Rilis Pers

Tolak Eksploitasi Anak, RedDoorz Gandeng ECPAT dan Bergabung dengan The Code untuk Perkuat Perlindungan Anak

Logo-cision_3
Foto : Jessica Jones - indocrowdfunding.com
Daftar Isi
  1. RedDoorz Perluas Komitmen Perlindungan Anak di Jaringan Akomodasi Asia Tenggara
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

RedDoorz Perluas Komitmen Perlindungan Anak di Jaringan Akomodasi Asia Tenggara

Indocrowdfunding.com – Perlindungan anak kini menjadi salah satu fokus utama dalam pengelolaan keamanan di sektor akomodasi. RedDoorz memperkuat komitmen tersebut melalui kemitraan dengan ECPAT, jaringan global yang bergerak untuk mengakhiri eksploitasi dan kekerasan seksual terhadap anak.

Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pencegahan di seluruh jaringan properti RedDoorz, sekaligus meningkatkan keamanan bagi para tamu. Perusahaan mengoperasikan lebih dari 4.000 properti melalui sejumlah merek, yakni RedDoorz, SANS, Urbanview, Sunerra, dan The Lavana.

Di dalam jaringan tersebut, RedDoorz menetapkan sikap tanpa toleransi terhadap eksploitasi seksual anak, perdagangan manusia, maupun praktik prostitusi. Pendekatan itu menjadi bagian dari visi perusahaan, Safe Stay for All Guests, yang menempatkan keselamatan tamu dan perlindungan kelompok rentan sebagai tanggung jawab bersama pengelola, pemilik properti, serta staf hotel.

“Safe Stay bukan sekadar menyediakan kamar yang aman, tetapi menciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman bagi setiap tamu, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Melalui kemitraan dengan ECPAT, kami memperkuat langkah pencegahan di seluruh jaringan sekaligus membekali mitra properti dengan pengetahuan dan perangkat yang dibutuhkan untuk mengenali risiko serta mengambil tindakan yang tepat,” ujar Mohit Gandas, Country Director RedDoorz Indonesia.

Program SHIELD untuk Pencegahan di Tingkat Properti

Untuk menerapkan komitmen tersebut dalam kegiatan operasional, RedDoorz memperkenalkan program SHIELD atau Safeguarding Hospitality through Integrity, Ethics, and Lasting Diligence. Program ini dirancang untuk membangun prosedur yang dapat diterapkan secara konsisten di properti-properti mitra.

SHIELD mencakup lima elemen utama. Pertama, Guest Identity & Data Protection, yang berkaitan dengan pemeriksaan identitas tamu dewasa ketika check-in dan pengelolaan informasi pribadi secara bertanggung jawab. Langkah ini penting agar proses penerimaan tamu tetap memperhatikan privasi sekaligus kebutuhan keamanan.

Elemen kedua adalah Child Protection. Fokusnya ialah memperkuat verifikasi serta prosedur perlindungan guna mengurangi risiko eksploitasi terhadap anak. Berikutnya, Safety Support menyediakan mekanisme terpusat untuk pelaporan masalah keamanan dan akses dukungan saat diperlukan.

Program tersebut juga memasukkan Responsible Safety Monitoring melalui penggunaan CCTV. Selain itu, terdapat Property Safety Standards yang mengatur berbagai aspek, mulai dari keselamatan kebakaran, keamanan bangunan dan fasilitas, kebersihan, hingga kesiapan menghadapi kondisi darurat. Standar ini didukung oleh pelatihan, pemantauan, dan audit.

Penerapan prosedur yang jelas di tingkat properti dapat membantu staf mengenali situasi berisiko dan memahami langkah yang perlu dilakukan. Dalam industri perhotelan, perlindungan anak bukan hanya persoalan respons setelah insiden terjadi, melainkan juga kemampuan membangun lingkungan yang mencegah risiko sejak awal.

