Lima kontrakan di Ciracas Jaktim terbakar akibat korsleting listrik
Lima Kontrakan di Ciracas Jaktim Terbakar Akibat Korsleting Listrik
Lima kontrakan di Ciracas Jaktim terbakar – Kebakaran yang menghancurkan lima kontrakan di Ciracas, Jakarta Timur, terjadi Jumat siang lalu. Peristiwa ini menimbulkan kepanikan di lingkungan pemukiman padat, khususnya di Jalan Asmin RT 02/RW 03, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas. Api meluas dengan cepat, merambat ke lima unit kontrakan lainnya hingga seluruh bangunan terbakar habis. Laporan awal menyebutkan bahwa kejadian ini tidak terduga, dengan korsleting listrik menjadi penyebab utama. Warga sekitar menyebutkan bahwa api mulai dari satu kontrakan dan menyebar ke seluruh area dalam waktu singkat.
Keterangan dari Ketua RT
“Api tiba-tiba membesar dan menyebar ke lima kontrakan lainnya. Semua bangunan menjadi hangus terbakar dalam hitungan menit,” kata Muryani, Ketua RT 02, saat ditemui di lokasi kejadian. Ia menjelaskan bahwa api merambat cepat karena kondisi lingkungan yang rapat dan akses air yang terbatas. Muryani menekankan bahwa kebakaran mengancam kehidupan warga karena struktur bangunan yang usang dan tidak memiliki sistem keamanan yang memadai.
Kebakaran terjadi saat warga sedang melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga tidak banyak waktu untuk menyelamatkan barang. “Api langsung membesar dari belakang ruang tidur, menyebabkan penghuni kesulitan menyelamatkan barang-barang mereka,” tambah Muryani. Ia juga menyebutkan bahwa kejadian ini mengingatkan masyarakat tentang pentingnya memeriksa kabel listrik secara rutin, terutama di area yang padat penduduk.
Respons Pemadam Kebakaran
Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur menerima laporan kebakaran dan segera bergerak ke lokasi. Puluhan personel pemadam tiba di tempat sekitar 15 menit setelah kejadian. Meski tiba cepat, perlu waktu lama untuk memadamkan api karena api sudah menyebar ke beberapa kontrakan. “Karena api meluas ke berbagai bagian bangunan, kami memerlukan koordinasi lebih intensif untuk mengendalikannya,” ujar petugas pemadam di lokasi.
Sebagai upaya mengurangi dampak, warga sekitar berupaya menangani api dengan ember dan alat seadanya. Namun, upaya ini kurang efektif mengingat struktur bangunan yang tidak tahan api. “Karena kontrakan-kontrakan berdekatan, api bisa melalui celah kecil seperti dinding atau atap,” kata Muryani. Kejadian ini juga menunjukkan bahwa warga membutuhkan bantuan profesional untuk mengatasi kebakaran yang berpotensi mengancam kehidupan mereka.
Kondisi Lokasi dan Faktor Penyebab
Lokasi kebakaran berada di Jalan Asmin, yang sempit dan diapit oleh bangunan kontrakan. Faktor ini memperbesar risiko kebakaran meluas, terutama karena kabel listrik di area tersebut sudah berusia beberapa dekade. Muryani mengungkapkan bahwa korsleting listrik terjadi secara tiba-tiba, tanpa tanda-tanda sebelumnya. “Kabel lama rentan terjadi korsleting, dan pemilik kontrakan tidak melakukan perbaikan sebelumnya,” jelasnya.
Api mulai dari satu kontrakan yang ditempati oleh pemiliknya, lalu menyebar ke sekitarnya. “Karena kabel yang rusak, arus listrik tiba-tiba meledak dan memicu percikan api,” tambah Muryani. Ia juga menyebutkan bahwa kurangnya pengecekan berkala terhadap sistem listrik menjadi penyebab utama. “Kebocoran atau korsleting bisa terjadi kapan saja, terutama di lingkungan pemukiman yang padat,” katanya.
Kondisi Warga dan Penyelamatan
Sebanyak 19 orang yang tinggal di lima kontrakan terkena dampak kebakaran. Muryani mengatakan bahwa semua penghuni berhasil menyelamatkan diri, tetapi kehilangan sebagian besar perabotan dan barang dagangan. “Kebanyakan dari mereka adalah warga miskin atau pekerja harian, sehingga kehilangan tidak hanya barang tapi juga kestabilan hidup,” ujarnya. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini memicu kecemasan di kalangan masyarakat yang tinggal di tempat yang sementara.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas bersama warga melakukan pemeriksaan terhadap kerusakan. Kebakaran di lima kontrakan ini menimbulkan kerugian sekitar Rp100 juta, terutama dari sisi properti. Muryani menyarankan adanya peningkatan kesadaran akan keamanan listrik, termasuk penggunaan kabel modern dan penggunaan alat pemadam yang lebih cepat. “Kami berharap warga lebih waspada, terutama di area yang berisiko tinggi,” tutupnya.
