Topics Covered: Unhas dan MPR RI kerja sama perkuat nilai kebangsaan
Unhas dan MPR RI Kerja Sama Perkuat Nilai Kebangsaan
Makassar, Kamis
Topics Covered – Pada hari ini, Makassar, Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia secara resmi menandatangani nota kesepahaman untuk menjalin kerja sama dalam menguatkan peran akademisi dalam pengembangan nilai-nilai kebangsaan dan konstitusi. Tindakan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membentuk diskursus kebangsaan yang lebih mendalam serta mendukung penguatan demokrasi dan kehidupan konstitusional di Indonesia.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, kampus dan institusi pendidikan tinggi memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi pemikiran yang berdampak bagi isu-isu kebangsaan dan ketatanegaraan. “Perguruan tinggi serta para akademisi memiliki peran penting dalam menyumbangkan masukan, studi, serta gagasan yang bermanfaat untuk memperkuat kehidupan konstitusional di Indonesia,” katanya setelah upacara penandatanganan MoU di Makassar. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari upaya sistematis untuk menciptakan kesadaran kolektif tentang nilai-nilai dasar yang mendasari kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Sinergi antara MPR RI dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk menghadirkan diskursus kebangsaan yang berbasis ilmu pengetahuan,” tambah Fauziah. Ia menjelaskan bahwa MoU ini dirancang untuk memperkuat komitmen kedua institusi dalam membangun ekosistem kebangsaan yang lebih solid, melalui berbagai inisiatif seperti pelatihan, kajian, dan kegiatan edukatif yang bersifat inklusif.
Di sisi lain, Rektor Unhas, Prof Dr Jamaluddin Jompa, menyoroti bahwa penandatanganan MoU ini bukan sekadar bentuk kerja sama formal, tetapi juga wujud komitmen bersama dalam mendukung peran akademik sebagai motor penggerak pembangunan nasional. “Kerja sama ini menunjukkan keseriusan Unhas dalam berkontribusi pada penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan berbasis penelitian dan pendidikan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa universitas sebagai mitra strategis harus mampu memberikan solusi yang praktis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Sebagai perguruan tinggi yang mengusung prinsip berdampak, Unhas akan selalu menjadi bagian dari upaya mendorong kebijakan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” kata Prof JJ. Ia juga mengapresiasi peran MPR RI dalam memberikan arah kebijakan yang selaras dengan visi Indonesia maju dan berkeadilan sosial.
Kerja sama antara Unhas dan MPR RI ini diharapkan dapat menjadi platform untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif, seperti penyelenggaraan seminar, diskusi ilmiah, riset yang relevan, serta penguatan literasi kebangsaan di kalangan masyarakat. Program-program ini, menurut Fauziah, akan memperkuat kesadaran warga negara tentang hak dan kewajiban mereka, serta membangun kesepahaman terhadap prinsip-prinsip demokrasi yang mendasari negara kesatuan Republik Indonesia.
Menurut Prof JJ, selain memperkuat hubungan antar institusi, kerja sama ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan konstitusi di tingkat kampus. “Universitas Hasanuddin akan mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan ke dalam kurikulum dan kegiatan akademik, sehingga generasi muda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjunjung tinggi konstitusi,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa Unhas akan terus berupaya menjadi salah satu lembaga pendidikan yang unggul dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berwawasan kebangsaan.
Pembangunan nasional, menurut Fauziah, tidak dapat tercapai tanpa keberhasilan dalam penguatan nilai-nilai sosial dan politik yang diakui oleh seluruh lapisan masyarakat. “Kampus adalah tempat di mana pemikiran kebangsaan dapat ditingkatkan, dan MPR RI memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan-kebijakan yang mendorong kehidupan demokrasi yang sehat,” tambahnya. Dengan kolaborasi ini, harapan besar ditempatkan pada penguatan jaringan kebangsaan yang lebih luas, serta memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai tempat yang menjadi tulang punggung pembangunan berkelanjutan.
Kerja sama ini juga menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi kedua institusi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih dinamis. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Unhas dan MPR RI akan menggandengkan sumber daya akademik dan kebijakan publik untuk menghadirkan inovasi dalam pendidikan kewarganegaraan. Fauziah menambahkan bahwa MoU ini akan menjadi acuan dalam penyusunan program-program yang bersifat jangka panjang dan berkelanjutan.
Dalam konteks kebangsaan yang semakin dinamis, Fauziah menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menghadapi tantangan-tantangan yang muncul dalam masyarakat modern. “Dengan menyatukan pendekatan akademik dan kebijakan, kita bisa merespons perubahan yang terjadi secara lebih cepat dan efektif,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa peran akademisi dalam membangun kehidupan berbangsa harus ditingkatkan, baik melalui pendidikan formal maupun kegiatan-kegiatan non-formal yang menjangkahi segala lapisan masyarakat.
Prof JJ menambahkan bahwa keberhasilan kerja sama ini bergantung pada komitmen konsisten dari kedua pihak. “Kita harus berupaya menyelaraskan visi, misi, serta kebutuhan setiap pihak untuk mencapai tujuan yang lebih luas,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan konstitusi harus menjadi bagian integral dari pendidikan nasional, agar generasi muda tidak hanya memahami konstitusi secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kerja sama antara Unhas dan MPR RI ini diharapkan dapat menjadi contoh terbaik dalam sinergi antara lembaga pendidikan dan kelembagaan politik. Dengan adanya MoU, kampus dan MPR RI akan mampu berkontribusi dalam memperkuat kebangsaan melalui berbagai inisiatif yang memiliki dampak langsung, baik dalam konteks lokal maupun nasional. Fauziah menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari upaya-upaya sebelumnya untuk membangun kesadaran kolektif tentang nilai-nilai kebangsaan.
Sementara itu, Prof JJ berharap bahwa lembaga-lembaga pendidikan tinggi seperti Unhas akan terus berkiprah dalam memperkuat masyarakat Indonesia. “Dengan program yang lebih terstruktur, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya. Ia juga menyebutkan
