Kolonel Laut (P) Fuad Hasan jadi calon komandan kapal induk pertama RI
Daftar Isi
Fuad Hasan Disiapkan Pimpin KRI Sriwijaya, Kapal Induk Pertama Indonesia
Indocrowdfunding.com – Kolonel Laut (P) Fuad Hasan dipersiapkan sebagai komandan kapal induk pertama Indonesia yang kelak bernama KRI Sriwijaya. Penunjukan itu menjadi tahap penting menjelang serah terima kapal Giuseppe Garibaldi dari Italia kepada Pemerintah Indonesia pada 24 September 2026.
Perwira lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 2002 tersebut akan memimpin kapal setelah proses pengalihan resmi selesai. Saat ini, Giuseppe Garibaldi masih menggunakan bendera Italia dan berada di bawah komando Kapten Marco Guerriero.
Bagi Fuad, kesempatan itu merupakan pencapaian yang tidak pernah ia bayangkan ketika memulai karier sebagai letnan dua. Perjalanan dari masa pendidikan hingga diproyeksikan memimpin kapal induk menjadi pengalaman bersejarah, baik bagi dirinya maupun TNI Angkatan Laut.
“Tidak terbayang pada saat itu (lulus AAL) saya Letda (letnan dua), Angkatan Laut punya kapal induk. Dulu belum terbayang juga saya sampai ke step komandan dan hari ini ataupun pada saat ini, kita mengalami milestone ini,”
Fuad sebelumnya pernah mengemban tugas sebagai Komandan KRI Raden Edy Martadinata-331. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum dipercaya mengikuti persiapan pengawakan kapal yang akan menjadi KRI Sriwijaya.
Seleksi dan pelatihan sebelum pengawakan
Penugasan ini tidak diperoleh melalui proses singkat. Fuad bersama 100 personel TNI AL lainnya melewati seleksi ketat sebelum ditetapkan untuk terlibat dalam pengawakan kapal. Personel terpilih kemudian menjalani pembekalan khusus di Komando Armada II di Surabaya.
Pelatihan di Surabaya berlangsung sekitar satu bulan. Tahapan berikutnya membawa mereka ke Taranto, Italia, untuk mengikuti familiarisasi di pangkalan Angkatan Laut Italia. Masa penyesuaian di Taranto juga berlangsung kurang lebih satu bulan.
“Kami melaksanakan pelatihan di Koarmada II kurang lebih selama satu bulan, kemudian ke Taranto, Italia, ya di Pangkalan Angkatan Laut Italia di Taranto. Kami melaksanakan familiarisasi kurang lebih satu bulan,”
Familiarisasi tersebut penting karena awak Indonesia perlu memahami pola kerja kapal, sistem yang digunakan, serta tata cara koordinasi selama pelayaran. Persiapan semacam ini membantu personel membangun kesiapan sebelum kapal secara resmi masuk ke dalam jajaran Indonesia.
Setelah pelatihan rampung, Fuad dan 100 personel TNI AL mengawaki Giuseppe Garibaldi bersama sekitar 300 personel Angkatan Laut Italia dalam pelayaran dari Italia menuju Indonesia. Pelayaran bersama itu sekaligus menjadi ruang pembelajaran langsung bagi para prajurit Indonesia.
Penyesuaian bahasa, teknologi, dan tradisi
Koordinasi dengan personel dari negara lain menghadirkan sejumlah tantangan. Fuad menyebut perbedaan bahasa menjadi salah satu hambatan yang dihadapi, selain kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan teknologi kapal. Namun, proses tersebut justru mendorong kerja sama yang lebih erat di antara awak kedua angkatan laut.
Interaksi selama perjalanan membuat para prajurit tidak hanya menjalankan tugas teknis, tetapi juga memahami aturan serta tradisi masing-masing. Dalam lingkungan kapal, kebersamaan menjadi unsur penting karena setiap awak memiliki peran dalam menjaga kelancaran operasi dan keselamatan pelayaran.
“Jadi, kita ini berlayar bersama itu sudah seperti keluarga. Sudah bukan beda negara, ya memang kita angkatan laut berbeda, kita respect dengan aturan dan tradisi masing-masing,” katanya.
Pengalaman membawa kapal dari Italia ke Indonesia menambah kebanggaan Fuad dan awak TNI AL yang terlibat. Tahap itu juga menunjukkan bahwa persiapan kepemimpinan dan pengawakan dilakukan melalui keterlibatan langsung, bukan hanya melalui pembelajaran di darat.
Kesiapan menjalankan setiap penugasan
Fuad menyatakan siap menerima misi apa pun yang diberikan negara setelah kelak resmi menjabat sebagai komandan. Ia menempatkan keberhasilan misi dan keselamatan sebagai dua hal yang harus berjalan beriringan dalam setiap tugas di laut.
“Untuk misi, apa pun saya siap, ya. Mission first, safety first , selama itu diberikan misi atau tugas apa pun kepada kita, tujuan kita adalah menyukseskan misi dan faktor keselamatan jadi nomor satu,” kata Fuad.
Pernyataan tersebut menegaskan fokus utama calon komandan KRI Sriwijaya: memastikan seluruh penugasan dilaksanakan dengan kesiapan awak dan perhatian penuh terhadap keselamatan. Dalam pengoperasian kapal, disiplin, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi menjadi unsur yang tidak terpisahkan dari keberhasilan tugas.
Pada 24 September 2026, Giuseppe Garibaldi dijadwalkan diserahterimakan kepada Pemerintah Indonesia. Pada kesempatan yang sama, kapal itu akan memakai nama KRI Sriwijaya dan Fuad Hasan akan dilantik secara resmi sebagai komandannya.
Peralihan nama dan komando tersebut menandai dimulainya babak baru bagi kapal itu dalam penugasan bersama TNI Angkatan Laut. Bagi Fuad, momentum tersebut bukan sekadar amanah jabatan, melainkan puncak dari proses seleksi, pelatihan, pelayaran, dan kerja sama lintas negara yang telah dijalani bersama para personel lainnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kolonel Laut P Fuad Hasan jadi?
Kolonel Laut P Fuad Hasan jadi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kolonel Laut P Fuad Hasan jadi matter?
Kolonel Laut P Fuad Hasan jadi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.