Lintas Kota

Polda Metro Jaya gelar pisah sambut Kapolda dan Wakapolda

27867
Foto : Anthony Smith - indocrowdfunding.com
Daftar Isi
  1. Dadang Hartanto dan Adex Yudiswan Resmi Memimpin Polda Metro Jaya
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Dadang Hartanto dan Adex Yudiswan Resmi Memimpin Polda Metro Jaya

Indocrowdfunding.com – Polda Metro Jaya memasuki fase kepemimpinan baru setelah Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto resmi melanjutkan tugas sebagai Kapolda Metro Jaya bersama Irjen Pol. Adex Yudiswan sebagai Wakapolda Metro Jaya. Pergantian tersebut ditandai melalui tradisi pisah sambut yang berlangsung di Jakarta pada Jumat malam, 9 Oktober.

Acara ini tidak semata menjadi seremoni pergantian jabatan. Tradisi tersebut juga menjadi ruang penghormatan bagi pimpinan sebelumnya, Komjen Pol. Asep Edi Suheri dan Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, yang menerima amanah baru di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Asep Edi Suheri kini dipercaya mengemban jabatan Inspektur Pengawasan Umum atau Irwasum Polri. Sementara itu, Dekananto Eko Purwono melanjutkan pengabdian sebagai Kapolda Jawa Timur. Peralihan tugas itu menandai kesinambungan kaderisasi dan penyesuaian organisasi di jajaran kepolisian.

Prosesi dari Gerbang Jagatama

Rangkaian penyambutan dimulai dari Gerbang Jagatama menuju Gedung Promoter Polda Metro Jaya. Dalam prosesi tersebut, pimpinan baru menerima Pataka Polda Metro Jaya sebagai simbol penerusan tanggung jawab dalam memimpin jajaran kepolisian di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Pataka memiliki makna penting dalam tradisi institusi karena mencerminkan kehormatan, identitas, serta amanah organisasi. Penyerahannya menjadi penanda bahwa tongkat kepemimpinan telah berpindah secara resmi kepada Kapolda dan Wakapolda yang baru.

Kegiatan berikutnya melibatkan unsur Bhayangkari Daerah Metro Jaya melalui rapat paripurna pengurus. Agenda juga mencakup serah terima jabatan Ibu Asuh Polisi Wanita atau Polwan. Kehadiran rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pergantian kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan struktur komando, tetapi juga keberlanjutan pembinaan organisasi pendukung di lingkungan kepolisian.

Apresiasi bagi Pimpinan Sebelumnya

Malam pisah sambut Kapolda dan Wakapolda Metro Jaya menjadi kesempatan bagi jajaran internal untuk memberikan apresiasi atas pengabdian pejabat terdahulu. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut menjadi awal bagi Dadang Hartanto dan Adex Yudiswan untuk menerima dukungan dalam menjalankan tugas baru mereka.

Rangkaian acara ditutup dengan tradisi pelepasan Asep Edi Suheri dan Dekananto Eko Purwono saat meninggalkan Markas Polda Metro Jaya. Pelepasan itu menjadi bentuk penghormatan institusional atas masa tugas keduanya di lingkungan Polda Metro Jaya sebelum melanjutkan penugasan masing-masing.

Dengan kepemimpinan baru, Polda Metro Jaya menyatakan komitmen untuk meneruskan program Kapolri bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat”. Arah tersebut menekankan pelayanan yang lebih humanis, perhatian terhadap kebutuhan warga, serta upaya menjaga rasa aman di tengah masyarakat.

Bagi warga, pergantian pimpinan kepolisian di wilayah metropolitan memiliki arti penting karena Polda Metro Jaya menangani dinamika keamanan yang beragam. Pelayanan kepolisian, pengayoman masyarakat, pengamanan kegiatan publik, hingga respons terhadap persoalan keamanan sehari-hari menjadi bagian dari harapan yang melekat pada kepemimpinan baru.

Bagian dari Rotasi Nasional Polri

Perubahan di Polda Metro Jaya merupakan bagian dari rotasi yang dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Sehari setelah resmi menjabat pada 2 Oktober 2026, Kapolri melakukan pergeseran terhadap 19 kepala kepolisian daerah di berbagai wilayah, termasuk jabatan Kapolda Metro Jaya.

Rotasi itu tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026. Selain pergantian para kapolda, telegram tersebut juga memuat perubahan pada sejumlah posisi strategis di tingkat Mabes Polri dan satuan kewilayahan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi jabatan dilakukan sebagai bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, dan penyegaran pelaksanaan tugas kepolisian.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny.

Dalam susunan penugasan tersebut, Dadang Hartanto ditetapkan untuk memimpin Polda Metro Jaya menggantikan pejabat sebelumnya. Rotasi yang sama juga menugaskan Irjen Pol. Suwondo Nainggolan sebagai Kapolda Maluku serta Irjen Pol. Suhendri sebagai Kapolda Kepulauan Riau.

Pergantian jabatan di tubuh Polri merupakan mekanisme organisasi yang bertujuan menjaga kesinambungan tugas dan kesiapan personel pada berbagai wilayah penugasan. Bagi Polda Metro Jaya, transisi ini menjadi momentum untuk menjaga program yang telah berjalan sekaligus memperkuat pelayanan yang dekat dengan masyarakat.

Dadang Hartanto dan Adex Yudiswan kini mengemban amanah untuk memimpin jajaran Polda Metro Jaya dalam menghadapi kebutuhan keamanan masyarakat. Harapan terhadap pelayanan yang responsif, berorientasi pada warga, dan mampu membangun rasa aman menjadi bagian penting dari langkah awal kepemimpinan keduanya.

Frequently Asked Questions

What is Polda Metro Jaya gelar pisah sambut?

Polda Metro Jaya gelar pisah sambut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polda Metro Jaya gelar pisah sambut matter?

Polda Metro Jaya gelar pisah sambut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Anthony Smith - indocrowdfunding.com

Anthony Smith - indocrowdfunding.com

Anthony Smith adalah konsultan crowdfunding dan social impact strategist dengan pengalaman lebih dari 12 tahun dalam membantu organisasi non-profit dan startup sosial mengembangkan kampanye penggalangan dana yang efektif. Ia telah terlibat dalam berbagai proyek crowdfunding internasional, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat. Di IndoCrowdfunding, Anthony berfokus pada strategi kampanye, optimasi konversi donasi, serta tren global dalam industri crowdfunding.