Desak Made/Kadek Asih pecahkan rekor dunia “speed relay” di China

Desak Made Kadek Asih Kembali Membukukan Prestasi di Asia Tenggara

Desak Made Kadek Asih pecahkan rekor – Sanya, China – Kali ini, perjuangan atlet panjat tebing Indonesia berbuah hasil yang membanggakan. Pasangan disiplin speed putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, mencatatkan nama mereka dalam sejarah olahraga panjat tebing dunia. Keduanya berhasil memecahkan rekor dunia kategori speed women’s relay selama Asian Beach Games 2026 yang berlangsung di Sanya, Tiongkok, Rabu malam WIB. Prestasi ini tidak hanya mengukir keberhasilan individu, tetapi juga menggambarkan semangat kerja sama yang diperlihatkan dalam lomba estafet.

Kemenangan di Babak Final

Setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan, Jimin Jeong dan Hanaerum Sung, dalam babak final, Desak/Kadek membawa pulang medali emas. Meski penampilan maksimal menjadi prioritas utama, keberhasilan memecahkan rekor dunia justru terjadi sebelum mereka memperoleh gelar juara. Rekor tersebut diciptakan dalam pertandingan semifinal melawan pasangan Tiongkok, Yafei Zhou dan Lijuan Deng, yang menjadi momen paling menentukan.

“Kami tidak menyangka bisa memecahkan rekor karena hanya fokus tampil maksimal,” ujar Desak Made Rita Kusuma Dewi usai lomba.

Menurut Desak, pencapaian ini tidak terduga. Mereka sempat memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 13,178 detik, tetapi sesaat kemudian, mereka berhasil mengurangi waktu menjadi 13,174 detik, yang merupakan pengurangan sebesar 0,04 detik. Hasil ini memberi dorongan besar untuk melaju ke babak final, di mana kemenangan akhir tercapai setelah mengalahkan pasangan Korsel.

Pelemparan Rekor di Semifinal

Pemecahan rekor dunia terjadi dalam momen yang paling intens. Semifinal melawan pasangan Tiongkok jadi pengalaman yang tak terlupakan. Meski lawan mereka memiliki pengalaman luar biasa, Desak/Kadek tetap mampu menunjukkan dominasi yang mengagumkan. Kedua atlet tersebut memulai pertandingan dengan semangat tinggi, mengingat perjuangan sebelumnya dalam babak kualifikasi.

“Saya persembahkan medali ini untuk Indonesia,” tambah Kadek Adi Asih, yang mengakui bahwa keberhasilan ini menjadi titik balik setelah gagal di nomor individu.

Kadek mengungkapkan bahwa medali emas dalam kategori relay menjadi penghargaan penting baginya. Hasil ini tidak hanya memperbaiki prestasinya di level internasional, tetapi juga menunjukkan perbaikan teknik dan mental setelah mengalami kegagalan di lomba individu. Rekor yang dipecahkan dalam semifinal berdampak langsung pada kemajuan mereka di babak final, yang akhirnya membuahkan gelar juara.

Hasil Atlet Disiplin Speed Putra

Di sisi lain, pasangan speed putra Indonesia, Raharjati Nursamsa dan Antasyafi Robby Al Hilmi, harus puas dengan medali perak. Mereka kalah dari pasangan Tiongkok, Jianguo Long dan Yicheng Zhao, dalam babak final dengan selisih waktu 0,05 detik. Tim Merah Putih mencatatkan waktu 9,80 detik, sedangkan lawannya menorehkan 9,75 detik.

Kembalinya para atlet ke Sanya, Tiongkok, menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam ajang olahraga tingkat Asia. Kedua pasangan ini bersaing dengan atlet dari berbagai negara, termasuk Tiongkok, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang. Meski tidak memperoleh medali emas, hasil perak tetap menjadi prestasi yang signifikan.

Struktur Perlombaan Speed Relay

Lomba speed relay memiliki format unik yang memadukan kecepatan individu dan kerja sama tim. Selama pertandingan, total waktu diukur dari awal hingga pemanjat terakhir menyelesaikan lintasan. Atlet bergantian memanjat, dengan atlet pertama memulai dari titik start, lalu menekan tombol timer setelah mencapai puncak. Setelah itu, atlet kedua langsung memulai perjalanan, tanpa menghentikan pengukuran waktu.

Waktu terhitung secara kumulatif, sehingga tidak ada pengurangan waktu pada setiap pergantian atlet. Format ini membutuhkan keterampilan yang sangat baik, karena kecepatan dan koordinasi tim menjadi faktor penentu. Sebanyak delapan atlet dari Indonesia dikirim untuk mengikuti ajang ini, terdiri dari empat atlet putra dan empat putri.

Persiapan dan Konsistensi Atlet Indonesia

Kedua tim disiplin speed dijaga secara ketat oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), yang mengirimkan atlet terbaik untuk bersaing. Di sektor putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, Puja Lestari, dan Amanda Narda Mutia menjadi bagian dari kontingen. Sementara di sektor putra, Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Ramaski Aswin Kristanto menjadi wajah Indonesia.

Keberhasilan Desak/Kadek dalam memecahkan rekor dunia menunjukkan konsistensi dan penyesuaian strategi yang matang. Kemenangan ini tidak hanya memperkuat reputasi Indonesia di kancah olahraga panjat tebing, tetapi juga menjadi bukti bahwa kompetisi estafet bisa menjadi platform untuk menciptakan sejarah baru. Di sisi lain, Raharjati/Antasyafi menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam lomba tim, meski belum mampu mengalahkan lawan yang lebih unggul.

Signifikansi Rekor Dunia di Arena Internasional

Memecahkan rekor dunia di Asian Beach Games Sanya 2026 menjadi pencapaian yang luar biasa, terlepas dari jenis perlombaan. Waktu 13,174 detik dalam speed women’s relay menjadi standar baru yang sulit dicapai oleh tim lain. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di level global, bahkan dalam ajang yang dianggap lebih terjangkau dibandingkan Olimpiade.

Pemecahan rekor dunia ini juga menginspirasi atlet muda yang ingin mengikuti jejak para pelaku olahraga. Sementara itu, lomba speed relay menjadi pengingat bahwa keberhasilan tim tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada koordinasi dan mental sebagai satu kesatuan. Dengan meraih medali emas dan memecahkan rekor, Desak/Kadek menjadi contoh bagus bagi para atlet yang mengikuti disiplin ini.

Langkah Ke Depan untuk Atlet Indonesia

Kemenangan dan rekor yang berhasil dicatatkan oleh Desak/Kadek menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam olahraga panjat tebing. Dengan dukungan dari federasi dan tim pelatih, para atlet bisa terus berkembang di berbagai ajang internasional. Keberhasilan ini juga menjadi pelajaran bagi atlet putra, yang perlu meningkatkan performa untuk mengejar posisi yang lebih baik di masa depan.

Sebagai bagian dari Asian Beach Games, lomba speed relay menggabungkan keuntungan dari pertandingan individu dan tim. Format ini memberi kesempatan bagi atlet untuk menunjukkan keterampilan yang lebih luas, sekaligus menjaga intensitas pertandingan hingga akhir. Dengan berbagai nama atlet yang berlaga, Indonesia menorehkan prestasi yang membanggakan, baik di kategori individu maupun estafet.

Kesimpulan dan Harapan Masa Depan