Ratusan pengunjuk rasa sampaikan aspirasi di Mahkamah Konstitusi
Jakarta – Puluhan ribu peserta aksi demonstrasi dari berbagai universitas di Jakarta dan sekitarnya berkumpul di area belakang Gedung Mahkamah Konstitusi. Mereka membawa berbagai spanduk yang menampilkan tuntutan seperti “Stop Teror Lawan Militerisme”, “Lawan Fasisme”, serta isu-isu lainnya. Di lokasi, sejumlah peserta aksi terus berbicara di depan gedung tersebut, sementara jalanan sekitar sedikit terganggu akibat penggunaan ruang oleh peserta. Sampai saat ini, kondisi di lokasi aksi tetap terjaga aman dan kondusif, meskipun sebagian Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, ditutup sementara untuk alur lalu lintas. Petugas Dishub sering kali mengatur arus kendaraan yang melewati jalan tersebut, sementara polisi juga berjaga rapi untuk menjaga kelancaran aksi.
Aksi disiagakan dengan 1.031 personel gabungan
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sekitar 1.031 petugas gabungan untuk mendukung aksi yang digelar di wilayah tersebut. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan bahwa mereka hadir untuk melayani masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara humanis, profesional, dan sesuai aturan.
“Ada 1.031 personel gabungan untuk melayani aksi unjuk rasa,” ujarnya.
Menurut Hutagalung, personel tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, Polres, dan Polsek terkait, serta ditempatkan untuk memastikan pengamanan berjalan lancar. Ia menekankan bahwa pihaknya menghormati hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Aksi yang digelar oleh Badan Eksekusi Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan elemen masyarakat lainnya tetap berjalan tertib di bawah pengawasan yang ketat.
