New Policy: MRT Jakarta libatkan lansia jadi petugas stasiun pada Hari Lanjut Usia
MRT Jakarta Libatkan Lansia Jadi Petugas Stasiun pada Hari Lanjut Usia
New Policy – Jakarta, Jumat — PT MRT Jakarta (Perseroda) menunjukkan komitmen terhadap inklusivitas dalam layanan transportasi publik dengan menggandeng 24 lansia sebagai sukarelawan petugas stasiun. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Lansia #PastiBisa Berkarya, yang diadakan secara serentak dengan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026.
“Kami juga menyampaikan apresiasi khusus kepada para petugas lansia yang tetap berdedikasi menjaga layanan publik,”
ujar Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda), Mega Tarigan, dalam sebuah wawancara di Jakarta.
Menurut Mega, pelibatan lansia dalam posisi petugas stasiun bukan hanya untuk memperayaian hari khusus, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap partisipasi aktif mereka dalam pembangunan kota.
“Dukungan dan kontribusi dari para pelanggan serta petugas menjadi inspirasi bagi kami untuk terus berkomitmen menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, dan inklusif bagi masyarakat Jakarta,”
tambahnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini didasari oleh keikutsertaan seluruh komponen masyarakat, termasuk lansia, dalam menyokong sistem transportasi yang lebih baik.
Program Pengembangan Sosial yang Berkelanjutan
Program Petugas Lansia di Stasiun telah berlangsung sejak tahun 2025 sebagai upaya memperkuat peran lansia dalam ruang publik. Selama masa program tersebut, para lansia diberikan pelatihan khusus untuk memahami tugas-tugas operasional di stasiun, seperti memberikan bantuan informasi, mengawasi penggunaan jalur antrean, dan memastikan keselamatan penumpang. Dengan adanya program ini, MRT Jakarta berharap mampu menciptakan lingkungan transportasi yang lebih ramah bagi semua usia, termasuk lansia yang sering kali membutuhkan bantuan tambahan.
Program ini juga bertujuan untuk memberdayakan lansia sekaligus memperkenalkan mereka sebagai bagian dari komunitas yang aktif dalam pengelolaan infrastruktur kota. Selama tujuh hari, mulai 29 Mei hingga 5 Juni 2026, para petugas lansia ditempatkan di beberapa stasiun dengan tingkat kepadatan penumpang yang tinggi, seperti Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Blok M BCA, Istora Mandiri, Dukuh Atas BNI, dan Bundaran HI Bank Jakarta. Mega menyatakan bahwa stasiun-stasiun tersebut dipilih karena sering menjadi titik kumpul utama warga, sehingga keberadaan petugas lansia di sana diharapkan mampu memberikan dampak lebih besar.
Kehadiran para lansia di stasiun bukan hanya memberikan dukungan logistik, tetapi juga membawa dampak sosial yang nyata. Dalam tugasnya, mereka berperan sebagai pengedukasi penumpang, terutama mengenai disiplin penggunaan transportasi umum. Beberapa kegiatan yang dilakukan meliputi mengingatkan penumpang untuk mengantre di garis kuning, mendahulukan orang yang turun dari kereta, serta menghindari kebiasaan makan dan minum di area berbayar. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan serta menciptakan ketertiban di dalam stasiun.
Manfaat dan Tujuan Program
MRT Jakarta menilai program ini sebagai bukti bahwa lansia tetap mampu berkontribusi secara signifikan dalam kehidupan masyarakat, terlepas dari usia mereka. Dengan memberikan peluang kepada lansia untuk menjadi bagian dari layanan publik, MRT Jakarta ingin menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terlibat dalam aktivitas produktif. “Lansia adalah bagian dari komunitas yang tidak bisa dipisahkan, dan kami percaya bahwa mereka memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi positif jika diberikan kesempatan yang tepat,” jelas Mega.
Kehadiran para lansia dalam program ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap keterlibatan mereka dalam berbagai aspek kehidupan sosial. Dalam rangka memperingati HLUN, PT MRT Jakarta memperkuat komitmen untuk melibatkan lansia sebagai mitra dalam menyediakan layanan transportasi yang lebih baik. Selain itu, program ini juga mencerminkan usaha untuk memperkenalkan generasi muda pada nilai-nilai kegotongroyongan, sehingga masyarakat lebih merasa terhubung dengan kelompok usia lanjut.
Mega menambahkan bahwa keberhasilan program ini didukung oleh keterlibatan aktif pelanggan MRT Jakarta. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah bersedia membantu mengembangkan kualitas layanan,” ucapnya. Ia juga menyebutkan bahwa para pelanggan dan petugas yang terlibat menjadi contoh bagi perusahaan untuk terus berinovasi dalam menyediakan fasilitas yang lebih responsif terhadap kebutuhan berbagai kalangan.
Dalam keseluruhan rangkaian kegiatan, MRT Jakarta menggambarkan bahwa pelayanan transportasi umum harus bersifat inklusif, bukan hanya untuk kemudahan akses tetapi juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada semua penumpang. Dengan melibatkan lansia sebagai petugas stasiun, MRT Jakarta berharap dapat menciptakan kebiasaan baru dalam penggunaan transportasi yang lebih berkelanjutan. Ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat identitas perusahaan sebagai pelaku yang peduli terhadap kesejahteraan sosial.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, MRT Jakarta juga melakukan berbagai evaluasi terhadap kinerja para petugas lansia. Hasil evaluasi tersebut digunakan untuk meningkatkan program secara berkelanjutan, termasuk peningkatan pelatihan dan penambahan jumlah petugas di stasiun-stasiun lain. “Kami ingin memastikan bahwa program ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan, tetapi juga menjadi bentuk pengembangan berkelanjutan yang bisa diikuti di masa depan,” kata Mega.
Perayaan Hari Lanjut Usia Nasional tahun ini menjadi momen penting untuk menegaskan bahwa lansia tidak hanya diberikan manfaat, tetapi juga diberdayakan untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Dengan adanya program ini, MRT Jakarta menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memperhatikan kebutuhan fisik lansia, tetapi juga mendorong partisipasi mereka dalam ruang publik yang dinamis. Harapan besar ditempatkan pada keberlanjutan program, yang diperkirakan akan berdampak positif pada kehidupan masyarakat Jakarta secara keseluruhan.
