Bisakah Ledakan Nuklir Selamatkan Bumi dari Asteroid? Ini Kata Sains
Sebuah studi terbaru memberikan wawasan baru tentang kemungkinan menggunakan ledakan nuklir untuk menghindari tumbukan asteroid dengan Bumi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skenario tersebut tidak hanya sekadar imajinasi film-film, tetapi bisa menjadi solusi nyata jika diperlukan. Peneliti menemukan bahwa batuan luar angkasa ternyata lebih tangguh dari dugaan awal, bahkan bisa memperkuat diri saat terkena benturan ekstrem.
Metode kinetic impactor, yang pernah diuji dalam misi DART tahun 2022, tetap menjadi pilihan utama. Teknik ini melibatkan pukulan wahana antariksa ke asteroid untuk mengubah jalannya. Namun, studi terbaru memperlihatkan bahwa kekuatan material batuan luar angkasa bisa meningkat hingga 2,5 kali lipat setelah paparan tekanan intens, bukan langsung hancur.
Mengapa Asteroid Ternyata Lebih Kuat?
Para peneliti, termasuk Melanie Bochmann dari OuSoCo, menggunakan fasilitas HiRadMat di CERN untuk mensimulasikan kondisi ekstrem. Mereka memaparkan potongan meteorit besi Campo del Cielo dengan berkas proton pada intensitas rendah dan tinggi. Sensor suhu serta teknik laser Doppler vibrometry menunjukkan bahwa sampel meteorit awalnya melunak, lalu kembali menguat setelah terkena tekanan tinggi.
“Analisis ini bertujuan mengamati perubahan struktur mikroskopis meteorit akibat paparan radiasi,” kata Melanie Bochmann.
Temuan ini mengungkapkan sifat strain-rate dependent damping, di mana material mampu menyerap energi benturan lebih efektif ketika mengalami tekanan keras. Hasilnya memperkuat gagasan bahwa asteroid mungkin tidak mudah pecah, melainkan bisa menyebar energi secara tak terduga. Hal ini berdampak pada strategi pertahanan planet, karena menunjukkan bahwa memahami respons material asteroid terhadap tekanan ekstrem lebih penting daripada sekadar menghancurkannya.
Studi ini dilakukan oleh tim yang melibatkan fisikawan dari University of Oxford dan Outer Solar System Company (OuSoCo), startup yang fokus pada teknologi pembelokan asteroid. Mereka meneliti bagaimana batuan luar angkasa bereaksi terhadap radiasi dan tekanan, yang menjadi dasar untuk merancang sistem pertahanan yang lebih akurat. Jika suatu hari ledakan nuklir diperlukan, hasil eksperimen menunjukkan kita punya peluang lebih besar untuk membelokkan asteroid daripada menghancurkannya.
Aaij, R., A. S. W. Abdelmotteleb, C. Abellan Beteta, F. Abudinén, T. Ackernley, A. A. Adefisoye, B. Adeva, et al. “Observation of Charge–parity Symmetry Breaking in Baryon Decays.” Nature , July 16, 2025.
