Meeting Results: Apindo dorong pembentukan Joint Task Force IEU-CEPA
Apindo Dorong Pembentukan Joint Task Force IEU-CEPA
Meeting Results – Indonesia memasuki fase kritis dalam proses implementasi Perjanjian Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA). Dalam upayanya untuk memastikan pelaksanaan perjanjian ini berjalan optimal, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan pembentukan Joint Task Force IEU-CEPA. Mekanisme kolaborasi ini bertujuan mempercepat ratifikasi serta penerapan perjanjian ekonomi yang akan berdampak signifikan terhadap perdagangan dan investasi bilateral. Usulan tersebut muncul sebagai hasil dari Apindo Business Mission to Europe 2026, yang berlangsung antara 11-19 Juni 2026 di Amsterdam, Den Haag, Brussels, dan Paris. Pada kesempatan tersebut, Apindo menggarisbawahi pentingnya fase pascanegosiasi sebagai pilar utama keberhasilan perjanjian.
Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, menyatakan bahwa IEU-CEPA bukan hanya sekadar dokumen hukum, melainkan alat untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta. “Fase pasca-negosiasi menjadi penentu utama apakah manfaat perjanjian dapat dirasakan secara maksimal oleh pelaku usaha,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang dilaporkan di Jakarta, Rabu. Apindo menekankan bahwa konsistensi antara kebijakan pemerintah dan ekspektasi dunia usaha sangat krusial untuk menghindari hambatan dalam realisasi manfaat ekonomi. Selain itu, organisasi ini berharap mekanisme kerja sama ini mampu mempercepat proses legal finalization, termasuk ratifikasi dan implementasi perjanjian di tingkat praktis.
“Keberhasilan IEU-CEPA tidak hanya bergantung pada selesainya negosiasi, tetapi pada kemampuan kita memastikan proses ratifikasi dan penerapan berjalan efektif baik dari sisi Uni Eropa maupun Indonesia, sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh pelaku usaha, pekerja, dan perekonomian secara keseluruhan,” tambah Shinta.
Urgensi Implementasi Pasca-Negosiasi
Setelah kesepakatan substantif dicapai pada September 2025, Apindo memandang bahwa fokus perlu bergeser dari negosiasi ke peluang kolaborasi. Perjanjian ini dianggap sebagai strategi jangka panjang untuk menciptakan kepastian akses pasar, mengurangi risiko ketidakstabilan, serta meningkatkan daya saing industri dalam era globalisasi. Menurut Shinta, dalam kondisi yang kritis, dunia usaha Indonesia membutuhkan kebijakan yang konsisten untuk menjamin pemanfaatan manfaat IEU-CEPA sebelum fasilitas Generalised Scheme of Preferences (GSP) Uni Eropa berakhir pada 31 Desember 2026.
Fasilitas GSP yang diberikan Uni Eropa selama beberapa tahun telah menjadi penggerak utama bagi ekspor Indonesia. Namun, dengan masa berlaku yang habis pada akhir tahun 2026, risiko cliff edge semakin mengemuka. Cliff edge mengacu pada situasi di mana kebijakan preferensial GSP berakhir, sementara IEU-CEPA belum efektif diterapkan. Jika terjadi, sejumlah produk ekspor Indonesia berpotensi kembali dikenai tarif Most Favoured Nation (MFN), yang berdampak pada biaya produksi dan kompetitivitas. Oleh karena itu, Apindo menekankan perlunya kepastian implementasi IEU-CEPA untuk menghindari dampak negatif ini.
Manfaat Strategis dan Tanggung Jawab Bersama
Shinta Kamdani menegaskan bahwa IEU-CEPA harus menjadi platform yang mendorong pertumbuhan sektor swasta, meningkatkan kapasitas usaha, dan mempercepat transfer teknologi serta pengetahuan. Selain itu, perjanjian ini diharapkan mampu mendorong pengembangan industri, memperkuat kepastian berusaha, serta membuka jalan bagi kerja sama ekonomi yang lebih luas. “Implementasi IEU-CEPA juga harus mampu mengatasi berbagai nontariff barriers yang selama ini menghambat perdagangan dan investasi,” lanjutnya dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah rangkaian pertemuan strategis di Eropa.
Apindo menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan momentum pasca-negosiasi untuk menciptakan kerja konkret di berbagai sektor kritis, seperti manufaktur, rantai pasok global, ekonomi hijau, digital, keberlanjutan, dan peningkatan sumber daya manusia. Dengan pembentukan Joint Task Force, pihaknya ingin memastikan koordinasi yang efektif antara pemerintah, bisnis, dan lembaga internasional lainnya. “Kita tidak boleh membiarkan cliff edge terjadi di awal 2027. Dunia usaha butuh kepastian, sehingga Apindo bersiap bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, Uni Eropa, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjamin ratifikasi dan penerapan IEU-CEPA berjalan lancar,” jelasnya.
Kemitraan dan Agenda Tindak Lanjut
Selama Business Mission to Europe 2026, Apindo tidak hanya mengusulkan pembentukan Joint Task Force IEU-CEPA, tetapi juga menghasilkan beberapa agenda strategis. Salah satunya adalah penguatan dukungan terhadap implementasi perjanjian, termasuk pengembangan program pemanfaatan IEU-CEPA setelah ratifikasi. Agenda lainnya mencakup pendalaman dialog mengenai European Union Deforestation Regulation (EUDR), standar keberlanjutan, dan kesiapan sektor prioritas Indonesia dalam memenuhi syarat akses pasar Uni Eropa. Hal ini menunjukkan komitmen Apindo untuk mendorong kebijakan yang selaras dengan kebutuhan industri.
Apindo juga menjalani pertemuan strategis dengan para pembuat kebijakan, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan utama di Eropa. Tujuan dari pertemuan-pertemuan ini adalah mengumpulkan masukan, mengidentifikasi tantangan, serta menciptakan rencana tindak lanjut yang realistis. Pihaknya menegaskan bahwa partisipasi aktif dari dunia usaha sangat penting untuk menjamin keberhasilan perjanjian. “Kita harus menjadi mitra strategis pemerintah, karena keberhasilan IEU-CEPA akan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional,” tegas Shinta.
Di sisi lain, perjanjian ini dianggap sebagai langkah penting untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa. Fasilitas preferensial GSP yang akan berakhir pada 2026 menimbulkan kebutuhan mendesak untuk menggantinya dengan instrumen lain yang lebih stabil. IEU-CEPA dinilai sebagai solusi jangka panjang, karena tidak hanya menggantikan GSP, tetapi juga menjamin akses pasar yang lebih luas. Shinta menyatakan bahwa perjanjian ini harus menjadi alat untuk meningkatkan investasi, kemudahan berusaha, dan pengembangan industri yang berkelanjutan.
Dalam rangka memastikan keberhasilan IEU-CEPA, Apindo terus memantau perkembangan ratifikasi dan implementasi di berbagai tingkat. Organisasi ini juga berupaya mengoptimalkan peluang ek
