1 dari 3 Pria Gen-Z Bilang Istri Harus Patuhi Suaminya
Jakarta, CNBC Indonesia – Survei global tentang peran gender menunjukkan bahwa generasi Gen-Z lebih konservatif dalam hal kesetaraan antara pria dan wanita dibandingkan generasi sebelumnya. Dalam pertanyaan yang sama, 31% pria Gen-Z mengatakan istri wajib mengikuti arahan suaminya, angka yang lebih tinggi dibandingkan 13% dari generasi baby boomer, 21% Gen-X, dan 29% milenial. Temuan ini dihasilkan oleh Global Institute for Women’s Leadership di King’s Business School, King’s College London, yang mengumpulkan data dari 29 negara.
Kelompok Gen-Z terdiri dari individu lahir antara 1997 hingga 2012, usia 14-29 tahun. Sementara baby boomer, yang lahir 1946-1964, memiliki usia 62-89 tahun. IFL Science mengungkap bahwa kecenderungan baby boomer terbentuk karena pengalaman masa pasca-perang dunia yang penuh tantangan. Mereka menghadapi situasi di mana perempuan aktif dalam politik dan keluarga membutuhkan pendapatan tambahan, sehingga pria dan wanita harus bekerja secara bersama.
Tren pemikiran Gen-Z juga muncul dalam pertanyaan lain. 21% dari mereka berpikir perempuan tidak boleh memulai hubungan seksual, dibandingkan 7% baby boomer. Sementara itu, 21% Gen-Z menganggap peran orang tua ‘bukan maskulin’, sedangkan 8% baby boomer setuju. Selain itu, 43% Gen-Z merasa laki-laki terbebani untuk tampil ‘tangguh fisik’, dan 24% menyatakan perempuan harus terlihat ‘tidak terlalu mandiri.’
“Sangat mencemaskan melihat norma gender tradisional yang masih berlangsung hingga kini, terutama ketika banyak orang merasa tertekan oleh ekspektasi sosial yang tidak mencerminkan kenyataan kita,” ujar Heejung Chung, Direktur dari Global Institute for Women’s Leadership.
“Hasil survei menunjukkan proses ‘renegosiasi’ peran gender yang sedang terjadi saat ini. Gen-Z adalah kelompok yang paling percaya perempuan sukses karier lebih menarik bagi pria, namun sekaligus paling setuju bahwa perempuan harus patuh pada suami serta tidak terlalu mandiri,” papar Kelly Beaver, CEO Ipsos.
Dualisme pandangan ini menyoroti hubungan kompleks antara modernitas dan tradisi dalam masyarakat. (dem/dem) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC]
