Key Strategy: BRI Insurance perkuat inklusi keuangan usaha ultramikro di Makassar
BRI Insurance perkuat inklusi keuangan usaha ultramikro di Makassar
Peningkatan literasi keuangan melalui kolaborasi dengan PNM
Key Strategy – Jakarta – BRI Insurance berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan ultramikro di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat inklusi keuangan di sektor usaha kecil melalui edukasi yang memudahkan akses ke layanan asuransi. Perusahaan asuransi tersebut bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mengadakan kegiatan yang bertujuan memperluas pengetahuan tentang risiko dan cara mengatasinya.
“Kami terus berupaya memberikan dukungan inovatif kepada masyarakat, terutama pelaku usaha, agar bisa menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih aman dari ancaman risiko,” ujar Budi Legowo, Direktur Utama BRI Insurance, dalam keterangan di Jakarta, Rabu (2/5). Ia menekankan bahwa pengelolaan keuangan yang baik membutuhkan pemahaman tentang perlindungan finansial, yang menjadi bagian dari upaya ketahanan ekonomi.
Menurut Budi, risiko usaha bisa muncul kapan saja, baik dalam skala kecil maupun besar, sehingga pendekatan edukasi menjadi kunci untuk membangun kepercayaan terhadap produk asuransi. “Dengan memperkenalkan konsep proteksi secara berkala, kami berharap masyarakat dapat membangun keberlanjutan ekonomi, terutama para pengusaha perempuan yang sering kali menghadapi tantangan berbeda,” tambahnya.
Kolaborasi PNM dan BRI Insurance untuk mencapai tujuan bersama
Kemitraan antara BRI Insurance dan PNM di Makassar dianggap sebagai langkah strategis untuk menjangkau masyarakat luas. Wakil Pemimpin Cabang PNM Makassar, Sugiarto, menyambut baik sinergi ini sebagai bentuk upaya menyeluruh dalam meningkatkan kesadaran akan manfaat asuransi. “Harapan kami, melalui kegiatan ini, para nasabah PNM, khususnya ibu-ibu, dapat merasakan manfaat jangka panjang dari perlindungan keuangan yang disediakan,” kata Sugiarto.
“Dengan edukasi yang disampaikan BRI Insurance, masyarakat semakin percaya pada layanan jasa keuangan dan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” papar Sugiarto. Ia menambahkan bahwa sinergi ini juga berkontribusi pada pengembangan industri asuransi lokal, terutama dalam memberikan solusi ekonomis bagi usaha kecil yang mungkin belum terakses dengan baik.
Di sisi lain, Asniar Asnawi, Pimpinan Cabang BRI Insurance Makassar, menjelaskan bahwa asuransi bukan hanya alat perlindungan, tetapi juga cara untuk merencanakan keuangan secara lebih baik. “Kepemilikan asuransi membantu menjaga keseimbangan pendapatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya. Asniar menyoroti bahwa keberlanjutan usaha perempuan menjadi fokus utama, karena mereka sering kali menjadi tulang punggung perekonomian keluarga.
Produk asuransi yang ekonomis dan mudah diakses
BRI Insurance menyediakan berbagai produk asuransi yang dirancang untuk pelaku usaha ultra mikro dan mikro. Salah satu inisiatif utama adalah Asuransi Mikro Kerusakan Tempat Usaha, Rumahku, dan Proteksiku. Produk-produk ini ditawarkan dengan premi terjangkau, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp50 ribu per tahun, dan memberikan manfaat hingga Rp15 juta.
“Dengan premi yang ringan, masyarakat bisa mengakses perlindungan finansial tanpa mengurangi kemampuan beli sehari-hari,” ujar Asniar. Ia menambahkan bahwa kehadiran aplikasi BRINSmobile memudahkan proses pengajuan asuransi, baik untuk pelaku usaha maupun masyarakat umum.
Asuransi Mikro Kerusakan Tempat Usaha, misalnya, membantu melindungi usaha dari kerugian akibat kerusakan fisik, sementara Rumahku dan Proteksiku memberikan perlindungan lebih luas, termasuk aset rumah dan perencanaan masa depan. Dengan layanan ini, BRI Insurance mengupayakan agar lebih banyak usaha kecil bisa terlindungi dari risiko yang mengganggu kegiatan ekonomi mereka.
Tantangan dan peluang dalam inklusi keuangan
Di Makassar, dimana sebagian besar usaha bergerak di sektor informal, inklusi keuangan menjadi tantangan besar. BRI Insurance berharap edukasi yang disampaikan dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan layanan keuangan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pelaku usaha, terlepas dari ukurannya, bisa mengakses perlindungan yang mereka butuhkan,” tutur Budi.
Banyak pelaku usaha kecil masih menganggap asuransi sebagai hal yang mahal atau tidak penting. Namun, melalui pendekatan yang lebih dekat dan sesuai dengan kondisi lokal, BRI Insurance berupaya mengubah persepsi tersebut. Misalnya, dengan menekankan manfaat asuransi dalam menjaga stabilitas ekonomi, BRI Insurance memandu masyarakat untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan.
Kemitraan dengan PNM juga diharapkan bisa meningkatkan daya saing usaha kecil melalui perlindungan finansial yang lebih terjangkau. “PNM memiliki jaringan luas di wilayah Makassar, sehingga kolaborasi ini memperkuat daya juang masyarakat dalam menghadapi risiko,” ungkap Sugiarto. Ia menambahkan bahwa kegiatan edukasi tersebut diharapkan bisa memperluas akses ke keuangan digital, yang kini menjadi bagian penting dari sistem ekonomi modern.
Dengan kombinasi antara edukasi, akses yang mudah, dan produk yang beragam, BRI Insurance menunjukkan komitmen untuk membentuk ekosistem keuangan yang lebih inklusif. Selain itu, perusahaan tersebut juga berperan dalam meningkatkan kualitas layanan keuangan, terutama di kalangan masyarakat yang tergolong rentan. “Semangat inklusi keuangan ini akan terus kami tingkatkan, karena setiap individu dan usaha layak mendapatkan perlindungan yang layak,” pungkas Asniar.
Langkah-langkah ini tidak hanya memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi risiko, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. BRI Insurance percaya bahwa perlindungan finansial yang tepat bisa menjadi fondasi untuk keberlanjutan usaha, terutama bagi para pengusaha perempuan yang sering kali menjadi bagian utama dari sektor UMKM. Dengan memperkenalkan konsep ini secara bertahap, perusahaan berharap bisa menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan ekonomi Makassar.
