Key Discussion: INALUM catat rekor kinerja dan operasional tertinggi di 2025

INALUM Catat Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi di 2025

Key Discussion – Jakarta – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), yang merupakan bagian dari Grup MIND ID, berhasil mencetak pencapaian sejarah baru dalam tahun buku 2025. Corporate Secretary INALUM, Mahyaruddin A R, dalam pernyataan resmi yang diterbitkan di Jakarta, Senin, menyatakan prestasi ini dikuasai dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Rapat tersebut menandatangani hasil keuangan terbaik sepanjang 50 tahun eksistensi perusahaan.

Peningkatan Kinerja Finansial

Kinerja INALUM pada tahun buku 2025 menunjukkan pertumbuhan signifikan, terutama dalam pendapatan dan laba bersih. Pendapatan perusahaan meningkat 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang didorong oleh kenaikan volume penjualan serta peningkatan harga jual komoditas. Laba bersih konsolidasian juga melonjak 15 persen secara tahunan, sementara EBITDA mencatatkan peningkatan sebesar 17 persen.

“Capaian ini mencerminkan perbaikan signifikan dalam efisiensi operasional dan strategi pemasaran,” ujar Mahyaruddin A R dalam pernyataannya.

Dalam hal pertumbuhan finansial, INALUM menunjukkan kemampuan untuk menghadapi tantangan pasar yang dinamis. Tahun buku 2025 menjadi bukti bahwa perusahaan mampu memperkuat posisi di tengah persaingan global. Data pendapatan dan laba yang diungkapkan juga menunjukkan komitmen INALUM untuk meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham.

Rekor Operasional yang Membawa Kenaikan Kapasitas

Sementara di sisi operasional, INALUM mencapai rekor produksi dan penjualan tertinggi sepanjang sejarah. Produksi aluminium perusahaan mencapai 280.082 metrik ton, naik sekitar dua persen dibandingkan tahun sebelumnya. Volume penjualan tercatat sebesar 280.141 metrik ton, dengan kenaikan satu persen tahunan.

Capaian operasional ini didukung oleh selesainya Proyek Pot Upgrading, yang meningkatkan kapasitas produksi terpasang menjadi sekitar 274.000 ton per tahun. Modernisasi teknologi tungku reduksi menjadi 235 kA di 170 tungku di Potline 2 menjadi faktor utama dalam perbaikan efisiensi dan kapasitas produksi.

Proyek ini tidak hanya meningkatkan output, tetapi juga memberikan dampak positif pada rantai pasok dan hilirisasi industri. Dengan peningkatan kapasitas produksi, INALUM berharap dapat menjawab permintaan pasar yang terus berkembang, terutama di sektor konstruksi dan manufaktur.

Perbaikan Tata Kelola dan Kesehatan Korporasi

Capaian INALUM pada 2025 juga mencerminkan perbaikan dalam aspek tata kelola dan kesehatan korporasi. Perusahaan memperoleh Tingkat Kesehatan kategori “AA” dengan klasifikasi “Sehat”. Penilaian ini didukung oleh Final Rating idAA-/Stable dan Standalone Rating idA+(sa) dari PEFINDO.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola, INALUM mencatat pencapaian Key Performance Indicators (KPI) Kolegial sebesar 85,54 persen. Peringkat Komposit Risiko juga menunjukkan peningkatan, berada pada level 2. Di sisi lain, penerapan Good Corporate Governance (GCG) terus berkembang, dengan tingkat pengadopsian prinsip ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) meningkat dari 81,01 persen menjadi 87,54 persen.

Komitmen pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

Di luar pencapaian finansial dan operasional, INALUM juga terus memperkuat kontribusi sosial dan lingkungan. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menjadi salah satu fokus utama perusahaan, mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pemegang saham dalam RUPST Tahun Buku 2025 tidak hanya menyetujui laporan keuangan, tetapi juga mengubah susunan pengurus. Perubahan ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan perusahaan, sekaligus memperkuat hilirisasi aluminium nasional.

Susunan Pengurus Baru dan Visi Masa Depan

Susunan Dewan Komisaris terdiri dari Musa Bangun sebagai Komisaris Utama, Indra Simarta, Ali Said, dan Kardwiyana Ukar sebagai Komisaris. Hari Soebagijo menjabat sebagai Komisaris Independen. Di sisi Direksi, Melati Sarnita menjadi Direktur Utama, Ken Permana bertugas sebagai Direktur Keuangan, Ivan Ermisyam sebagai Direktur Operasi, Arif Haendra mengemban tanggung jawab Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial. Kemal Sudiro menjabat Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Bisnis.

Perubahan susunan pengurus ini menjadi langkah strategis untuk mendorong inovasi dan kinerja optimal. Dengan kombinasi keahlian dan pengalaman baru, INALUM berharap dapat mewujudkan visi jangka panjang dalam memperkuat sektor hilirisasi aluminium di Indonesia. Pemegang saham juga menyatakan dukungan terhadap rencana perluasan kegiatan usaha, termasuk investasi pada teknologi hijau dan pelatihan SDM.

Kompetisi di industri logam mulai menunjukkan perubahan, dengan kehadiran INALUM yang semakin dominan. Capaian tahun 2025 menjadi basis kuat untuk menjawab tantangan pasar global, terutama dalam menciptakan nilai ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan. Dengan pencapaian ini, INALUM membuktikan kapasitasnya dalam memimpin transformasi industri di tengah era digitalisasi dan keberlanjutan.

Perusahaan juga terus berupaya mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam, seiring peningkatan produksi. Dengan penerapan standar GCG yang lebih ketat, INALUM menunjukkan komitmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan serta kegiatan operasional. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dalam rangka mendukung pertumbuhan, INALUM juga fokus pada kolaborasi dengan pihak ketiga. Sinergi dengan mitra strategis, seperti pihak industri hilirisasi dan lembaga pemeringkat, menjadi bagian dari strategi untuk membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Kinerja tahun 2025 menjadi langkah awal menuju target ekspansi yang lebih besar pada tahun-tahun mendatang.