Special Plan: PSSI gandeng KNVB latih pelatih dan anak Papua
PSSI dan KNVB Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Pelatih serta Pemain Muda Papua
Special Plan – Timika, Jawa Barat – Sebuah upaya kolaboratif yang melibatkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Freeport Indonesia (PTFI) telah dilaksanakan bersama Asosiasi Sepak Bola Kerjaan Belanda (KNVB). Program pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan pelatih serta meningkatkan teknik bermain sepak bola bagi pemain muda dari Papua. Lokasi kegiatan berada di Mimika Sport Complex (MSC), SP-5, Timika, dengan durasi 28 hingga 30 Mei 2025. Peserta melibatkan pelatih-pelatih dari Papua Football Academy (PFA), Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) Kuala Kencana, Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), dan PFA kembali menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
Isi Pelatihan yang Menggabungkan Kurikulum KNVB
Kurikulum yang diterapkan dalam pelatihan ini menekankan pada partisipasi aktif pemain sejak tingkat dasar hingga tingkat lanjutan. Materi yang disampaikan terutama fokus pada strategi taktis dan pendekatan latihan yang lebih mudah dipahami. Ratu Thisa, Wakil Ketua Umum PSSI, menyatakan bahwa para pelatih dan pemain dari berbagai lembaga tersebut mendapatkan ilmu baru yang signifikan. “Ini merupakan kesempatan luar biasa bagi mereka untuk belajar teknik yang lebih modern, serta menguasai metode mengajar yang komprehensif,” ujarnya.
“Sangat luar biasa banyak ilmu baru yang didapat oleh para pelatih, PFA maupun dari YPJ dan SATP,” kata Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Thisa di Timika, Sabtu.
Ratu juga menekankan bahwa meski ada perbedaan intensitas latihan antara PFA dan lembaga lain, keduanya konsisten dalam mengikuti kurikulum KNVB. “Kurikulum ini menekankan pada pengembangan partisipasi pemain dari tingkat bawah ke atas, materinya lebih taktis, lebih mudah dimengerti, dan dalam praktik, anak-anak sudah terbiasa serta bisa mengikuti secara baik,” tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh peserta, baik yang tergabung dalam program intensif maupun rekreasi, mampu merasakan manfaat dari pendekatan pengajaran yang terstruktur.
Kemampuan Pemain Muda Papua dalam Adaptasi Taktik Baru
Selama pelatihan, para pemain muda PFA ditantang untuk mengadopsi pola permainan yang lebih cepat dan dinamis. Ratu mengapresiasi kerja keras mereka, terlepas dari kondisi cuaca yang tidak mendukung, seperti hujan yang turun saat sesi latihan. “Mereka mampu menyesuaikan diri dengan pola dan gaya latihan baru yang diterapkan oleh pelatih dari luar negeri, meski di tengah hujan,” jelas Ratu. Pemain dari YPJ dan SATP juga tidak kalah dalam memahami konsep sepak bola yang disampaikan, menurutnya.
“Karena dasarnya sudah bagus, sehingga untuk mereka mengikuti latihan di area dengan intensitas lebih tinggi, mereka bisa mengikutinya,” kata Ratu.
Kurikulum KNVB digunakan sebagai dasar pengembangan teknik dan strategi, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemain serta pelatih di Papua. Selain itu, program ini juga menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai yang menjadi pedoman PSSI, seperti disiplin, sportifitas, rasa hormat, dan persatuan. “Saya melihat di PFA kurikulum yang mereka bentuk ini turunan dari empat nilai PSSI mulai dari disiplin, rasa hormat terhadap guru, sportifitas, dan persaudaraan yang kuat,” tambah Ratu. Menurutnya, ini adalah contoh yang sangat baik dari tanah Papua yang bisa menjadi inspirasi untuk sepak bola Indonesia secara umum.
Langkah PTFI dalam Meningkatkan Kemitraan dengan PSSI
Senior Vice President Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Freeport Indonesia untuk mendukung pengembangan sepak bola di Papua. “Kemitraan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelatih dan memastikan pemain muda dapat menguasai strategi serta teknik bermain yang lebih modern,” katanya. PTFI juga menyebutkan bahwa pelatihan KNVB menjadi sarana untuk memperluas wawasan pelatih dan pemain, terutama dalam hal taktik serta pengelolaan lapangan.
“Mengembangkan teknik strategi bermain bola secara khusus bagi para pelatih dan anak di Papua Football Academy serta bagi para pelatih dari sekolah YPJ dan SATP,” kata Nathan.
Nathan menambahkan bahwa ini adalah pelatihan kedua yang dilakukan setelah sebelumnya pada tahun 2025, di MSC dengan melibatkan 11 pelatih dari PFA. “Tahun ini dibuat sedikit beragam dengan melibatkan delapan pelatih lain dari dua sekolah yang berafiliasi dengan PTFI, yakni YPJ dan SATP,” jelasnya. Ia berharap program ini terus berkembang, sekaligus mendorong keterlibatan lebih banyak pelatih dan pemain muda di masa depan.
Manfaat Jangka Panjang dari Kolaborasi Ini
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, PSSI dan KNVB berupaya menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih profesional dan inklusif. Ratu Thisa menekankan bahwa pelatihan ini bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga untuk mendorong keberlanjutan olahraga di Papua. “Dengan memadukan kurikulum KNVB, kami harap para pelatih dan pemain dapat menghasilkan kualitas yang bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.
Kemitraan antara PSSI dan KNVB juga diharapkan menjadi model bagi program pembinaan sepak bola di daerah lain. Dengan memanfaatkan sumber daya internasional, seperti pelatih dari KNVB, maka seluruh pemain muda di Papua bisa mendapatkan pendekatan pengajaran yang lebih komprehensif. PSSI dan PTFI secara aktif berupaya mengisi kebutuhan infrastruktur dan pembinan, terutama di wilayah yang masih kurang mendapat perhatian. “Ini adalah langkah penting dalam menjaga keberlanjutan olahraga, khususnya di tanah Papua,” pungkas Ratu.
Timnas Indonesia dan Persatuan Daerah dalam Upaya Pemuda Papua
Kurikulum yang digunakan dalam pelatihan ini mencerminkan komitmen PSSI dan PTFI dalam mengembangkan sepak bola dari bawah. Ratu menyoroti bahwa PFA dan lembaga lainnya telah membentuk sistem pendidikan yang selaras dengan prinsip-prinsip sepak bola Indonesia. “Kami melihat keterlibatan yang sangat baik dari pemain muda, serta kemamp
