Humaniora

Raga terpenjara, jiwa tetap mengabdi

IMG-20200623-WA0028
Foto : Daniel Wilson - indocrowdfunding.com
Daftar Isi
  1. Penghargaan Internasional untuk Jejak Pengabdian Rokhmin Dahuri
  2. Dari Kebijakan Pesisir ke Gerakan Ekonomi Bahari
  3. Masa Sulit dan Kesetiaan pada Dunia Pendidikan
  4. Makna Sebuah Penghargaan Seumur Hidup
  5. Related Reading
  6. Frequently Asked Questions

Penghargaan Internasional untuk Jejak Pengabdian Rokhmin Dahuri

Indocrowdfunding.com – Prof. Rokhmin Dahuri menerima Aquaculture Lifetime Achievement Award pada 30 September 2026 di Miri, Sarawak, dalam rangkaian The 13th International Conference on Fisheries and Aquaculture (ICFA) 2026. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas perjalanan panjangnya di bidang perikanan dan akuakultur, sebuah bidang yang telah ia tekuni sejak masa kecil hingga kiprahnya sebagai akademisi, pemimpin organisasi, dan pejabat publik.

ICFA dikenal sebagai salah satu konferensi perikanan dan akuakultur terbesar di Asia. Bagi Rokhmin, penghargaan seumur hidup itu mencerminkan pengabdian yang tidak hanya tumbuh dari ruang kuliah atau forum ilmiah, tetapi juga dari pengalaman nyata bersama masyarakat pesisir dan nelayan.

Berangkat dari Kampung Nelayan

Rokhmin lahir di Gebang Ilir, Cirebon, sebuah kampung nelayan yang membentuk kedekatannya dengan laut. Ibunya berjualan ikan di pasar. Ketika masih kecil, ia ikut membantu keluarga menangkap ikan, mengolahnya menjadi ikan asin, dan memasarkannya ke berbagai kota, termasuk Cirebon, Kuningan, Bandung, serta Bogor.

Laut, bagi dirinya, telah hadir sebagai ruang kehidupan sejak awal. Pengalaman itu kemudian berlanjut melalui pendidikan tinggi di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia menyelesaikan studi doktoral di Dalhousie University, Kanada, pada 1991.

Setelah kembali ke Indonesia, ia ikut membangun fondasi pendidikan pengelolaan pesisir dan laut dengan mendirikan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan di Pascasarjana IPB. Perannya juga terlihat dalam berbagai organisasi profesi. Ia menjadi Ketua Dewan Pakar Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN), aktif di Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI) dan Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI), serta memimpin Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) sejak 2011.

Gagasan yang konsisten ia bawa adalah pentingnya membawa pengetahuan ilmiah ke lapangan. Ilmu kelautan tidak cukup berhenti sebagai bahan diskusi akademik, melainkan perlu menjawab kebutuhan di dermaga, tambak, dan perkampungan nelayan.

Dari Kebijakan Pesisir ke Gerakan Ekonomi Bahari

Pengalaman Rokhmin di pemerintahan dimulai ketika ia dipercaya menjadi Direktur Jenderal Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil pada 1999–2001. Setelah itu, ia dilantik sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Mandat yang diembannya jelas: menjadikan sektor kelautan sebagai salah satu kekuatan utama ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan, pembudidaya, dan penduduk pesisir.

Salah satu gagasan penting dalam masa kepemimpinannya adalah Gerakan Nasional Pembangunan Kelautan, yang dikenal sebagai Gerbang Mina Bahari. Presiden Megawati Soekarnoputri mencanangkan gerakan tersebut pada 23 Juli 2003 di Teluk Tomini. Arah besarnya menempatkan ekonomi berbasis laut sebagai penggerak pembangunan nasional.

Sejumlah program dirancang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Di antaranya penyediaan SPBN bagi nelayan, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP), Kelompok Usaha Bersama Mina, Kedai Pesisir, serta penguatan rantai dingin untuk menjaga mutu hasil tangkapan. Kebijakan lain mencakup pembangunan pasar ikan higienis, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan atau Gemarikan, dan penguatan COREMAP.

Pada 2004, produksi perikanan nasional tercatat mencapai sekitar 10 juta ton. Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai produsen perikanan terbesar ketiga di dunia pada masa itu. Angka tersebut memperlihatkan besarnya potensi sektor kelautan Indonesia, sekaligus pentingnya pengelolaan yang mampu menghubungkan produksi, distribusi, konsumsi, dan kesejahteraan pelaku usaha kecil.

