Iran sebut AS terima rencana 10 poin untuk akhiri perang
Istanbul, Rabu – Lembaga penyiaran Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), melaporkan bahwa Amerika Serikat “secara dasar” telah menerima proposal yang berisi 10 poin, dengan tujuan mengakhiri konflik. Proposal ini, menurut sumber, akan menjadi kerangka untuk perundingan yang lebih luas, meski tidak diungkapkan secara rinci.
Rincian proposal
Dalam pernyataan, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebutkan bahwa rencana tersebut mencakup jaminan tidak adanya agresi terhadap negara tersebut, kelanjutan dominasi Iran atas Selat Hormuz, pengakuan hak Teheran untuk memproses uranium, serta pencabutan semua sanksi primer dan sekunder dari AS. Selain itu, terdapat poin tentang penghentian resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Badan Energi Atom Internasional terhadap Iran, pembayaran kompensasi, penarikan pasukan tempur AS dari wilayah tersebut, dan penghentian permusuhan di semua garis depan, termasuk Lebanon.
“Kami menegaskan bahwa perundingan ini tidak berarti perang telah berakhir. Setiap kesepakatan akhir bergantung pada pemenuhan syarat-syarat Iran dan penyelesaian detail,” ujar Dewan.
Negosiasi dijadwalkan dimulai Jumat (10/4) di Islamabad, dengan mediasi Pakistan, dan akan berlangsung hingga dua minggu, kemungkinan diperpanjang jika diperlukan. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan Washington akan menunda serangan terhadap Iran selama dua pekan serta menggambarkan proposal dari Teheran sebagai “dasar yang dapat diterapkan” untuk perundingan.
Dalam konteks ini, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dijamin selama masa negosiasi melalui koordinasi dengan militer Iran. Meski demikian, Iran menekankan bahwa setiap poin dalam proposal harus dipenuhi secara menyeluruh sebelum mencapai kesepakatan akhir.
