Meeting Results: Djokovic tersingkir pada laga pembukanya di Italian Open 2026
Djokovic Tersingkir di Italian Open 2026, Prizmic Menjadi Bintang Kecil
Meeting Results – Roma, Minggu (23/04) – Pertandingan pembuka Internazionali BNL d’Italia 2026 berakhir dengan kekecewaan bagi petenis Serbia legenda, Novak Djokovic. Bintang tenis dunia yang berusia 38 tahun itu takluk dari petenis Kroasia Dino Prizmic dengan skor 6-2, 2-6, 4-6. Kekalahan ini menandai pertama kalinya Djokovic gagal melangkah ke babak berikutnya dalam pertandingan pembuka di Roma sejak tahun 2008. Sebelumnya, ia dikenal sebagai juara setiap kali tampil di turnamen ini, tetapi kali ini ia harus menyerah di laga pertama.
Petenis Muda Tampil Mengesankan, Mengalahkan Idola
Setelah pertandingan, Prizmic memberikan pernyataan yang menggambarkan kebanggaannya menghadapi Djokovic. “Bagi saya, sulit untuk mengatakan sesuatu. Saya sangat menghormati Novak. Dia adalah idola saya, jadi ini adalah pertandingan yang hebat bagi saya hari ini,” kata petenis 20 tahun itu, seperti yang dikutip dari ATP. Ia menambahkan, “Saya bermain luar biasa dan ingin tetap fokus serta siap untuk pertandingan berikutnya.”
“Di set pertama dia bermain luar biasa dan di akhir set saya mencoba menemukan permainan saya dan saya berhasil, jadi ini sangat, sangat bagus,” ujar Prizmic.
Djokovic sebenarnya tampil dominan di set pertama, tetapi di set kedua, ia mengalami kesulitan secara fisik. Selama pertandingan, petenis berusia 38 tahun itu beberapa kali membungkuk dan meletakkan tangannya di lutut, menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Ia juga berjalan perlahan ke kursi saat pergantian set, menggambarkan kelelahan yang menghimpitnya. Meski begitu, di set ketiga Djokovic bangkit, menunjukkan semangat luar biasa, tetapi akhirnya kekurangan energi untuk mengimbangi performa stabil Prizmic.
Prizmic, yang merupakan petenis kualifikasi, mencuri perhatian dengan kinerjanya dalam pertandingan melawan Djokovic. Ini adalah pertemuan pertama mereka sejak Australian Open 2024, di mana Prizmic sempat menghadapi Djokovic dalam laga yang berlangsung sengit. Saat itu, ia memenangkan satu set dan memberikan tekanan besar kepada pemain nomor satu dunia dengan pukulan baseline yang konsisten. Meski kalah dalam empat set, Prizmic memperlihatkan potensi besar yang membuat Djokovic kewalahan.
Langkah Nyata Menuju Kemenangan Besar
Di Roma, Prizmic tampil lebih matang dibandingkan pertandingan sebelumnya. Pemain yang sebelumnya berada di peringkat 334 ATP kini meraih peringkat 79, menjadikannya petenis berusia 20 tahun dengan status tertinggi dalam kariernya. Dalam lima pertandingan terakhirnya, ia memenangkan delapan laga, termasuk kualifikasi di Madrid dan Roma. Performa terbaiknya pun diukir saat melaju ke final di turnamen ATP Challenger di Italia bulan lalu.
Prizmic juga meningkatkan agresivitasnya sejak set kedua, menunjukkan kepercayaan diri baru untuk meraih kemenangan atas Djokovic. Ini bukan sekadar keberhasilan sesaat, melainkan bukti bahwa ia telah memperkuat mental dan teknik sepanjang musim ini. Meski Djokovic adalah pemain yang dianggap sulit dikalahkan, Prizmic berhasil mengambil momentum, memperlihatkan permainan yang konsisten hingga akhir pertandingan.
Rekor Djokovic Terancam di Roma
Kekalahan Djokovic di laga pembuka ini menandai kesulitan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam kariernya di Roma. Sebelumnya, ia memenangkan enam gelar di turnamen tersebut, tetapi kali ini ia terjatuh di babak pertama. Statistiknya di Roma menjadi 18-1, menunjukkan bahwa timnya mengalami kesulitan menghadapi pemain muda yang muncul dengan energi penuh.
Sebelumnya, Djokovic memenangkan babak keempat di Indian Wells pada Maret lalu, tetapi di Roma, ia tampil kurang maksimal. Pada beberapa momen, ia kesulitan bergerak bebas, terutama dalam pertukaran fisik di baseline. Prizmic, yang bermain kidal, memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik, membuat Djokovic terjepit di pertandingan yang berlangsung berimbang.
Kemungkinan Kembali untuk Roland Garros
Djokovic segera melangkah ke Roland Garros akhir bulan ini, di mana ia berharap memperpanjang rekor gelar utama ke-25. Di awal tahun ini, ia berhasil mengalahkan Jannik Sinner di Australian Open dan mencapai final. Kini, kekalahan di Roma menjadi ujian awal untuk persiapan menghadapi turnamen besar berikutnya. Meski terpecah di pertandingan pembuka, Djokovic masih punya kesempatan untuk bangkit di babak-babak berikutnya.
Di sisi lain, Prizmic akan melangkah ke babak ketiga ATP Masters 1000 Roma. Kemenangan ini menjadi langkah signifikan bagi petenis yang sebelumnya tak pernah meraih hasil sebaik ini. Ia kini berada di posisi yang menantang, dengan target untuk terus mengembangkan kekuatan fisik dan mentalnya. Pertandingan melawan Djokovic, yang merupakan salah satu lawan terberatnya, menjadi pembuktian bahwa Prizmic telah melewati masa awal kariernya dan siap bersaing di level tertinggi.
Kekalahan Djokovic di Italian Open 2026 bukan hanya sebuah peristiwa, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan pemain itu sendiri. Setelah kehilangan keunggulan di set pertama, ia harus beradaptasi dengan ritme pertandingan yang berubah, tetapi Prizmic mampu menjaga kekonsistenan. Kini, pertandingan ini menjadi momen penting bagi Prizmic, sekaligus menjadi pembelajaran bagi Djokovic dalam memperkuat strategi untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.
Sejak kualifikasi di Madrid, Prizmic telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Ia tidak hanya mengalahkan Ben Shelton di perjalanan ke babak ketiga, tetapi juga menembus area peringkat yang sebelumnya dianggap jauh dari jangkauannya. Di Roma, ia memperlihatkan ketangguhan yang tak terduga, mampu mengimbangi permainan Djokovic dengan kecepatan dan ketepatan pukulan yang luar biasa.
Bagi Djokovic, kekalahan di Italian Open 2026 menjadi pengingat bahwa kompetisi di level Masters 1000 tetap menantang, terutama setelah ia melangkah ke Roland Garros. Meski mencoba pulih dari kelelahan, ia harus mengatasi sederet pemain berbakat yang siap melawan keunggulan yang selama ini ia peroleh. Prizmic, dengan kemenangan pertamanya melawan Djokovic, telah menjadi ancaman serius bagi rekor sempurna bintang Serbia tersebut.
