Pemeriksaan Emisi di Terminal Blok M Catat 30 Kendaraan Tidak Memenuhi Standar
Jakarta – Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan bekerja sama dengan Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan serta Dinas Perhubungan menggelar uji emisi di Pintu Keluar Terminal Blok M, Kebayoran Baru. Hasil pemeriksaan menunjukkan 30 unit kendaraan gagal memenuhi ambang batas emisi gas buang.
“Uji emisi menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas udara di ibukota. Selain itu, ini juga memastikan kendaraan yang melintas memenuhi standar lingkungan,” jelas Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Sudin LH Jakarta Selatan, Tuty Ernawati Sapardin.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menguji sebanyak 130 kendaraan, termasuk sepeda motor dan mobil baik bahan bakar bensin maupun solar. Tuty menjelaskan penyebab kegagalan emisi bervariasi, seperti penggunaan knalpot bermodifikasi atau filter udara yang tidak terawat. Ia menegaskan kondisi kendaraan yang tidak optimal akan memperparah pemborosan bahan bakar.
Tuty menyarankan pengguna kendaraan untuk mengikuti layanan uji emisi gratis yang akan digelar di lokasi lain, atau menjalani servis berkala. Ia menekankan bahwa penggunaan standar kendaraan, seperti knalpot asli dan kaca spion lengkap, juga penting untuk keselamatan berkendara.
Penyelenggaraan Uji Emisi dengan Pendekatan Humanis
Kepala Bagian Operasi Sat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Purnomo, menyatakan pihak kepolisian turut memastikan kegiatan berjalan lancar. Dalam operasi ini, sekitar 25 personel gabungan dikerahkan untuk mengurangi gangguan terhadap arus lalu lintas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi spesifikasi kendaraan. Ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tapi juga meningkatkan keselamatan di jalan,” ujar Joko.
Dalam pembahasan kebijakan terkini, pemerintah sedang merumuskan rencana regulasi yang akan mengharuskan hasil uji emisi sebagai syarat administratif perpanjangan STNK. Joko menuturkan langkah ini bertujuan mendorong pengendara untuk menjaga kinerja mesin kendaraan secara lebih aktif.
