Korem 072/Pamungkas beri klarifikasi insiden di acara Jogja Marathon
Korem 072/Pamungkas Mengungkapkan Penjelasan Soal Insiden di Acara Jogja Marathon
Korem 072 Pamungkas beri klarifikasi insiden – Yogyakarta, Minggu (21/6) — Komando Korem 072/Pamungkas Yogyakarta mengambil langkah untuk menjelaskan kejadian yang terjadi selama acara Mandiri Jogja Marathon (MJM) di Prambanan. Insiden tersebut melibatkan petugas pengawas lintasan dan ajudan Komandan Korem (Danrem) Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono. Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas, Mayor Inf Suwito, mengatakan bahwa peristiwa ini adalah kesalahpahaman yang terjadi di lapangan, bukan konflik yang menyebabkan masalah besar.
Klarifikasi dari Kapenrem Mengenai Insiden
Mayor Inf Suwito menjelaskan bahwa video pendek yang beredar di media sosial memperlihatkan momen insiden tersebut. Video itu menarik perhatian publik, tetapi pihak Korem menegaskan bahwa kejadian itu tidak mengganggu jalannya acara secara keseluruhan. “Peristiwa ini berupa kesalahpahaman antara ajudan Danrem dan petugas pengawas lintasan,” ujarnya, Senin (22/6) dalam wawancara terpisah.
“Dapat kami jelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman yang terjadi di lapangan antara petugas pengawas lintasan dengan ajudan Danrem 072/Pamungkas saat kegiatan berlangsung,” kata Suwito.
Mengenai alur kejadian, Kapenrem menyebut bahwa Danrem Yuniar Dwi Hantono hadir di MJM 2026 bersama istrinya, seorang anak, dan satu ajudan. Semua pihak tersebut mengikuti acara sebagai peserta dengan menggunakan empat tiket umum yang telah terdaftar secara resmi. “Jumlah peserta yang hadir termasuk Danrem dan ajudannya diatur sesuai prosedur,” tambahnya.
“Berdasarkan penjelasan yang diperoleh, ajudan yang mendampingi Danrem juga mengikuti kegiatan sejak awal dengan menggunakan nomor peserta (BIB),” katanya.
Menurut Suwito, kejadian bermula saat nomor peserta (BIB) ajudan Danrem diduga lepas dari tubuhnya. Hal ini terjadi di lintasan yang cukup ramai, sehingga petugas memperkirakan bahwa ajudan tersebut sudah tidak memiliki nomor peserta saat pemeriksaan dilakukan. “Kesalahpahaman terjadi karena nomor peserta ajudan disangka tidak lengkap saat pemeriksaan dilakukan,” ujar Kapenrem.
Korem 072/Pamungkas, bersama pihak penyelenggara dan event organizer, telah melakukan komunikasi langsung untuk mengklarifikasi peristiwa tersebut. Suwito menjelaskan bahwa seluruh pihak sepakat bahwa insiden ini merupakan masalah teknis yang terjadi di lapangan, bukan kecurangan atau kesalahan yang sengaja dilakukan. “Kami yakin semua pihak sudah memahami bahwa ini hanyalah kesalahpahaman,” tambahnya.
Langkah Klarifikasi dan Penyesuaian
Kapenrem menegaskan bahwa pihak penyelenggara serta anggota Korem telah bekerja sama untuk memastikan tidak ada kesalahpahaman yang berlanjut. “Kesalahpahaman dianggap selesai setelah klarifikasi dilakukan dengan transparan,” ujarnya. Menurut Suwito, selama proses klarifikasi, semua pihak menunjukkan sikap profesional dan terbuka. “Para petugas serta panitia tidak menunjukkan kemarahan, tetapi fokus pada solusi,” katanya.
“Pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung,” kata Suwito.
Ia juga memuji kinerja panitia dan petugas yang menjalankan tugas sesuai prosedur. “Para petugas berhasil menjaga ketertiban acara meskipun terjadi kesalahpahaman,” ujar Kapenrem. Selain itu, Suwito menyampaikan apresiasi terhadap kecepatan respons pihak penyelenggara dalam memperbaiki situasi. “Pengelola acara memberikan penjelasan yang jelas dan langsung, sehingga tidak ada kesalahpahaman yang berkepanjangan,” tambahnya.
Perspektif Publik dan Harapan
Suwito menegaskan bahwa hubungan antara Korem 072/Pamungkas dan penyelenggara acara tetap harmonis. “Kami yakin bahwa semua pihak sudah memahami bahwa insiden ini tidak memengaruhi kepercayaan publik,” ujarnya. Ia juga berharap masyarakat dapat melihat kejadian tersebut secara proporsional, tanpa mengaitkannya dengan isu lain yang tidak relevan.
“Pada prinsipnya, hubungan antara Korem 072/Pamungkas dan penyelenggara kegiatan tetap berjalan dengan baik,” kata Suwito.
Menurut Suwito, insiden tersebut adalah bagian dari proses yang terjadi di lapangan, dan seluruh pihak sudah menyelesaikannya dengan baik. “Tidak ada pihak yang menyalahkan, semua fokus pada penjelasan yang jelas,” katanya. Ia menambahkan bahwa acara MJM 2026 tetap berjalan lancar, meskipun ada kejadian kecil yang memicu perdebatan di media sosial.
Dalam menghadapi kesalahpahaman, Kapenrem menekankan pentingnya kejelasan dan komunikasi yang efektif. “Setiap kejadian harus dijelaskan dengan tepat agar tidak menimbulkan kesan negatif,” ujarnya. Pihak Korem juga berharap agar masyarakat dapat mendukung dan memahami proses yang terjadi di lapangan, terutama dalam acara besar seperti Jogja Marathon.
Insiden ini menunjukkan bahwa walaupun ada kesalahpahaman, para pihak tetap mampu menyelesaikannya dengan cepat dan profesional. “Kami berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” kata Suwito. Ia menambahkan bahwa progres MJM 2026 tetap baik, dan hadirnya Danrem serta ajudannya adalah bagian dari partisipasi aktif Korem dalam menjaga ketertiban kegiatan.
Sebagai penutup, Suwito mengingatkan bahwa semua peserta, termasuk ajudan Danrem, memiliki hak yang sama dalam mengikuti acara. “Tidak ada pengecualian, semua peserta diwajibkan menggunakan nomor peserta (BIB) yang valid,” ujarnya. Dengan demikian, insiden ini dianggap sebagai kesalahan teknis yang bisa diperbaiki melalui komunikasi dan kesadaran bersama.
Kesimpulan dan Apresiasi
Mayor Inf Suwito menyatakan bahwa acara Jogja Marathon 2026 berhasil memperlihatkan profesionalisme dan kolaborasi yang baik antara Korem 072/Pamungkas dan penyelenggara. “Kami mengapresiasi upaya panitia dalam menjaga kejelasan selama acara,” ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa semua pihak, termasuk petugas dan peserta, tetap menjaga sikap tenang meskipun ada kejadian yang mencolok.
“Kami mengapresiasi profesionalisme panitia dan petugas yang menjalankan tugas sesuai prosedur untuk menjaga ketertiban kegiatan,” ujarnya.
Sebagai penutup, Kapenrem menyampaikan bahwa insiden ini tidak mengurangi prestasi acara MJM 2026. “Semua pihak berusaha memperbaiki kesalahpahaman dengan baik, dan hasilnya sudah terlihat,” katanya. Suwito berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi, tetapi jika terjadi, semua pihak akan menyelesaikannya dengan transparan dan profesional. “Kami yakin masyarakat akan menyambut baik upaya klarifikasi yang dilakukan,” pungkasnya.
