Key Strategy: Brigade Pangan lakukan percepatan tanam padi 500 hektare di Batola

Brigade Pangan lakukan percepatan tanam padi 500 hektare di Batola

Key Strategy – Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, menjadi sorotan dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian melalui program percepatan tanam padi. Di Desa Anjir Pasar, Kecamatan Jejangkit, sekitar 500 hektare lahan ditanami padi secara bersamaan oleh Brigade Pangan. Kelompok ini terdiri dari petani generasi muda yang dikelola oleh Kementerian Pertanian. Kegiatan ini adalah bagian dari program tanam serempak nasional yang mencakup total 52.000 hektare lahan CSR dan Oplah. Percepatan penanaman ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan pada ketersediaan pangan dan pengembangan sektor pertanian lokal.

Dalam pernyataan di Marabahan, Bupati Barito Kuala Bahrul Ilmi menyampaikan bahwa Brigade Pangan berperan penting dalam mendorong transformasi pertanian. Ia menekankan bahwa keberadaan kelompok ini menjadi penggerak utama dalam mempercepat proses tanam dan merangsang semangat para petani di wilayah tersebut. “Kehadiran Brigade Pangan mampu menjadi motor penggerak pertanian modern,” ujarnya, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkenalkan metode bertani yang lebih terstruktur dan inovatif.

Program CSR dan Oplah sebagai strategi pangan

Pembangunan pertanian modern di Batola sejalan dengan upaya nasional untuk mengoptimalkan lahan. Pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian mengalokasikan area rawa, termasuk lebak dan pasang surut, sebagai target untuk diubah menjadi lahan produktif. Kebijakan ini, yang dikenal sebagai Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan Optimasi Lahan (Oplah), mencerminkan komitmen untuk memperluas areal pertanian tanpa mengorbankan lingkungan. Bahrul Ilmi menyebut bahwa program ini menjadi salah satu strategi kunci dalam menjadikan Batola sebagai lumbung pangan nasional.

Kementerian Pertanian tidak hanya memberikan dukungan teknis, tetapi juga menyediakan alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang menjadi penggerak utama bagi petani. “Dukungan Alsintan menjadi penyemangat bagi petani untuk meningkatkan produktivitas,” kata Bahrul Ilmi. Hal ini memungkinkan praktik pertanian yang lebih modern, seperti penggunaan teknologi pengolahan tanah dan alat bantu, sehingga mengurangi ketergantungan pada metode tradisional. Dengan bantuan dari pemerintah pusat, petani lokal diharapkan mampu mengelola lahan secara lebih efektif.

“Kehadiran Brigade Pangan mampu menjadi motor penggerak pertanian modern,”

Kelompok petani milenial ini berperan sebagai contoh nyata dalam penerapan teknik pertanian modern. Mereka tidak hanya mempercepat proses penanaman, tetapi juga memastikan standar kualitas benih dan perawatan yang seragam. Bahrul Ilmi menambahkan bahwa keberhasilan program ini akan menjadi inspirasi bagi kabupaten lain di Kalimantan Selatan. Ia berharap pengembangan seperti ini dapat diikuti oleh daerah-daerah dengan potensi serupa.

Infrastruktur pendukung sebagai kunci keberlanjutan

Menurut Bahrul Ilmi, pertanian modern di Batola masih membutuhkan perhatian lebih dalam hal infrastruktur. Ia menyoroti pentingnya pembangunan pintu pengatur aliran air, yang akan memungkinkan pertanaman dua kali dalam setahun. “Dukungan infrastruktur mendorong peningkatan indeks pertanaman sehingga petani Jejangkit dapat menanam padi hingga dua kali dalam setahun,” ujarnya. Selain itu, jalan usaha tani yang baik juga menjadi kebutuhan utama untuk memudahkan akses petani ke lahan pertanian, terutama di area yang sulit dijangkau.

Bupati mengungkapkan bahwa keberhasilan percepatan tanam di Desa Anjir Pasar tidak terlepas dari kesiapan infrastruktur. Dengan pihak berwenang terus mengembangkan fasilitas pendukung, ia yakin produksi pangan akan terus meningkat. Program CSR dan Oplah, yang dimulai beberapa tahun lalu, telah menunjukkan hasil yang positif, tetapi tantangan seperti distribusi air dan aksesibilitas masih menjadi fokus perbaikan. Ia berharap dengan pengembangan infrastruktur, keberlanjutan pertanian di Batola bisa terjamin.

Terlepas dari upaya-upaya yang telah dilakukan, data dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Batola menunjukkan bahwa pada 2025, produksi gabah mencapai 333 ribu ton. Tahun ini, pemerintah daerah menargetkan hasil panen bisa melebihi pencapaian tahun sebelumnya. Target ini diharapkan tercapai melalui pengelolaan lahan yang lebih intensif, terutama di area rawa yang diubah menjadi lahan produktif. “Meningkatkan produksi pangan memerlukan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan petani,” tambah Bahrul Ilmi.

Kelompok Brigade Pangan dianggap sebagai elemen penting dalam membangun pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan. Mereka tidak hanya meningkatkan laju tanam, tetapi juga memastikan kualitas hasil panen yang lebih tinggi. Selain itu, program ini menjadi sarana untuk mendokumentasikan pengalaman petani dalam menghadapi tantangan iklim dan permintaan pasar yang semakin dinamis. Bahrul Ilmi menyatakan bahwa Batola akan terus menjadi daerah percontohan bagi kabupaten lain yang ingin mengadopsi model serupa.

Pembangunan pertanian modern di Batola juga mencakup inisiatif untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan bertani. Dengan melibatkan generasi muda, program ini diharapkan mampu menciptakan minat generasi penerus terhadap bidang pertanian. Bahrul Ilmi menekankan bahwa kemajuan pertanian bukan hanya tentang produksi, tetapi juga tentang menjadikan sektor ini sebagai kebanggaan dan harga diri masyarakat setempat. “Pertanian modern tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya percepatan tanam di Desa Anjir Pasar, kebijakan CSR dan Oplah yang diterapkan di Batola diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain. Bahrul Ilmi menegaskan bahwa upaya ini perlu didukung oleh berbagai pihak, termasuk pemangku kepentingan lokal dan nasional. Ia yakin, dengan kolaborasi yang lebih kuat, pertanian di Kalimantan Selatan akan terus berkembang dan menjadi pilar utama perekonomian masyarakat. “Kita harus terus berinovasi untuk memastikan pertanian tetap relevan di masa depan,” tutupnya.