Trump Peringatkan Ancaman Serangan Terhadap Infrastruktur Iran

Istanbul, 28 Februari, menjadi momen penting dalam perang yang terus berlangsung antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Serangan gabungan yang dilakukan oleh kedua negara itu menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Ketegangan di wilayah tersebut terus memanas, dengan Iran memberi respons melalui serangan rudal dan pesawat tak berawak ke negara-negara seperti Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menyimpan aset militer AS.

Peringatan Trump tentang Serangan Terpadu

Dalam wawancara mingguan di platform Truth Social, Presiden AS Donald Trump mengingatkan bahaya serangan terhadap pembangkit listrik serta jembatan di Iran. Ia menyatakan bahwa Teheran harus membuka Selat Hormuz, atau mereka akan menghadapi kesulitan besar. “Selasa akan menjadi Hari [kemungkinan serangan terhadap] Pembangkit Listrik, dan Hari [kemungkinan serangan terhadap] Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!!”

Trump menegaskan bahwa Iran perlu mempertimbangkan penutupan Selat Hormuz sebagai konsekuensi jika terus menghadapi ancaman dari pihak AS. Serangan terhadap infrastruktur kritis ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tekanan terhadap Iran dalam konflik yang semakin rumit.

Pembatasan Pergerakan Kapal dan Respon Iran

Sejak serangan di Istanbul, Iran juga membatasi akses kapal melalui Selat Hormuz, salah satu jalur vital perdagangan minyak. Langkah ini menunjukkan peningkatan ketegangan antara negara-negara Teluk dan Iran, yang memperlihatkan keterlibatan aktif dalam konflik regional. Meski demikian, pernyataan Trump menekankan bahwa ancaman terhadap Iran tidak akan berhenti hanya di sana.

Sumber: Anadolu