Menlu RI Minta KBRI Tangani 160 WNI di Yordania yang Minta Dievakuasi
JAKARTA, KOMPAS.com – Sugiono, Menteri Luar Negeri Indonesia, menyatakan bahwa koordinasi telah dilakukan untuk menangani 160 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Amman, Yordania dan meminta bantuan untuk kembali ke tanah air. Menurutnya, tim yang terlibat telah berkomunikasi dengan Kedutaan Besar RI di Amman untuk mengatur rencana evakuasi tersebut. “Kita sudah minta koordinasi dengan KBRI, terutama terkait kepulangan mereka ke Indonesia,” ujar Sugiono setelah acara Buka Puasa Partai Demokrat di Kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
160 WNI Minta Bantuan Evakuasi di tengah Konflik Iran vs AS-Israel
Rombongan 160 WNI yang terjebak di Yordania melalui tur ziarah kerohanian Renata Tours mengalami hambatan dalam perjalanan pulang. Mereka mengungkapkan kesulitan mendapatkan tiket pesawat ke Indonesia karena sejumlah penerbangan dibatalkan akibat tekanan situasi geopolitik. “Kami berada di Amman dan masih menunggu bantuan untuk kembali ke Indonesia,” tulis keterangan dalam unggahan resmi yang disampaikan oleh salah satu pendamping tur tersebut.
“Kami sampaikan ke KBRI bahwa kita kesulitan mencari tiket pengganti karena banyak penerbangan yang dicancel. Kami berharap mendapatkan arahan lebih lanjut terkait evakuasi dan repatriasi,” kata peserta tur, Dwie Ratna (44), saat dihubungi Kompas.com, Rabu (4/3/2026).
Pejabat Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Amman, Nur Ibrahim, membenarkan adanya permintaan bantuan dari rombongan tersebut. Menurutnya, mereka telah menghubungi KBRI pada Senin (2/3/2026) setelah mengalami kesulitan dalam mengatur perjalanan pulang. “Mereka sedang dalam perjalanan kembali dari Petra ke Amman dan rencananya akan terbang menggunakan Etihad pada 4 Maret 2026,” jelas Ibrahim kepada Kompas.com, Rabu (4/3/2026).
Ibrahim menambahkan bahwa pihak KBRI sedang memberikan solusi alternatif untuk mengatasi hambatan yang dihadapi rombongan. “Kita segera merespons dan memberikan opsi penerbangan lain yang bisa diambil,” ujarnya.
