Bisnis

Ekspor perikanan Maluku mencapai Rp700 miliar hingga September 2026

ikan-tuna-kualitas-ekspor-di-ternate-2872801
Foto : Charles Hernandez - indocrowdfunding.com
Daftar Isi
  1. Ekspor Perikanan Maluku Capai Rp700 Miliar hingga September 2026
  2. Sertifikasi Mutu Menjadi Penopang Daya Saing
  3. FAQ Ekspor Perikanan Maluku
  4. Related Reading

Ekspor Perikanan Maluku Capai Rp700 Miliar hingga September 2026

Indocrowdfunding.com – Ekspor perikanan Maluku mencapai Rp700 miliar hingga 23 September 2026. Nilai pengiriman produk perikanan dari wilayah ini tercatat sebesar 40,8 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp700 miliar, dengan volume mencapai 9.675,8 ton dalam periode 1 Januari sampai 23 September 2026. Capaian tersebut menunjukkan peran Maluku sebagai salah satu daerah penting dalam pasokan komoditas perikanan untuk pasar luar negeri.

Data tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, dalam siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta. Produk yang dikirim ke pasar internasional berasal dari tiga komoditas utama, yaitu tuna, udang vaname, dan ikan julung-julung.

Komoditas Maluku Menjangkau Berbagai Negara

Pasar tujuan ekspor produk perikanan asal Maluku mencakup China, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Vietnam, Arab Saudi, Malaysia, serta Korea Selatan. Keberadaan sejumlah negara tujuan tersebut menggambarkan luasnya jangkauan pasar komoditas perikanan Maluku, sekaligus pentingnya menjaga konsistensi mutu produk dari proses pengolahan hingga pengiriman.

Ekspor perikanan Maluku mencapai Rp700 miliar bukan hanya ditopang oleh ketersediaan hasil laut, tetapi juga oleh kesiapan unit pengolahan ikan untuk memenuhi persyaratan pasar. Sebanyak 18 unit pengolahan ikan menjadi sumber produk ekspor tersebut. Seluruh unit itu telah memiliki sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point atau HACCP dan terdaftar di negara tujuan ekspor.

Sertifikasi HACCP menjadi salah satu unsur penting karena berkaitan dengan pengendalian bahaya dalam proses produksi pangan. Bagi produk perikanan yang akan masuk ke pasar internasional, pemenuhan standar mutu dan keamanan pangan diperlukan agar produk dapat diterima oleh negara pengimpor sesuai ketentuan yang berlaku.

Sertifikasi Mutu Menjadi Penopang Daya Saing

Menurut KKP, seluruh produk perikanan yang diekspor telah melalui sertifikasi Badan Mutu KKP. Produk tersebut juga memperoleh Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP), yang menjadi salah satu dokumen persyaratan bagi negara tujuan. Proses ini menegaskan bahwa ekspor tidak hanya berkaitan dengan jumlah dan nilai transaksi, melainkan juga kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan pasar.

“Sehingga komoditas perikanan yang akan masuk rantai pasok domestik maupun ekspor khususnya, telah memenuhi standar global baik dari sisi kualitas maupun keamanan pangan atau food safety,” ujar Ishartini.

Pemenuhan standar kualitas dan keamanan pangan dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global. Dengan pengawasan mutu dan sertifikasi yang dijalankan, produk asal Maluku diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar tujuan sekaligus menjaga kepercayaan pembeli terhadap produk perikanan Indonesia.

Ekspor perikanan Maluku mencapai Rp700 miliar juga memberi dampak bagi tenaga kerja di daerah. KKP mencatat kegiatan tersebut berkontribusi pada penyerapan 1.102 pekerja di sektor perikanan Maluku. Angka ini memperlihatkan keterkaitan aktivitas ekspor dengan pekerjaan di rantai pengolahan hasil perikanan.

FAQ Ekspor Perikanan Maluku

Berapa nilai ekspor perikanan Maluku hingga September 2026?

Nilai ekspornya mencapai 40,8 juta dolar AS atau sekitar Rp700 miliar, dengan volume 9.675,8 ton pada periode 1 Januari hingga 23 September 2026.

Komoditas apa yang menjadi andalan ekspor Maluku?

Tiga komoditas utama yang diekspor adalah tuna, udang vaname, dan ikan julung-julung.

Mengapa sertifikasi diperlukan untuk produk ekspor perikanan?

Sertifikasi mutu dan keamanan hasil perikanan, termasuk HACCP dan SMKHP, diperlukan untuk memenuhi persyaratan negara tujuan serta memastikan produk memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan.

Charles Hernandez - indocrowdfunding.com

Charles Hernandez - indocrowdfunding.com

Charles Hernandez merupakan analis keuangan dan spesialis investasi berbasis komunitas. Dengan latar belakang di bidang financial planning dan venture philanthropy, ia aktif membimbing organisasi dalam merancang model pendanaan berkelanjutan. Tulisan Charles di IndoCrowdfunding banyak membahas strategi menarik investor, transparansi dana, serta pengelolaan keuangan dalam kampanye donasi.