Meeting Results: Koster ingin Solar Summit 2026 beri saran pengembangan energi bersih
Visi Gubernur Koster untuk Indonesia Solar Summit 2026: Akselerasi Energi Bersih di Bali
Meeting Results – Denpasar menjadi kota yang akan menjadi tuan rumah bagi Indonesia Solar Summit (ISS) 2026, sebuah acara yang diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis bagi pemerintah pusat maupun daerah. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan harapannya agar pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi belaka, melainkan mampu melahirkan kemitraan yang konkret serta investasi nyata dalam sektor energi terbarukan.
Menurut Gubernur Koster, salah satu tujuan utama penyelenggaraan ISS adalah untuk mempercepat pencapaian target nasional pengembangan energi surya sebesar 100 gigawatt. “ISS agar tidak hanya menghasilkan diskusi, tetapi juga melahirkan kemitraan strategis, investasi konkret dan rekomendasi kebijakan yang mampu mempercepat terwujudnya target nasional pengembangan 100 gigawatt energi surya,” jelas Koster dalam keterangan resminya di Denpasar pada hari Rabu.
Regulasi dan Komitmen Bali dalam Energi Bersih
Provinsi Bali telah menunjukkan komitmen serius melalui penerbitan berbagai regulasi pendukung pengembangan energi bersih. Beberapa peraturan penting yang telah diterbitkan antara lain Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2020 yang mengatur Rencana Umum Energi Daerah, serta Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 yang secara khusus membahas Bali Energi Bersih. Selain itu, Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 5 Tahun 2022 juga menjadi instrumen penting dalam mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di seluruh wilayah Bali.
Komitmen Bali untuk mencapai kemandirian energi berbasis sumber terbarukan telah diwujudkan melalui penghentian bertahap ketergantungan pada pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil. Strategi utama yang dipilih adalah pemanfaatan PLTS sebagai solusi untuk mewujudkan target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2045, yang merupakan 15 tahun lebih cepat dibandingkan dengan target nasional yang ditetapkan.
“Untuk mewujudkan target tersebut, kami mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, khususnya energi surya, memperluas penggunaan kendaraan listrik, mengembangkan pembangkit listrik berbasis energi bersih, serta membuka ruang investasi dan kolaborasi di sektor energi hijau,” ujar Gubernur Koster.
Strategi Kemandirian Energi Bali
Sebagai daerah yang perekonomiannya sangat bergantung pada sektor pariwisata, Bali menyadari pentingnya menjaga kualitas lingkungan serta memiliki sistem energi yang bersih, aman, dan berkelanjutan. Gubernur Koster menekankan bahwa kemandirian energi harus dicapai dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di dalam daerah sendiri.
Ke depan, visi Bali adalah agar seluruh pembangkit listrik di pulau dewata tidak lagi menggunakan bahan bakar fosil. Langkah ini diharapkan dapat menghilangkan sumber pencemaran udara sehingga kualitas udara tetap terjaga untuk kepentingan wisatawan maupun masyarakat lokal. “PLTS adalah pilihan terbaik karena sumber energinya berasal dari matahari, saya mendorong pemanfaatan PLTS sebagai sumber energi masa depan Bali,” tegasnya.
Dalam upaya menggencarkan pengembangan energi bersih, Pemprov Bali juga siap memberikan dukungan penuh kepada masyarakat yang berminat memasang PLTS. Gubernur Koster menyatakan bahwa penggunaan energi surya tidak akan membebani pemerintah, melainkan justru perlu difasilitasi sebagai bagian integral dari percepatan transisi menuju energi bersih. “Kalau masyarakat mau memasang PLTS, saya akan dukung, pemerintah harus memfasilitasi karena ini memberi manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.
ISS 2026: Forum Nasional di Luar Jakarta
Fabby Tumiwa, CEO Institute for Essential Services Reform (IESR), menjelaskan bahwa ISS merupakan forum nasional tahunan yang diselenggarakan oleh IESR bersama berbagai kementerian dan lembaga pemerintah. Tujuan utama forum ini adalah untuk mempercepat transisi energi bersih di seluruh Indonesia. ISS 2026 akan berlangsung hingga 16 Juli 2026 di The Meru Sanur, Bali, dengan fokus pada percepatan target pembangunan 100 GW PLTS, pengurangan penggunaan pembangkit berbahan bakar diesel, strategi pembiayaan, serta penguatan ekosistem industri tenaga surya nasional.
Fabby Tumiwa mengungkapkan bahwa sejak pertama kali digelar pada tahun 2022, ISS selalu diselenggarakan di Jakarta. Tahun 2026 menandai kali pertama forum tersebut berlangsung di luar ibu kota, dengan Bali dipilih karena dinilai memiliki komitmen yang kuat dalam pengembangan energi bersih. “Energi surya bukan lagi sekadar wacana, tetapi telah menjadi agenda pembangunan nasional untuk mencapai kemandirian energi, tantangan kita sekarang adalah mengubah potensi besar yang dimiliki Indonesia menjadi investasi nyata dan mempercepat terwujudnya ekonomi hijau,” kata Fabby.
