Sekjen PBB Pinta AS dan Iran Terus Lakukan Perundingan

Pada Senin (13/4), juru bicara Sekjen PBB menyampaikan pesan dari Antonio Guterres, yang meminta Amerika Serikat dan Iran untuk terus melanjutkan proses perundingan. Meskipun belum ada kesepakatan yang tercapai dalam pertemuan di Islamabad yang dimediasi Pakistan, langkah ini dianggap sebagai tanda komitmen kuat kedua belah pihak, serta tindakan positif yang berpotensi mengembalikan dinamika dialog.

Keterlibatan Kedua Negara Menunjukkan Komitmen

Pembicaraan antara AS dan Iran yang berlangsung di Islamabad mencerminkan keseriusan kedua pihak dalam mencari solusi. Dujarric menegaskan bahwa perbedaan yang dalam membutuhkan waktu untuk dituntaskan, dan sekjen menekankan perlunya kesabaran serta komitmen dalam upaya mencapai kesepakatan.

“Karena perbedaan yang sangat mengakar, kesepakatan tidak bisa diraih dalam semalam. Sekjen mendorong agar perundingan dilanjutkan secara konstruktif untuk menghasilkan hasil yang bermakna,” kata Dujarric.

Konflik Berdampak Luas pada Ekonomi Global

Menurut jubir PBB, gangguan perdagangan maritim melalui Selat Hormuz telah menyebabkan konsekuensi yang melebihi wilayah lokal. Dujarric menyoroti bahwa keadaan ini meningkatkan risiko ketergantungan ekonomi global dan ketidakstabilan di berbagai sektor.

“Setelah berminggu-minggu hancur dan penderitaan, jelas bahwa solusi militer tidak mampu menyelesaikan konflik ini. Gencatan senjata harus dipertahankan, dan semua pelanggaran harus dihentikan,” tambahnya.

Sekjen PBB juga mengingatkan pentingnya penghormatan terhadap kebebasan navigasi laut, termasuk di Selat Hormuz, sesuai dengan prinsip hukum internasional. Pernyataan ini diungkapkan dalam upaya mengurangi tekanan pada sistem pangan dan ekonomi global, yang semakin terganggu akibat krisis bahan bakar dan transportasi.