All Sport

Para menembak: Rohani gagal melaju ke babak perebutan medali

Pembukaan-Asian-Para-Games-2026-181026-MRH-8aA
Foto : Emily Garcia - indocrowdfunding.com
Daftar Isi
  1. Rohani Berhenti di Kualifikasi Nomor Air Rifle SH1
  2. Mona Agarwal Pecahkan Rekor Asian Para Games
  3. Indonesia Masih Mengoleksi Tiga Perunggu
  4. Related Reading
  5. Frequently Asked Questions

Rohani Berhenti di Kualifikasi Nomor Air Rifle SH1

Indocrowdfunding.com – Perjalanan atlet para menembak Indonesia, Rohani, pada nomor women’s 10 meter air rifle standing SH1 Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya berakhir di fase kualifikasi. Dalam pertandingan yang digelar di Aichi Pref. General Shooting Gallery pada Senin, ia mengumpulkan 615,3 poin dan menempati posisi ke-12.

Hasil tersebut belum cukup untuk membawa Rohani masuk ke tahap perebutan medali. Hanya delapan peserta dengan nilai terbaik dari babak kualifikasi yang berhak meneruskan persaingan ke final, sehingga posisi kedelapan menjadi batas kelolosan pada nomor ini.

Jarak Rohani dengan peserta terakhir yang lolos sebenarnya tidak terlalu lebar. Atlet Thailand, Wannipa Leungvilai, berada pada urutan kedelapan dengan raihan 618,1 poin. Artinya, Rohani terpaut 2,8 poin dari ambang menuju babak berikutnya.

Selisih Tipis Menentukan Delapan Finalis

Nomor 10 meter air rifle standing SH1 menuntut ketenangan dan konsistensi sejak sesi kualifikasi. Setiap poin memiliki arti besar karena posisi peserta dapat berubah melalui selisih nilai yang kecil. Dalam persaingan kali ini, perbedaan 2,8 poin memisahkan Rohani dari kesempatan tampil pada fase final.

Peringkat ke-12 menunjukkan bahwa Rohani tetap berada dalam persaingan di antara para penembak terbaik yang tampil. Namun, format kompetisi membuat hanya delapan atlet teratas yang dapat melanjutkan langkah, sehingga hasil kualifikasi menjadi penentu langsung bagi perjalanan setiap peserta.

Bagi kontingen Indonesia, penampilan Rohani menambah catatan perjuangan cabang para menembak di Aichi-Nagoya. Meski belum menghasilkan tiket final pada nomor tersebut, pertandingan ini menggambarkan ketatnya persaingan internasional pada disiplin menembak para atlet.

Mona Agarwal Pecahkan Rekor Asian Para Games

Perebutan medali nomor women’s 10 meter air rifle standing SH1 kemudian menghasilkan pencapaian penting dari atlet India, Mona Agarwal. Ia meraih medali emas setelah mencatatkan 250 poin pada babak final.

Nilai tersebut sekaligus menjadi rekor baru Asian Para Games. Mona melampaui catatan sebelumnya yang dibuat rekan senegaranya, Avari Lekhara, pada Asian Para Games Hangzhou 2023. Rekor lama itu berada di angka 249,6 poin.

Avari Lekhara kali ini mendapatkan medali perak dengan skor 249,6, angka yang sama dengan rekor Asian Para Games yang pernah ia ciptakan. Sementara medali perunggu menjadi milik penembak Korea Selatan, Yunri Lee, yang membukukan 227,9 poin.

Hasil final memperlihatkan dominasi India dalam nomor ini, dengan dua atletnya menempati posisi pertama dan kedua. Mona dan Avari sama-sama menorehkan skor tinggi, sementara pencapaian Mona memberi warna tersendiri melalui pemecahan rekor ajang tersebut.

Catatan Medali India Bertambah

Medali emas dan perak dari nomor para menembak ini ikut memperbesar perolehan kontingen India. Pada saat itu, India mengoleksi satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu, yang menempatkan mereka di posisi ketiga klasemen sementara perolehan medali.

China masih berada di puncak klasemen dengan tiga emas, dua perak, dan tiga perunggu. Kazakhstan mengikuti di tempat kedua melalui raihan dua emas, satu perak, serta satu perunggu. Perubahan komposisi medali pada nomor-nomor awal menjadi bagian penting dari persaingan antarkontingen sepanjang Asian Para Games 2026.

Keberhasilan Mona mencetak rekor juga mempertegas bahwa persaingan di nomor ini tidak hanya soal podium, melainkan juga soal peningkatan standar performa. Selisih antara emas dan perak sangat tipis, karena Mona mengungguli Avari hanya 0,4 poin.

Indonesia Masih Mengoleksi Tiga Perunggu

Indonesia berada di urutan ke-11 klasemen sementara dengan tiga medali perunggu. Satu perunggu disumbangkan dari cabang para balap sepeda, sedangkan dua lainnya datang dari para angkat berat.

Perolehan tersebut menjadi dasar bagi kontingen Indonesia untuk terus mengejar tambahan medali pada nomor-nomor berikutnya. Setiap cabang memiliki sistem pertandingan dan peluang yang berbeda, sehingga hasil kualifikasi, penampilan final, serta konsistensi atlet akan menentukan posisi Indonesia dalam klasemen selanjutnya.

Bagi Rohani, hasil di Aichi Pref. General Shooting Gallery belum mengantarkannya ke perebutan medali. Namun, jarak poin dengan batas delapan besar menunjukkan betapa rapatnya kompetisi pada nomor women’s 10 meter air rifle standing SH1.

Persaingan nomor ini juga memberikan gambaran jelas mengenai tingginya kualitas peserta. Rekor baru yang diciptakan Mona Agarwal, raihan perak Avari Lekhara, serta keberhasilan Yunri Lee membawa pulang perunggu menjadi penanda kuatnya level pertandingan pada Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya.

Frequently Asked Questions

What is Para menembak?

Para menembak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Para menembak matter?

Para menembak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Emily Garcia - indocrowdfunding.com

Emily Garcia - indocrowdfunding.com

Emily Garcia adalah penulis dan peneliti di bidang filantropi digital dan perilaku donatur. Ia memiliki pengalaman dalam riset sosial yang berfokus pada motivasi berbagi dan tren donasi online. Kontennya di IndoCrowdfunding banyak mengulas psikologi donasi, storytelling dalam kampanye, serta cara membangun kepercayaan publik.