Jamaah wafat bertambah – haji Aceh wafat di Madinah akibat komplikasi

Kematian Jamaah Haji Aceh Terus Bertambah, Total Capai 10 Orang

Jamaah wafat bertambah – Banda Aceh, 16 Juni 2026 – Jumlah jamaah haji Aceh yang meninggal dunia karena sakit di Arab Saudi, baik di Makkah maupun Madinah, kembali naik menjadi 10 orang. Berdasarkan laporan dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), seorang jamaah dari Aceh meninggal pada hari ini di Madinah, sehingga total kematian yang tercatat hingga saat ini mencapai 10. Pernyataan ini diungkapkan oleh Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, di Banda Aceh, Selasa (16/6).

“Hari ini seorang jamaah haji Aceh wafat di Madinah, sehingga jumlah keseluruhan sampai sekarang telah mencapai 10 orang,” kata Arijal.

Jamaah yang meninggal terakhir berasal dari Kloter 04, Kota Langsa, bernama Razali Mahmud Ben. Ia meninggal di Al Haram Hospital pada Senin (15/6) akibat komplikasi kesehatan dan dimakamkan di pemakaman Jannatul Baqi, Madinah. Sebelumnya, terdapat sembilan jamaah lain yang meninggal di dua lokasi berbeda. Mereka terdaftar dalam kloter-kloter berbeda dan mengalami kematian pada periode berbeda.

Perinci Kematian Jamaah Haji Aceh

Dari informasi yang diberikan, jamaah haji Aceh yang meninggal di Madinah tercatat seorang, yakni Razali Mahmud Ben. Sementara di Makkah, ada sembilan jamaah yang wafat. Berikut daftar lengkap mereka:

1. **Muhammad Yusuf bin Nafi** dari Kloter 08, Kabupaten Bireuen, meninggal pada Minggu (14/6) di Madinah. Ia dikenal mengalami kondisi kritis sebelum wafat. 2. **Nurdin Ali (69)** dari Kloter 10, Kabupaten Pidie, wafat di Hotel Burj Al Wahda Al Mutamayiz, Makkah, pada Sabtu (6/6) akibat serangan jantung. 3. **Mahdi Muhammad Sufi (60)** dari Kloter 02, Kabupaten Aceh Besar, meninggal di RS King Abdul Aziz pada 14/6 karena penyakit ginjal yang memburuk. 4. **Ibrahim Bin Abdul Kadir Nuh (74)** dari Kloter 10, Kabupaten Pidie, wafat di King Abdul Aziz Hospital pada Minggu (31/5). 5. **Sulasry Abdul Gani (74)** dari Kloter 05, Kabupaten Bireuen, meninggal di kamar Hotel Burj Al Wahda Almutamayiz, Makkah, pada 31/5. 6. **Aminah Ahmad (76)** dari Kloter 13, Kabupaten Pidie Jaya, wafat di Sheefa Hospital pada 30/5. 7. **Siti Salmijah (83)** dari Kloter 13, Pidie Jaya, meninggal di RS Mina Al Wadi pada 28/5. 8. **Maimunah Yusuf Ali (72)** dari Kloter 13, Aceh Tamiang, wafat di Asrama Haji pada Selasa (26/5). 9. **Nurwaida Muhammad Yusuf (76)** dari Kloter 08, Kabupaten Bireuen, juga meninggal pada Selasa (26/5).

Dari semua jamaah yang meninggal, sebagian besar mengalami komplikasi medis akibat penyakit yang mereka derita selama menjalani ibadah haji. Arijal menambahkan, pemakaman jamaah yang wafat di Makkah dilakukan di dua tempat berbeda, yaitu pemakaman Syariah dan Saraya Suhada Al Haram. Sementara itu, jamaah yang meninggal di Madinah dimakamkan di Jannatul Baqi, sebuah makam yang dikenal sebagai tempat pemakaman umum untuk para jamaah haji.

Kondisi Jamaah Haji Aceh yang Masih Dirawat

Menurut Arijal, hingga saat ini masih ada 11 jamaah haji Aceh yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Mereka tersebar di berbagai wilayah, termasuk Makkah dan Madinah. Perawatan ini dianggap penting untuk memantau kondisi kesehatan jamaah yang mengalami gangguan fisiologis atau komplikasi akut selama berada di tanah suci.

Selain kematian, kondisi kesehatan para jamaah yang masih hidup juga diperhatikan secara intensif oleh petugas. PPIH memastikan bahwa semua jamaah yang mengalami gejala serius mendapatkan penanganan medis yang optimal. Sejumlah jamaah, misalnya, mengalami gejala penyakit paru-paru, diabetes, atau tekanan darah tinggi, yang memerlukan perawatan lebih lanjut.

Kembali ke Tanah Air

Jamaah haji Aceh telah mulai diterbangkan kembali ke Tanah Air sejak 15 Juni 2026. Proses pengembalian ini berlangsung secara bertahap, dengan kloter pertama dari Kota Banda Aceh sebanyak 393 orang telah tiba di Asrama Haji. Pemulangan jamaah dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat, termasuk pengujian kesehatan dan pengawasan medis sepanjang perjalanan.

Arijal menjelaskan bahwa pengembalian jamaah haji dilakukan dalam rangka untuk memastikan mereka dapat pulang dengan aman setelah menyelesaikan ibadah haji. Namun, beberapa jamaah yang kondisi kesehatannya tidak stabil masih menunggu keberangkatan kembali. Dari total 11 jamaah yang sedang dirawat, sebagian besar diharapkan bisa pulih sebelum masa pengembalian berakhir pada 30 Juni 2026.

Upaya Pemulihan Kesehatan

PPIH bekerja sama dengan rumah sakit di Arab Saudi melakukan upaya pemulihan kesehatan untuk jamaah yang masih sakit. Tim medis berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik guna mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut. Juga dilakukan pelacakan terhadap semua jamaah yang memiliki riwayat penyakit atau faktor risiko tertentu.

Sebagai tambahan, seluruh jamaah haji Aceh yang sedang menjalani perawatan mendapatkan pendampingan dari petugas penyelenggara haji. Mereka diberikan penjelasan tentang kondisi medis, serta bantuan psikologis untuk mengurangi kecemasan. Arijal juga menegaskan bahwa kesiapan rumah sakit dan tim medis menjadi prioritas utama selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Analisis dan Penyesuaian

Dari data yang terkumpul, keberangkatan jamaah haji Aceh ke Arab Saudi tergolong berjalan lancar, tetapi terdapat risiko kesehatan yang perlu diperhatikan. Arijal mengatakan, meski jumlah jamaah yang wafat tidak terlalu besar, tetapi hal ini menjadi pembelajaran untuk meningkatkan persiapan lebih lanjut pada tahun depan. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan lebih dini sebelum berangkat, serta pengelolaan medis yang siap menghadapi keadaan darurat.

Pengelolaan keberangkatan jamaah haji Aceh juga mencakup pengaturan transportasi yang efisien, penginapan, dan pengawasan terhadap keadaan fisik jamaah selama di tanah suci. Dengan adanya k