Bergabung dengan The Code

Selain menjalin kemitraan dengan ECPAT, RedDoorz juga menjadi anggota The Code of Conduct for the Protection of Children from Sexual Exploitation in Travel and Tourism, atau The Code. Keanggotaan ini memperluas kerangka kerja perlindungan anak dalam aktivitas perjalanan dan pariwisata.

Melalui The Code, perusahaan akan memperkuat prosedur perlindungan anak, menyelenggarakan pelatihan wajib bagi staf, serta menerapkan standar terkait di sepanjang rantai pasok. Upaya lain mencakup peningkatan kesadaran wisatawan, kerja sama dengan pemangku kepentingan, dan penerbitan pembaruan perkembangan secara berkala.

“Kami bangga dapat bermitra dengan ECPAT yang secara konsisten menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi anak-anak di industri ini dan menjadi standar yang ingin kami terus junjung. Kami akan mengerahkan sumber daya dan dukungan operasional untuk memperluas dampak ECPAT di Indonesia, sekaligus memperluas kemitraan ini ke Asia Tenggara, dimulai dari Filipina,” ujar Amit Saberwal, Founder dan CEO RedDoorz.

Andy Ardian, Koordinator Nasional ECPAT Indonesia, menilai perlindungan anak dalam pariwisata perlu dijalankan bersama oleh para pihak yang terlibat dalam industri tersebut.

“Kami mengapresiasi langkah penting yang diambil RedDoorz melalui kemitraan dengan ECPAT untuk memperkuat sistem perlindungan dan pencegahan sebagai bagian dari praktik industri perhotelan di Asia Tenggara.”

Pelatihan, Pelaporan, dan Kesiapan Darurat

Komitmen perlindungan juga dimulai sejak proses penerimaan properti mitra. Setiap properti diwajibkan memiliki izin usaha yang masih berlaku, termasuk Nomor Induk Berusaha atau NIB. Dalam situasi yang relevan, properti dapat pula menerapkan standar perhotelan berbasis Syariah guna menghormati nilai serta norma masyarakat setempat.

RedDoorz bekerja sama dengan ECPAT dan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk memberikan pelatihan kepada pemilik properti dan staf. Materi pelatihan mencakup pengenalan risiko, pencegahan, tata cara pelaporan, dan tindak lanjut yang diperlukan.

Saluran pelaporan khusus juga disediakan melalui Help Centre. Mekanisme ini dapat digunakan oleh tamu, saksi, maupun masyarakat untuk menyampaikan informasi mengenai insiden. Perusahaan turut menyediakan layanan 24 jam untuk menangani persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan.

Pemilik properti serta staf akan memperoleh Buku Saku Tanggap Darurat. Dokumen tersebut memuat panduan perlindungan anak, langkah menghadapi keadaan darurat, penanganan insiden kebakaran, hingga koordinasi dengan kepolisian.

Rangkaian langkah tersebut menunjukkan bahwa keamanan akomodasi mencakup lebih dari kondisi fisik bangunan dan kenyamanan kamar. Sistem perlindungan yang efektif juga membutuhkan staf yang terlatih, jalur pengaduan yang dapat diakses, pengelolaan data yang bertanggung jawab, serta koordinasi dengan lembaga terkait ketika ada risiko terhadap anak atau kelompok rentan.

Frequently Asked Questions

What is Tolak Eksploitasi Anak RedDoorz Gandeng ECPAT?

Tolak Eksploitasi Anak RedDoorz Gandeng ECPAT is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tolak Eksploitasi Anak RedDoorz Gandeng ECPAT matter?

Tolak Eksploitasi Anak RedDoorz Gandeng ECPAT matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Jessica Jones - indocrowdfunding.com

Jessica Jones - indocrowdfunding.com

Jessica Jones adalah campaign manager berpengalaman yang telah mengelola berbagai proyek crowdfunding sukses di sektor sosial dan kemanusiaan. Ia memiliki keahlian dalam perencanaan kampanye, komunikasi publik, dan manajemen relawan. Di IndoCrowdfunding, Jessica berbagi panduan praktis untuk membuat kampanye yang berdampak dan terpercaya.