Kementan Beri Persetujuan untuk Percepatan Pengembangan Sektor Pangan di Penajam
Di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan persetujuan untuk mendukung upaya pengembangan sektor pangan, yang menjadi salah satu fokus daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini disampaikan dalam keterangan pers yang diterima ANTARA, Selasa, di Penajam.
Komitmen Pemerintah Pusat untuk Mendukung Pertanian Lokal
“Kementan menyambut baik upaya Pemkab Penajam Paser Utara dalam mempercepat pengembangan sektor pertanian,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan bantuan kepada daerah yang membutuhkan, baik dalam memperluas lahan pertanian maupun meningkatkan produktivitas hasil panen.
Dalam pertemuan strategis antara Pemkab Penajam Paser Utara dan Kementan, beberapa program prioritas telah dipaparkan. Fokus utama mencakup pembangunan kawasan pertanian terintegrasi, pengoptimalan lahan tidak terpakai, serta peningkatan kemampuan para petani melalui pelatihan dan bimbingan teknis. Selain itu, peningkatan infrastruktur irigasi menjadi bagian krusial dari upaya ini.
Pemkab Penajam Paser Utara mengusulkan berbagai bantuan, termasuk pompanisasi, pembangunan sistem irigasi pompa, perpipaan, serta embung dan sumur sebagai alternatif sumber air. Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menyoroti pentingnya air dalam mendukung pertanian di wilayahnya.
“Kebutuhan utama sektor pertanian di wilayah kabupaten adalah akses air yang memadai,” jelas Mudyat Noor. Ia menjelaskan bahwa lahan pertanian masih bergantung pada curah hujan, sehingga dukungan infrastruktur pengairan sangat diperlukan.
Dengan optimasi pengairan, petani diharapkan dapat menanam dan memanen padi hingga lebih dari tiga kali dalam setahun. Saat ini, mereka hanya bisa memanen dua kali dengan rata-rata produksi gabah kering panen (GKP) sebesar 3,5 ton per hektare. Penajam Paser Utara ditempatkan sebagai mitra utama dalam kawasan penyangga IKN, sehingga pengembangan pangan menjadi penopang kebutuhan pangan ibu kota baru Indonesia.
