Topics Covered: China desak Myanmar ambil langkah pembangunan yang “didukung rakyat”
China Dorong Myanmar Terapkan Strategi Pembangunan yang Populer di Kalangan Rakyat
Topics Covered – Istanbul, 15 Mei 2023 – Presiden Tiongkok Xi Jinping memberikan saran kepada Myanmar untuk mengambil langkah-langkah pembangunan yang “konsisten dengan aspirasi rakyat” selama pertemuan dengan Presiden Min Aung Hlaing di Beijing, Selasa (16 Mei). Pertemuan ini diselenggarakan setelah upacara sambutan resmi di pusat kota. Xi Jinping menekankan pentingnya kerja sama dengan Myanmar dalam kerangka kebijakan luar negeri Tiongkok, khususnya dalam menciptakan strategi pengembangan yang dianggap relevan dengan kondisi nasional dan mendapat dukungan luas dari masyarakat.
“Kerja sama antara Tiongkok dan Myanmar menjadi prioritas dalam diplomasi tetangga kita, dan kami mendukung pemerintahan baru Myanmar dalam menyeimbangkan kebutuhan pembangunan dan stabilitas keamanan,” ujar Xi Jinping selama pertemuan tersebut.
Min Aung Hlaing, yang sejak 2021 memimpin Myanmar setelah menggulingkan pemerintahan sipil, telah memperparah konflik etnis di negara tersebut. Meski situasi politik Myanmar tetap kompleks, Xi Jinping tetap memandang Koridor Ekonomi Tiongkok-Myanmar sebagai proyek strategis dalam kerangka Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) Tiongkok. Proyek ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat integrasi regional.
Pertemuan antara Xi dan Min juga menjadi momentum untuk membahas progres kerja sama infrastruktur kritis, termasuk proyek transportasi dan energi yang telah dijajaki selama beberapa tahun. Dalam diskusi, Xi menyatakan bahwa keberhasilan proyek-proyek ini akan memberikan manfaat langsung bagi rakyat Myanmar, seperti meningkatkan akses layanan dasar dan memperluas peluang kerja.
Selama kunjungan lima hari ini, Min Hlaing akan bertemu sejumlah tokoh penting di Tiongkok, termasuk Perdana Menteri Li Qiang dan Pemimpin Komite Tetap Majelis Rakyat Nasional Zhao Leji. Pertemuan ini berlangsung dalam konteks penguatan hubungan politik dan ekonomi antara kedua negara, yang semakin berkembang seiring keterlibatan aktif dalam kerja sama multilateral. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi telah menerima rekan sejawat Myanmar, Tin Maung Swe, di Beijing awal bulan ini sebagai bagian dari upaya koordinasi bilateral.
China menjadi mitra dagang terbesar Myanmar, dengan nilai perdagangan dua negara mencapai 19,4 miliar dolar AS pada tahun lalu. Hubungan ekonomi yang dekat antara Tiongkok dan Myanmar mencakup berbagai sektor, seperti pembangunan infrastruktur, pengembangan energi, serta perdagangan lintas batas. Dalam rangka memperkuat kemitraan ini, Xi Jinping menegaskan dukungan Beijing terhadap upaya Myanmar dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayahnya, meski situasi di negara tersebut masih kritis.
Kunjungan Min ke Beijing bukan hanya bagian dari kebijakan luar negeri Myanmar, tetapi juga menggambarkan komitmen negara tersebut untuk memperkuat hubungan dengan mitra kunci di Asia Tenggara. Sebelumnya, Min telah melakukan lawatan ke India sebagai presiden pertama kalinya, menunjukkan strategi untuk menghadirkan Myanmar sebagai sentral dalam kerja sama regional. Di sisi lain, Tiongkok terus memperluas pengaruhnya melalui investasi infrastruktur dan inisiatif ekonomi, yang diperkirakan akan meningkatkan daya saing Myanmar di pasar global.
Stabilitas dan Kebutuhan Pembangunan
Dalam pidatonya, Xi Jinping juga menyoroti pentingnya stabilitas politik sebagai prasyarat untuk mendukung program pembangunan. “Tanpa keamanan yang kuat, proyek ekonomi seperti Koridor Tiongkok-Myanmar akan sulit berkembang,” katanya. Ia menambahkan bahwa Tiongkok bersedia berpartisipasi dalam dialog antar-etnis di Myanmar untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.
Koridor Ekonomi Tiongkok-Myanmar, yang dianggap sebagai proyek unggulan BRI, mencakup sejumlah pembangunan infrastruktur kritis seperti jalur kereta api, jalan raya, dan pusat logistik. Proyek ini diharapkan menjadi penggerak utama untuk meningkatkan koneksi perdagangan dan mengurangi ketergantungan Myanmar pada pasar luar negeri. Xi Jinping juga menyoroti potensi proyek ini dalam memperkuat hubungan strategis antara kedua negara, terutama di tengah dinamika geopolitik yang semakin rumit.
Di samping itu, pembicaraan antara kedua pemimpin melibatkan pembahasan tentang peran Tiongkok dalam membantu Myanmar mengatasi tantangan ekonomi akibat krisis politik. Xi Jinping menegaskan bahwa Tiongkok akan terus mendukung Myanmar dalam berbagai aspek, termasuk pembangunan kebijakan ekonomi yang berkelanjutan dan kestabilan sosial. “Kami percaya bahwa langkah-langkah yang diambil Myanmar akan mencerminkan keinginan rakyatnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan,” tambah Xi.
Kunjungan Min Hlaing ke Beijing berlangsung di tengah upaya meningkatkan koordinasi antara Tiongkok dan Myanmar dalam konteks krisis saat ini. Meski Myanmar mengalami tekanan dari dalam dan luar negeri, Xi Jinping memandang bahwa kerja sama antara kedua negara tetap menjadi faktor penting dalam menjaga hubungan tetangga yang saling menguntungkan. “Kami berharap Myanmar dapat menyeimbangkan kebutuhan pembangunan dengan aspirasi rakyat, dan Tiongkok siap menjadi mitra dalam proses ini,” tutur Xi.
Pertemuan ini juga memberikan kesempatan bagi kedua negara untuk menyelaraskan kepentingan dalam konteks keamanan regional. Dengan meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, Tiongkok dan Myanmar diharapkan dapat mengurangi risiko konflik yang berpotensi menyebar ke wilayah tetangga. Dalam konteks ini, proyek-proyek infrastruktur menjadi kunci untuk membangun kepercayaan antar-negara dan menciptakan perdagangan yang lebih efisien.
Sebagai negara tetangga yang berbatasan langsung, Tiongkok dan Myanmar memiliki hubungan yang unik dan saling bergantung. Perdagangan bilateral telah menjadi tulang punggung ekonomi Myanmar, dengan sektor pertanian dan industri kecil menjadi bagian utama dari ekspor ke Tiongkok. Dengan nilai transaksi yang terus meningkat, Tiongkok berharap proyek ekonomi akan menjadi fondasi untuk kemitraan jangka panjang, terutama dalam konteks pemulihan pascakrisis politik.
Dalam kesimpulannya, Xi Jinping menekankan bahwa Tiongkok akan terus berada di samping Myanmar, baik dalam hal politik maupun ekonomi. “Kami percaya bahwa langkah-langkah yang diambil Myanmar akan mencerminkan keinginan rakyatnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan,” katanya. Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari perjanjian-perjanian baru yang akan memperkuat kedua negara dalam menghadapi tantangan global dan memperoleh peluang pertumbuhan yang lebih besar.