Pertumbuhan yang Harus Menjaga Laut

Perhatian terhadap peningkatan produksi tidak membuat isu keberlanjutan terabaikan. Pada 2003, Rokhmin menyampaikan komitmen pengembangan kawasan konservasi laut Indonesia dalam sebuah konferensi internasional di Meksiko. Sikap itu menegaskan bahwa kemajuan ekonomi bahari tidak dapat dipisahkan dari perlindungan ekosistem laut.

Bagi masyarakat pesisir, keseimbangan tersebut memiliki arti yang sangat nyata. Laut yang produktif mendukung mata pencaharian, sementara laut yang rusak dapat mengancam sumber penghidupan dalam jangka panjang. Karena itu, pengembangan perikanan dan akuakultur membutuhkan kebijakan yang tidak semata-mata mengejar volume produksi, tetapi juga mempertimbangkan daya dukung alam.

Masa Sulit dan Kesetiaan pada Dunia Pendidikan

Perjalanan hidup Rokhmin juga diwarnai ujian berat. Pada 2007, pengadilan menyatakannya bersalah dalam perkara dana nonbujeter di kementerian yang pernah dipimpinnya dan menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara. Mahkamah Agung kemudian mengabulkan peninjauan kembali, sehingga masa hukumannya berubah menjadi empat tahun enam bulan.

Perkara tersebut menjadi bagian dari catatan hukum negara. Dalam narasi sahabatnya, terdapat keyakinan pribadi bahwa kasus itu mengandung unsur politisasi dan menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan hukum, terutama karena kebijakan yang dipersoalkan disebut telah berlanjut dari masa menteri sebelumnya. Pandangan tersebut merupakan sikap personal sang sahabat terhadap peristiwa yang ketika itu juga mendapat perhatian publik.

Yang paling menonjol dari masa tersebut adalah cara Rokhmin tetap menjalankan peran intelektualnya. Ketika ditahan di Rutan Polri dan kemudian menjalani hukuman di LP Cipinang, ia tidak memutus hubungan dengan dunia pendidikan. Mahasiswa dan alumni masih datang untuk meminta arahan, sementara ia terus memberi perhatian pada perkembangan akademik mereka.

Selama proses persidangan maupun masa pidana, ia tetap membimbing mahasiswa magister dan doktoral. Naskah tesis serta disertasi terus dibaca dan ditelaah, sementara pandangan keilmuannya tetap dibagikan kepada para mahasiswa. Dalam keterbatasan ruang gerak, pengabdian kepada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia tetap berjalan.

Makna Sebuah Penghargaan Seumur Hidup

Aquaculture Lifetime Achievement Award di Miri menjadi penanda bahwa perjalanan seseorang di dunia ilmu dan pengabdian tidak hanya diukur oleh jabatan atau satu fase kehidupan. Penghargaan itu merangkum jejak panjang seorang anak kampung nelayan yang tumbuh menjadi akademisi, penggerak organisasi profesi, perancang kebijakan kelautan, dan pembimbing bagi banyak mahasiswa.

Bagi sektor perikanan Indonesia, pengalaman tersebut juga mengingatkan bahwa kemajuan kelautan membutuhkan kesinambungan antara pengetahuan ilmiah, keberpihakan kepada masyarakat pesisir, peningkatan produksi, dan perlindungan ekosistem. Laut bukan hanya sumber komoditas, melainkan ruang hidup bagi jutaan orang yang menggantungkan masa depannya pada sumber daya pesisir dan perairan.

Dalam perjalanan Rokhmin Dahuri, pengabdian itu tetap hadir bahkan ketika ia menghadapi masa paling sulit. Penghargaan internasional pada 2026 pun menjadi pengakuan atas ketekunan yang berlangsung selama puluhan tahun: dari pesisir Gebang Ilir hingga forum akuakultur dunia.

Frequently Asked Questions

What is Raga terpenjara jiwa tetap mengabdi?

Raga terpenjara jiwa tetap mengabdi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Raga terpenjara jiwa tetap mengabdi matter?

Raga terpenjara jiwa tetap mengabdi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Daniel Wilson - indocrowdfunding.com

Daniel Wilson - indocrowdfunding.com

Daniel Wilson adalah digital fundraising expert yang telah membantu puluhan organisasi meningkatkan performa kampanye online melalui SEO, social media, dan paid ads. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang digital marketing, ia menggabungkan data dan storytelling untuk meningkatkan engagement donatur. Di IndoCrowdfunding, Daniel fokus pada strategi pemasaran kampanye dan pertumbuhan audiens.