Bayi Diduga Dibuang Kakak di Pasar Minggu, Warga: Banyak yang Mau Adopsi

Jakarta, Kompas.com – Seorang bayi perempuan yang ditemukan dalam tas belanja di atas gerobak nasi uduk di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, memicu minat adopsi dari warga banyak. Peristiwa ini diungkapkan oleh Marlinah (49), warga setempat yang menemukan bayi tersebut. “Katanya banyak yang mau mengadopsi. Warga sini ada, Pak RW juga tertarik, sudah nge-chatsaya, ‘Ibu kalau nggak mau, saya mau ambil’,” kata Marlinah saat diwawancara di kediamannya, Kamis (5/3/2026).

Ketua RT 10 RW 2 Pejaten Barat, Pulung, menyampaikan bahwa warga berminat untuk merawat bayi perempuan itu. Namun, ia mengatakan ada kendala terkait penghasilan dan waktu. “Saya sih mau aja kalau orang mampu, bisa saya ambil. Cuma yang ngurus nih, ayahnya sakit-sakitan, saya sibuk kerja, anak saya sedang kuliah,” tambahnya.

Kasudinsos: Pemohon Adopsi Harus Mengurus Administrasi ke Panti Balita

Kasudinsos Jakarta Selatan, Bernard Tambunan, mengatakan bahwa warga yang ingin mengadopsi bayi tersebut harus langsung mengurus prosedur administratif ke Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa di Cipayung, Jakarta Timur. “Kalau adopsi, langsung saja ke panti nanti prosedurnya ada di sana, tentu melalui sidang juga, ada banyak tahapannya,” jelas Bernard.

Saat ini, bayi telah diserahkan ke panti sosial setelah menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pasar Minggu. Proses penyerahan dilakukan oleh Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, dengan pendampingan dari pihak berwajib.

Kronologi Bayi 2 Hari Ditemukan di Gerobak Pasar Minggu, Diduga Ditinggalkan Kakak

Sebelumnya, bayi berbalut baju dan selimut biru ditemukan dalam tas belanja hitam di ujung gang sempit Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026). Suara tangis bayi terdengar oleh Dinda (20), warga yang sedang di lantai dua rumahnya. Ia mencari sumber dan menemukan tas tersebut berisi bayi serta perlengkapannya.

“Kemudian saksi cek ke dalam tas belanja tersebut melihat seorang bayi perempuan dalam posisi miring, memakai pakaian boneka beruang warna biru dan diselimuti baby blanket,”

Keterangan ini disampaikan oleh Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela. Setelah menemukan bayi, Dinda memanggil ibunya untuk membawa anak ke dalam rumah sebelum menghubungi pihak berwajib.

Di dalam tas juga ditemukan susu bayi kemasan kotak merah, tisu basah, sarung tangan biru, dan secarik kertas. Kertas itu menyatakan bahwa bayi diberi nama AR, yang baru lahir Senin (2/3/2026). Tulisan ditulis oleh diduga kakaknya, Z (12), yang menyebutkan bahwa ibu mereka meninggal saat melahirkan.

“Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Zidan ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan. Tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjunginya lagi. Saya tidak mau masa depan dia seperti saya,”

Bayi tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Pasar Minggu untuk menerima perawatan medis sebelum ditangani oleh Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan.