahap ini merupakan upaya untuk menjaga ketersediaan pakan secara berkelanjutan dan menstabilkan harga pangan di tingkat konsumen.
“Untuk itu, kami mengimbau jika stok pakan ayam petelur itu habis agar segera mengambil jagung SPHP yang ada di Gudang Bulog tersebut,” ucapnya.
Imbauan tersebut diberikan agar para peternak tidak mengalami kelangkaan pakan yang dapat berdampak pada produksi telur. Dengan adanya cadangan jagung di gudang Bulog, peternak dapat memastikan kelancaran operasional usaha mereka tanpa gangguan signifikan. Hal ini juga membantu mengurangi beban biaya produksi yang sering kali fluktuatif.
Penyerapan Jagung dari Petani Lokal Meningkat
Selain menyalurkan jagung kepada peternak, Bulog Sumut juga aktif melakukan penyerapan jagung dari petani di sejumlah daerah. Kegiatan penyerapan ini secara otomatis menambah jumlah stok di gudang-gudang Bulog. Saat ini, realisasi penyerapan jagung SPHP telah mencapai 3.635 ton. Angka ini diprediksi akan terus bertambah pada bulan Agustus, mengingat sejumlah daerah di Sumatera Utara telah memasuki masa panen.
“Saat ini, realisasi penyerapan kami sudah mencapai 3.635 ton jagung SPHP, dan diprediksikan akan bertambah pada Agustus, karena sejumlah daerah sudah masa panen seperti di Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi,” ucapnya.
Kabupaten Karo dan Kabupaten Dairi menjadi salah satu wilayah yang berkontribusi signifikan dalam penambahan stok jagung. Hal ini sejalan dengan musim panen yang terjadi di kedua kabupaten tersebut, sehingga pasokan jagung dari petani meningkat drastis. Peningkatan pasokan ini juga memberikan keuntungan bagi petani dalam hal pendapatan.
Optimalisasi melalui Kolaborasi Multipihak
Untuk mengoptimalkan proses penyerapan jagung, Bulog Sumut melakukan berbagai langkah strategis. Sosialisasi intensif dilakukan untuk meningkatkan pemahaman petani tentang program SPHP. Selain itu, kerja sama diperkuat dengan berbagai pihak, termasuk gabungan kelompok tani (Gapoktan), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan pemerintah daerah. Kolaborasi multipihak ini diharapkan dapat memperlancar distribusi jagung dari petani ke gudang Bulog.
Bulog telah menetapkan harga pembelian jagung sebesar Rp5.500 per kilogram di tingkat petani. Harga ini berlaku untuk pengadaan jagung dalam negeri dengan spesifikasi kadar air antara 18 hingga 20 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb. Penetapan harga ini bertujuan untuk memberikan kepastian pendapatan bagi petani sekaligus memastikan kualitas jagung yang masuk ke dalam program SPHP.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Bulog Sumut berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga pangan, khususnya telur, melalui program SPHP. Penyaluran 604 ton jagung pipil ini merupakan salah satu wujud nyata kontribusi Bulog dalam mendukung ketahanan pangan nasional di Sumatera Utara. Program ini juga memberikan manfaat ganda bagi petani dan peternak.
