Special Plan: Mazda 6e setir kanan siap dikirim Juli 2026

Mazda 6e Setir Kanan Siap Dikirim Juli 2026

Pengiriman ke Thailand dan Pasar Ekspor

Special Plan – Mobil produksi pertama Mazda 6e versi setir kanan (RHD) telah terlihat di Thailand, mengumumkan persiapan peluncuran model listrik liftback terbaru merek tersebut di negara tersebut. Berdasarkan laporan dari Carnewschina, 500 unit kendaraan ini tiba di Pelabuhan Laem Chabang, dekat Kota Pattaya, pada Rabu waktu setempat. Hal ini menjadi pertama kalinya Mazda 6e muncul secara publik dalam konfigurasi setir kanan, yang akan disusul oleh pasar Inggris dan Australia pada bulan Juli 2026. Proses pengiriman ini menandai langkah penting dalam ekspansi global Mazda ke wilayah yang mengutamakan setir kanan.

Mazda 6e diproduksi di pabrik Changan-Mazda di Nanjing, Tiongkok, dengan nama lokal EZ-6. Model ini sebelumnya telah diluncurkan di pasar domestik pada Oktober 2024, lalu diperkenalkan secara global di Brussels Auto Show 2025. Peluncuran ekspor ke Eropa dimulai pada pertengahan 2025, sementara pengiriman ke Thailand menunjukkan persiapan lebih lanjut sebelum peluncuran resmi di beberapa negara lain. Mazda menargetkan penjualan yang lebih luas di pasar ekspor dengan persiapan memadai selama beberapa bulan ke depan.

Platform Teknis dan Karakteristik Khas Mazda

Model ini dibangun di atas platform EPA1 milik Changan, yang memiliki hubungan teknis erat dengan sedan Deepal SL03 dan Deepal L07. Platform yang sama juga digunakan oleh SUV Mazda CX-6e atau EZ-60 di Tiongkok, yang berbagi basis dengan Deepal S07. Kolaborasi antara Mazda dan Changan telah menciptakan kendaraan dengan integrasi teknologi yang canggih namun tetap mempertahankan esensi pemanduan mobil Mazda.

“Karakteristik berkendara yang tercipta dari platform ini mencerminkan filosofi ‘Jinba-Ittai’—kesatuan antara pengemudi dan kendaraan,” kata sumber dalam laporan terkini.

Mazda menekankan bahwa meskipun model ini mengadopsi platform dari Changan, desain dan sistem penggeraknya telah dimodifikasi agar sesuai dengan standar kenyamanan dan performa yang khas bagi merek Jepang. Perubahan ini memastikan pengalaman berkendara tetap terasa natural dan responsif, meskipun berbasis teknologi produksi Tiongkok.

Spesifikasi Baterai dan Kinerja

Mazda 6e tersedia dalam dua versi baterai di Tiongkok: LFP 56,1 kWh dan LFP 68,8 kWh. Versi baterai 68,8 kWh mampu menempuh jarak hingga 600 kilometer berdasarkan standar CLTC, sementara versi 56,1 kWh memberikan jarak tempuh sekitar 480 kilometer. Untuk pasar ekspor, Mazda kini memperkenalkan baterai LFP baru berkapasitas 78 kWh, yang menawarkan jarak tempuh mencapai 560 kilometer dalam sekali pengisian. Pilihan ini diharapkan meningkatkan daya tahan baterai serta kecepatan pengisian daya DC hingga 90 kW.

Dalam versi EREV (Extended-Range Electric Vehicle), EZ-6 menggunakan baterai LFP 28 kWh dengan mesin bensin 1,5 liter berkapasitas 70 kW sebagai penambah jarak tempuh. Sistem ini memberikan kekuatan motor listrik belakang sebesar 160 kW atau 215 hp, dengan jarak tempuh listrik murni hingga 200 kilometer. Namun, untuk pasar ekspor, Mazda hanya menawarkan versi EV murni, yang menunjukkan pergeseran strategi pemasaran global.

Kemunculan Mazda 6e di pasar ekspor juga mengacu pada penyesuaian spesifikasi. Sebelumnya, model ini hadir dengan opsi baterai NMC 80 kWh untuk varian Long Range, tetapi pilihan ini kurang diminati karena penurunan tenaga motor listrik hingga 180 kW dan pembatasan kecepatan pengisian daya. Perubahan ini mengarah pada peluncuran baterai LFP 78 kWh yang lebih efisien, yang diperkirakan akan diperluas ke Eropa sebagai bagian dari rencana global.

Perbandingan Harga dan Posisi Pasar

Pada pasar Tiongkok, harga Mazda EZ-6 dengan baterai 68,8 kWh dimulai dari 150.800 yuan atau sekitar Rp398 juta. Namun, di pasar ekspor seperti Inggris, harga naik signifikan hingga 38.995 poundsterling atau sekitar Rp923 juta. Meski demikian, Mazda Australia menyatakan bahwa model ini menawarkan nilai yang kompetitif, terutama dalam kategori mobil listrik yang menjanjikan jarak tempuh jauh lebih panjang dibandingkan kompetitor.

Sementara itu, penjualan EZ-6 di Tiongkok menunjukkan pertumbuhan yang relatif lambat. Data dari China EV DataTracker mencatatkan pengiriman model ini hanya mencapai 1.833 unit pada Mei 2026. Angka ini memicu pertanyaan mengenai daya saingnya di pasar nasional, meskipun kemungkinan peluncuran di Malaysia tengah dipertimbangkan sebagai langkah strategis untuk memperluas pangsa pasar Asia Tenggara.

Dimensi dan Sistem Penggerak

Dari segi ukuran, Mazda 6e memiliki panjang 4.921 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.485 mm, dan jarak sumbu roda 2.900 mm. Bobot mobil ini berkisar antara 1.778 kg hingga 2.037 kg, tergantung pada varian dan jenis sistem penggerak. Untuk menunjang kenyamanan berkendara, Mazda memadukan suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang multi-link. Kombinasi ini dirancang agar mampu mengimbangi stabilitas serta responsif dalam berbagai kondisi jalan.

Spesifikasi ini menjadikan Mazda 6e sebagai kendaraan yang mampu bersaing dalam kelasnya, terutama dengan peningkatan daya tahan baterai yang lebih baik. Di samping itu, model ini juga menawarkan aksesori dan fitur canggih yang sesuai dengan kebutuhan konsumen global. Dengan pergeseran ke pasar ekspor, Mazda berharap dapat meningkatkan pangsa pasar di luar Asia Tenggara, terutama di wilayah dengan permintaan tinggi untuk mobil listrik.

Peluncuran Juli 2026 di Thailand dan Australia diharapkan menjadi awal dari ekspansi besar-besaran Mazda ke berbagai negara. Meskipun belum memiliki rencana untuk memasarkan model ini di Jepang, Mazda terus mengeksplorasi peluang pasar di Malaysia sebagai bagian dari strategi globalnya. Dengan konfigurasi setir kanan yang lebih lengkap dan penyesuaian teknis, mobil ini diharapkan mampu memenuhi preferensi konsumen di wilayah yang memprioritaskan desain pemandu kiri atau kanan.

Proses produksi dan pengiriman ini menunjukkan komitmen Mazda untuk menghadirkan inovasi dalam bidang mobil listrik. Dengan menawarkan variasi baterai yang lebih