Key Strategy: MIND ID edukasi 100 santri terkait industri pertambangan

MIND ID Sosialisasi Industri Pertambangan kepada 100 Santri lewat Kegiatan Edukatif

Key Strategy – Jakarta – Perusahaan BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, mengadakan kegiatan edukasi tentang sektor pertambangan bagi 100 santri tingkat Sekolah Dasar (SD) dari Pondok Pesantren Darul Kirom. Kegiatan ini disebut sebagai Junior Miners Fun Fest (JMFF) 2026 dan dilaksanakan di Jakarta, Jumat (tanggal tidak disebutkan). Tujuan utama dari acara ini adalah memberikan wawasan awal mengenai peran industri pertambangan dalam pembangunan ekonomi nasional, serta memperkenalkan proses hilirisasi dan nilai tambah yang dihasilkan sektor tersebut. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang siap berkontribusi dalam mengembangkan industri strategis Indonesia.

Kemitraan dengan Pesantren: Memperkaya Pendidikan Santri

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas akses edukasi bagi generasi muda. “Edukasi sejak usia dini akan membantu anak-anak memahami secara lebih mendalam bagaimana industri pertambangan mendukung pertumbuhan ekonomi, inovasi teknologi, serta pembentukan sumber daya manusia berkualitas,” kata Maroef dalam keterangannya. Kegiatan ini tidak hanya sekadar membuka wawasan, tetapi juga mengupayakan kolaborasi antara sektor publik dan lembaga pendidikan non-formal untuk memperkaya proses pembelajaran santri.

“Pengenalan industri pertambangan secara langsung melalui kegiatan ekstrakurikuler diharapkan bisa mengubah persepsi mereka tentang sektor ini. Anak-anak akan lebih memahami bahwa pertambangan bukan hanya tentang penambangan biji, tetapi juga tentang peran strategisnya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Maroef.

Dalam JMFF 2026, para santri tidak hanya mendengarkan penjelasan tentang industri pertambangan, tetapi juga mengikuti berbagai wahana interaktif yang mendekatkan mereka dengan proses kerja di lapangan. Kegiatan ini melibatkan simulasi peralatan pertambangan, demo teknologi modern yang digunakan, serta permainan edukatif yang menggambarkan tahapan pengelolaan sumber daya mineral. Peserta juga diberi kesempatan untuk belajar tentang berbagai profesi yang terkait dengan industri strategis nasional, seperti geolog, operator alat berat, dan manajer lingkungan.

Kemitraan antara MIND ID dan Yayasan Pondok Pesantren Darul Kirom dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Kegiatan ini juga memperkuat upaya MIND ID dalam mendukung pemerataan pendidikan berkualitas, khususnya untuk santri yang berasal dari daerah dengan akses terbatas ke sumber informasi industri. Maroef menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi jembatan untuk membangun kesadaran santri tentang pentingnya berpartisipasi dalam sektor pertambangan sebagai bagian dari proses pengembangan ekonomi.

Paket Bantuan Pendidikan: Penunjang Perkembangan Santri

Selain kegiatan edukasi, para santri juga menerima bantuan pendidikan berupa 100 paket perlengkapan sekolah. Setiap paket mencakup berbagai alat yang mendukung proses belajar-mengajar, seperti tas, buku tulis, pensil, buku cerita, tempat pensil, penghapus, penggaris, tumbler, dan krayon. Bantuan ini diserahkan oleh Maroef Sjamsoeddin sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap pendidikan santri.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Kirom, KH Ahmad Kamaludin, mengapresiasi inisiatif MIND ID dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dinamis. “Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk melihat langsung bagaimana industri pertambangan beroperasi, baik secara teknis maupun sosial. Mereka bisa memahami bahwa pertambangan tidak hanya terkait keuntungan ekonomi, tetapi juga tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat,” kata Kamaludin.

“Santri sering kali hanya belajar teori dalam kelas, tetapi kegiatan ini memberikan pengalaman praktis yang lebih mendalam. Saya yakin, hal-hal yang mereka pelajari hari ini akan memengaruhi pola pikir mereka di masa depan,” ujar Kamaludin.

Dalam JMFF 2026, peserta diberikan penjelasan tentang berbagai aspek industri pertambangan, termasuk teknologi yang digunakan, lingkungan kerja, dan manfaat ekonomi yang dihasilkan. Maroef menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi platform untuk menginspirasi santri dalam memilih karier di bidang industri strategis. “Dengan memahami proses pertambangan secara langsung, mereka bisa lebih terbuka terhadap peluang kerja yang ada di sektor ini,” tambahnya.

Sebagai bagian dari komitmen MIND ID untuk memperkuat sumber daya manusia, acara ini juga mencakup diskusi tentang keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan peran pertambangan dalam mencapai Indonesia Emas 2045. Para santri diberikan penjelasan tentang bagaimana industri pertambangan dapat berkontribusi dalam pengembangan perekonomian, baik melalui hilirisasi maupun inovasi teknologi. Selain itu, mereka juga dikenalkan dengan pola kerja yang lebih modern, seperti otomatisasi dan manajemen risiko di lapangan.

Maroef Sjamsoeddin berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh bagus dalam kolaborasi antara sektor publik dan lembaga pendidikan. “Dengan melibatkan santri sejak usia dini, kami berupaya menciptakan generasi muda yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang industri pertambangan. Ini akan menjadi dasar untuk pengembangan sumber daya manusia berkualitas di masa depan,” katanya.

Langkah Strategis untuk Pembangunan Nasional

Kegiatan JMFF 2026 tidak hanya fokus pada pengetahuan teknis, tetapi juga pada peningkatan kesadaran sosial santri terkait dampak industri pertambangan. Peserta diberi kesempatan untuk melihat proses penambangan, pemrosesan bijih, dan pemanfaatan sumber daya secara langsung. Maroef menjelaskan bahwa pendekatan ini diharapkan bisa menggali minat santri terhadap bidang pertambangan, sambil memastikan mereka mengerti tentang tanggung jawab lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Pesantren Darul Kirom yang menjadi mitra kegiatan ini berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. “Kami melihat bahwa edukasi berbasis industri bisa memberikan manfaat jangka panjang. Santri tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kecakapan dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan dunia kerja,” kata Kamaludin.

Dengan melibatkan 100 santri, JMFF 2026 menjadi salah satu langkah konkret MIND ID dalam mendukung pendidikan sektor strategis. Kegiatan ini juga menegaskan komitmen perusahaan untuk membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat sekitar. Maroef menyatakan bahwa kemitraan ini akan dilanjutkan dengan program-program lain, termasuk pelatihan keahlian dan pembelajaran berbasis proyek.

Kebutuhan akan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan