Menhut kerahkan 5.000 ASN tangani Karhutla
Daftar Isi
Menhut Kerahkan 5 000 ASN Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan di Enam Provinsi
Indocrowdfunding.com – Kementerian Kehutanan di bawah komando Menteri Kehutanan Raja Antoni resmi mengerahkan 5.000 ASN untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di enam provinsi prioritas. Langkah Menhut kerahkan 5 000 ASN tangani Karhutla ini merupakan respons langsung atas instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta percepatan pengendalian kebakaran di wilayah-wilayah terdampak. Raja Antoni menyampaikan keputusan tersebut saat meninjau lokasi kebakaran di Rasua Jaya, Kalimantan Barat, pada Senin.
“Saya hadir di Kalimantan Barat hari ini diminta oleh Pak Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan apa yang menjadi perintah beliau berjalan dengan baik. Untuk mengatasi Karhutla kita mengerahkan 5.000 ASN Kemenhut,” ujar Raja Antoni di hadapan awak media.
Distribusi Personel dan Penempatan Pejabat Eselon I
Dari total 5.000 ASN yang disiapkan, sekitar 2.200 personel akan ditempatkan di tiga provinsi Kalimantan yang menjadi episentrum kebakaran. Sementara itu, khusus untuk Kalimantan Barat, Kementerian Kehutanan mengalokasikan 700 ASN yang ditarik dari daerah-daerah dengan tingkat dampak karhutla relatif rendah. Penarikan lintas wilayah ini bertujuan memastikan daerah yang sedang dilanda kebakaran mendapat dukungan personel tambahan secara cepat.
Di samping penambahan jumlah personel, Kementerian Kehutanan juga menempatkan pejabat eselon I untuk berkantor langsung di enam provinsi prioritas, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi. Penempatan pejabat tingkat tinggi di lapangan dimaksudkan agar pengambilan keputusan dapat dilakukan secara real-time tanpa harus menunggu koordinasi dari pusat. Raja Antoni menegaskan bahwa dinamika hotspot menuntut respons yang cepat dan adaptif terhadap kondisi lapangan.
Sinergi Lintas Lembaga dan Perkembangan Data Hotspot
Raja Antoni memberikan apresiasi terhadap kerja sama antara TNI, Polri, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, serta unsur-unsur lainnya dalam pengendalian kebakaran, baik melalui operasi darat maupun udara. Ia menekankan bahwa keberhasilan penanganan tidak bergantung pada satu lembaga saja, melainkan pada koordinasi seluruh pihak yang terlibat.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, TNI, Polri, di darat maupun di udara, termasuk teman-teman Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang berjuang tanpa lelah,” katanya.
Berdasarkan data per malam 23 Agustus 2026, jumlah hotspot di Kalimantan Barat tercatat tersisa 28 titik. Meskipun angka tersebut menunjukkan penurunan, Raja Antoni mengingatkan bahwa kondisi karhutla bersifat sangat dinamis dan angka tersebut dapat berubah sewaktu-waktu seiring perkembangan cuaca serta aktivitas di lapangan. Oleh karena itu, Menhut kerahkan 5 000 ASN tangani Karhutla bukan sekadar langkah satu kali, melainkan komitmen berkelanjutan selama ancaman kebakaran masih ada.
FAQ: Penanganan Karhutla oleh Kementerian Kehutanan
Berapa jumlah ASN yang dikerahkan untuk penanganan Karhutla? Kementerian Kehutanan menyiapkan total 5.000 ASN yang akan diperbantukan ke enam provinsi prioritas. Sekitar 2.200 personel di antaranya ditempatkan di tiga provinsi Kalimantan, sementara 700 ASN dialokasikan khusus untuk Kalimantan Barat.
Provinsi mana saja yang menjadi prioritas penempatan personel? Enam provinsi yang ditetapkan sebagai prioritas adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi. Penempatan ini juga disertai penugasan pejabat eselon I untuk memastikan koordinasi tingkat tinggi di lapangan.
Bagaimana mekanisme penarikan ASN dari daerah yang tidak terdampak? ASN yang ditarik berasal dari wilayah dengan kondisi karhutla relatif rendah sehingga tidak mengganggu operasional di daerah asal. Mereka kemudian dikirim ke provinsi yang sedang mengalami tekanan kebakaran tinggi untuk memperkuat kapasitas penanganan secara darurat.
Siapa yang memerintahkan pengerahan 5.000 ASN ini? Instruksi datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Menteri Kehutanan Raja Antoni menegaskan bahwa kehadirannya di Kalimantan Barat merupakan pelaksanaan perintah presiden untuk memastikan penanganan Karhutla berjalan optimal di lapangan.