New Policy: Pedro Acosta gabung Ducati mulai MotoGP 2027

Pedro Acosta Bergabung dengan Ducati untuk MotoGP 2027

New Policy – Jakarta, Antara News – Pembalap muda berbakat Pedro Acosta resmi meneken kontrak dengan Ducati Corse, yang akan berlaku mulai musim MotoGP 2027. Pengumuman ini dilaporkan melalui situs web resmi MotoGP, Kamis, yang mengungkapkan bahwa Acosta akan menjadi rekan setim Marc Marquez selama dua musim berturut-turut, yaitu 2027 dan 2028. Dengan kehadiran Acosta, posisi Francesco Bagnaia yang ditinggalkan akan digantikan oleh pembalap Spanyol yang kini berusia 22 tahun tersebut.

Perubahan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing Ducati dalam balapan lintas sirkuit. CEO Ducati, Claudio Domenicali, menyambut baik kehadiran Acosta di tim tersebut. Menurut Domenicali, keputusan ini didasari oleh kepercayaan tim terhadap bakat yang dimiliki Acosta, serta kesiapan untuk mengembangkan potensi pembalap muda ini dalam jangka panjang.

“Keterampilan yang telah ditunjukkan Pedro, dikombinasikan dengan mentalitas dan tekadnya dalam bekerja, bersama dengan dukungan Tim dan performa Desmosedici GP, merupakan fondasi ideal untuk pertumbuhan lebih lanjut,” ujar Domenicali. Ia menekankan bahwa kehadiran Acosta akan menciptakan duet yang sangat dinamis, tidak hanya untuk Ducati Corse, tetapi juga sebagai sinyal kuat tentang ambisi tim untuk mencapai prestasi baru di musim-musim mendatang.

Ducati, yang terus berusaha membangun kembali kejayaannya dalam MotoGP, melihat Acosta sebagai solusi yang tepat untuk mengisi slot pembalap di masa depan. Luigi Dall’Igna, General Manager Ducati Lenovo Team, mengungkapkan bahwa keputusan merekrut Acosta sangat strategis. “Setelah konfirmasi Marc, kami ingin menambahkan pembalap muda dan cepat ke proyek pengembangan Desmosedici GP. Pedro, selain memiliki bakat yang tak diragukan lagi, juga menunjukkan kematangan luar biasa dalam menghadapi tekanan kompetitif,” katanya.

Acosta sebelumnya memperkuat tim Red Bull KTM Factory, di mana ia menorehkan jejak signifikan dalam beberapa musim terakhir. Pada musim 2025, pembalap yang dikenal karena kecepatannya di lintasan ini mencapai peringkat keempat dalam klasemen akhir, menunjukkan kemampuannya untuk bersaing di level tertinggi. Keberhasilan tersebut menjadi alasan utama bagi Ducati untuk menunjuknya sebagai salah satu dari dua pembalap utama mereka.

Kontrak Acosta dengan Ducati Corse membawa berbagai harapan baru. Pembalap yang dikenal dengan kemampuan mengemudi ekstrem dan kecepatan tinggi ini diharapkan mampu memperkuat kekuatan sayap tim. Dengan menggabungkan pengalaman Marquez, yang merupakan legenda MotoGP, dan energi muda Acosta, Ducati diharapkan mampu meraih kemenangan di berbagai sirkuit. Kombinasi ini tidak hanya memberikan kejutan bagi rival-rival mereka, tetapi juga memastikan keberlanjutan tim dalam jangka waktu yang lebih panjang.

“Bersama Marc, ia akan membentuk duet yang sangat kompetitif: tantangan yang menarik bagi Ducati Corse dan sinyal yang jelas tentang ambisi kami untuk musim-musim mendatang,” kata Dall’Igna. Pernyataan ini menegaskan bahwa keberadaan Acosta tidak hanya membawa perubahan di tahun 2027, tetapi juga menjadi fondasi untuk rencana jangka panjang tim.

Ducati, yang telah berjuang untuk menemukan keseimbangan antara konsistensi dan kecepatan di musim-musim terakhir, kini memiliki peluang baru. Acosta, yang terkenal dengan kemampuannya dalam menembus balapan ketat, diharapkan mampu memperkuat kinerja Desmosedici GP. Kebutuhan untuk mengembangkan motor yang mampu menyaingi performa rival seperti Honda dan Yamaha menjadi prioritas utama Ducati, dan Acosta dianggap sebagai tokoh yang bisa menjadi penggerak perubahan.

Dalam perjalanan karier sebelumnya, Acosta telah membuktikan bahwa ia bisa beradaptasi dengan cepat di berbagai kondisi lintasan. Sejak bergabung dengan Red Bull KTM Factory, ia menjadi salah satu pembalap yang paling menjanjikan, baik dalam menghadapi musuh-musuhnya di sirkuit maupun dalam mendorong inovasi teknis dari tim pembalap. Kehadirannya di Ducati Corse akan memberikan wawasan baru tentang bagaimana tim pembalap bisa memanfaatkan kekuatan muda dalam era modern MotoGP.

Sebagai bagian dari keputusan besar Ducati, Acosta menjadi satu dari dua pembalap yang ditempatkan di papan depan untuk menghadapi musim 2027. Ini menandai pergeseran strategis tim dalam mencari kombinasi yang optimal antara pengalaman dan kreativitas. Dengan Mark Marquez, yang berusia 34 tahun, dan Acosta, yang berusia 22 tahun, Ducati diharapkan mampu menciptakan tim yang bisa mengatasi berbagai tantangan, termasuk kompetisi sengit dari pembalap senior dan muda lainnya.

Beberapa analis memprediksi bahwa kehadiran Acosta akan menjadi pemicu transformasi besar bagi Ducati. Tim yang sebelumnya mengalami fluktuasi di beberapa musim terakhir, kini memiliki kekuatan baru untuk membangun kepercayaan diri. Dengan kontribusi dari Acosta, Ducati berharap bisa mengembangkan strategi yang lebih kompetitif, baik dalam segi teknis maupun mentalitas pembalap. Domenicali dan Dall’Igna sepakat bahwa ini adalah langkah yang mampu membawa perubahan signifikan.

Ducati, yang berada di posisi keempat dalam klasemen konstruktor MotoGP 2026, dianggap perlu perubahan untuk memperkuat dominasi mereka. Acosta, yang memiliki kecepatan luar biasa dan kemampuan adaptasi yang tinggi, diharapkan menjadi pilar penting dalam menghadapi persaingan ketat di musim depan. Keputusan ini juga mencerminkan visi jangka panjang Ducati, yang ingin menjadi salah satu pemenang utama dalam balapan global MotoGP.

M