DKI Integrasi MRT dan KRL Melintasi Kawasan Kota Tua
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan rencana pemerintah provinsi untuk mengintegrasikan sistem transportasi MRT Jakarta dengan Kereta Rel Listrik (KRL) yang akan melintasi kawasan Kota Tua. “Nanti akan ada selain MRT, KRL yang menggunakan energi listrik. Kemarin, saat saya menerima Dirut KAI, kita sudah berdiskusi, dan Bapak Presiden memberikan arahan. Semoga tahun ini bisa selesai, dengan jalur yang sama tetapi menggunakan teknologi listrik,” jelas Pramono di Balai Kota, Kamis.
Revitalisasi Kota Tua Jadi Fokus Utama
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta sedang fokus pada revitalisasi kawasan Kota Tua untuk memulihkan identitas Jakarta sekaligus memperkuat kota sebagai pusat global yang berakar pada sejarah dan budaya. Acara “Intimate Dialogue Kota Tua Update” menjadi wadah pembahasan rencana tersebut, dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI serta tim terkait.
“Di sini, kita menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk mengembangkan Kota Tua. Tim revitalisasi telah siap, dan Insya Allah di waktu yang tepat, saya akan menetapkan kantor di sana,” tutur Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, yang juga ketua tim revitalisasi.
Dalam strategi revitalisasi, Kota Tua akan dibagi menjadi tiga zona: inti, pengembangan, dan penunjang. Rano menyebutkan bahwa prioritas utama diberikan pada zona inti, yang mencakup 80 hektare dari total luas kawasan 363 hektare. “Zona inti ini mencakup Museum Bahari serta Alun-alun Fatahillah,” jelasnya.
Pemprov DKI juga menekankan pentingnya pembangunan area parkir dan penempatan pedagang kaki lima (PKL) agar kawasan tetap terlihat rapi dan tidak mengganggu kehidupan warga sekitar. Integrasi transportasi massal ini diharapkan akan mengubah wajah Kota Tua, terutama setelah proyek MRT yang menjangkau kawasan tersebut selesai pada 2029.
