Pramono soroti masih adanya premanisme di balik predikat Jakarta aman
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyoroti keberlanjutan praktik premanisme di kota metropolitan meski Jakarta berada di posisi kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara (ASEAN) menurut Global Residence Index 2026. “Predikat kota teraman itu bukan ucapan saya, tapi hasil survei internasional,” ujarnya di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak bisa menghilangkan masalah yang masih terjadi di lapangan, khususnya mengganggu warga umum.
Satu kasus yang menarik perhatian adalah aksi pemalakan terhadap pedagang bakso di Tanah Abang. Pramono menyatakan bahwa kejadian ini menjadi bukti bahwa keamanan tidak hanya diukur dari data, tetapi juga dari perasaan warga. Langkah tegas telah diambil dengan menginstruksikan Satpol PP untuk mengamankan pelaku.
“Saya langsung menelepon kepala dinas Satpol PP. Siapa pun yang memalak dan merusak barang dagangan langsung ditangkap,” tutur Pramono.
Kasus tersebut memperlihatkan dinamika sosial yang kompleks di Jakarta, yang memiliki populasi lebih dari 11 juta jiwa. Dengan wilayah aglomerasi, jumlah penduduk mencapai hampir 42 juta berdasarkan data PBB. Meski risiko keamanan tetap ada, Pramono menggarisbawahi pentingnya respons cepat pemerintah terhadap laporan masyarakat.
Sebelumnya, video viral di media sosial menunjukkan aksi preman yang merusak mangkuk milik tukang bakso di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (9/4). Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @jabodetabek24info, seorang pria berjaket biru dan celana pendek biru menghancurkan barang dagangan korban. Awalnya, ia mengambil beberapa mangkuk dari gerobak, lalu menabarkannya hingga pecah.
Pramono menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. “Kami berkomitmen untuk memperkuat pengawasan di area rawan dan meningkatkan kecepatan respons,” jelasnya. Dengan kolaborasi ini, ia berharap Jakarta tidak hanya berada di peringkat tinggi, tetapi benar-benar menjadi kota yang aman bagi semua lapisan masyarakat.
