Latest Program: Batang optimalkan gerakan ketahanan pangan melalui lomba krenova

Batang Optimalkan Gerakan Ketahanan Pangan melalui Lomba Krenova

Latest Program – Kabupaten Batang, Jawa Tengah, tengah berupaya memperkuat upaya ketahanan pangan dengan mengadakan lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026. Lomba ini diharapkan mampu membangun keterlibatan aktif warga dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Batang, Dwi Yanti, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Krenova bertujuan menumbuhkan lingkungan kreatif di tengah masyarakat sekaligus mendorong partisipasi yang lebih luas dalam pembangunan lokal. “Krenova 2026 hadir untuk membangun semangat inovasi dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga ketersediaan, akses, serta pemanfaatan pangan,” ujarnya, Selasa.

Dwi Yanti menegaskan bahwa lomba ini adalah bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat keberlanjutan pangan. Ia menjelaskan, dengan melibatkan masyarakat dalam menciptakan solusi kreatif, daerah dapat meraih kemajuan yang lebih pesat. “Krenova merupakan wadah untuk menginspirasi warga agar terus menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari,” katanya. Menurut Dwi, kompetisi ini juga menjadi sarana membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan, mengingat ketahanan pangan adalah prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.

“Tujuan utama lomba ini adalah memotivasi masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam mendorong kemajuan daerah melalui kreativitas dan inovasi,” kata Dwi Yanti.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah ini menjelaskan bahwa lomba Krenova 2026 dibuka untuk berbagai kalangan, termasuk petani, UMKM, serta komunitas lokal. Ia menambahkan, pemerintah Batang akan memberikan fasilitas tambahan kepada para pemenang agar inovasi mereka bisa dikembangkan secara lebih luas. Fasilitas yang diberikan mencakup bantuan pengurusan hak kekayaan intelektual, seperti hak cipta dan paten, serta bimbingan teknis dalam pengembangan ide-ide kreatif. “Selain itu, para pemenang juga diberi kesempatan untuk menampilkan karyanya di berbagai tingkat pameran, mulai dari provinsi hingga nasional,” terang Dwi.

Lebih lanjut, Dwi menyebutkan bahwa para pemenang lomba akan diberdayakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti instansi pemerintah, perguruan tinggi, serta komunitas lokal. “Kolaborasi ini bertujuan memperluas jaringan pengembangan inovasi dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengaplikasikan ide mereka dalam skala nyata,” tambahnya. Ia juga berharap, hasil dari lomba ini bisa memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan sehari-hari warga, terutama dalam memperkuat akses terhadap pangan.

“Kami ingin inovasi dari masyarakat tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi bisa menjadi bagian dari kehidupan masyarakat secara nyata,” ujarnya.

Dwi Yanti menyoroti bahwa lomba Krenova 2026 dirancang dengan tema yang jelas, yaitu penguatan ketahanan pangan melalui ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan. “Tema ini diharapkan mampu mengarahkan inovasi yang dihasilkan lebih pada kebutuhan utama masyarakat,” katanya. Dengan fokus pada ketahanan pangan, lomba ini juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga, terutama di sektor pertanian dan usaha kecil menengah (UKM). Menurutnya, inovasi yang lahir dari partisipasi masyarakat bisa menjadi pendorong utama dalam mengurangi risiko ketergantungan pada bahan pangan impor serta meningkatkan produksi lokal.

Krenova 2026 juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan program pengembangan daerah yang berbasis inovasi. Dwi menjelaskan bahwa pendekatan ini adalah upaya untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat, dari kalangan remaja hingga lansia, dalam menjaga keberlanjutan pangan. “Dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat, kami berharap dapat menciptakan solusi yang lebih inklusif dan berdampak luas,” ujarnya. Ia menekankan bahwa pemerintah Batang tidak hanya mengharapkan partisipasi, tetapi juga kontribusi nyata dari masyarakat dalam menciptakan inovasi yang dapat diaplikasikan langsung.

Selain itu, Dwi Yanti juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kualitas lomba Krenova dengan menambahkan program pelatihan, akses sumber daya, serta pengakuan terhadap inovasi-inovasi yang berhasil. “Kami percaya bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah,” katanya. Ia menambahkan bahwa lomba ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana belajar dan berbagi ide. “Dengan demikian, kita bisa menciptakan ekosistem inovasi yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pelaksanaan Krenova 2026 diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah bisa bekerja sama dengan masyarakat dalam mencapai tujuan pembangunan yang lebih holistik. Dwi Yanti menyebutkan bahwa lomba ini telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam meningkatkan partisipasi warga, terutama di bidang pertanian dan usaha pengolahan pangan. “Dukungan pemerintah daerah akan terus diberikan agar inovasi yang lahir bisa berkembang menjadi kebijakan atau program yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” jelasnya. Ia juga mengharapkan bahwa inovasi-inovasi dari lomba ini bisa menjadi model bagi daerah lain di Jawa Tengah atau bahkan Indonesia.

Dwi Yanti menegaskan bahwa pemerintah Batang akan terus mengoptimalkan peluang yang diberikan melalui Krenova untuk memperkuat ketahanan pangan. “Kami berkomitmen menjamin keberlanjutan program ini, karena keberhasilan ketahanan pangan tidak bisa tercapai tanpa partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam memperkuat inovasi dan kreativitas warga. “Dengan berbagai fasilitas yang diberikan, kami yakin inovasi dari masyarakat Batang akan semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya.

Dalam menutup wawancara, Dwi Yanti mengingatkan bahwa ketahanan pangan adalah salah satu dari empat prioritas pembangunan daerah. “Lomba Krenova 2026 adalah salah satu langkah konkret untuk mewujudkan prioritas tersebut,” katanya. Ia berharap, dengan partisipasi aktif warga, Batang bisa menjadi contoh daerah yang sukses dalam membangun ketahanan pangan melalui inovasi masyarakat. “Kami percaya bahwa inovasi dari warga Batang akan menjadi kekuatan besar dalam menghadapi tantangan pangan di masa depan,” tambahnya.