Meeting Results: Latker Disnakertrans Banten tingkatkan kompetensi 192 peserta

Latihan Kerja Disnakertrans Banten Tingkatkan Kemampuan 192 Peserta

Meeting Results – Di Tangerang, Rabu, 192 peserta menghadiri Pelatihan Perja (Latker) yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat keterampilan dan kompetensi para peserta dalam beberapa bidang pelatihan. Kepala Disnakertrans Banten, Septo Kalnadi, mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang agar peserta mampu meningkatkan kemampuan, produktivitas, serta daya saing dalam menghadapi dunia kerja. “Dengan program pelatihan ini, kita berharap mereka bisa bersaing lebih baik di pasar tenaga kerja,” ujarnya saat membuka acara di Kantor UPTD Latihan Kerja Disnakertrans Banten.

Persiapan SDM yang Berkualitas

Menurut Septo, pelatihan kerja ini adalah bagian dari upaya Disnakertrans Banten dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap mengisi posisi di berbagai sektor industri. “Kami ingin menciptakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha,” jelasnya. Ia menambahkan, kegiatan pembukaan berjalan lancar dan semua peserta hadir untuk mengikuti pelatihan secara aktif. Seperti diungkapkan Septo, program ini bertujuan untuk menjembatani antara kebutuhan industri dan kemampuan para pencari kerja, terutama yang berusia produktif.

“Dengan SDM yang terampil, para pencari kerja akan lebih mudah diterima di dunia usaha atau industri, bahkan memiliki peluang untuk berwirausaha,” kata Septo Kalnadi.

Program pelatihan kerja ini memiliki durasi sekitar 25 hari, di mana peserta akan dilatih oleh para mentor yang berpengalaman dan profesional. “Kami meminta peserta untuk sungguh-sungguh mengikuti seluruh sesi pelatihan agar hasil yang dicapai maksimal,” tambah Septo. Pada tahun 2026, pelatihan gelombang pertama dimulai pada 1 Juli, dengan anggaran sumber dana berasal dari APBD Banten. Jumlah peserta yang terlibat dalam program ini mencapai sekitar 600 orang, termasuk dari beberapa kejuruan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Program Pelatihan yang Beragam

Kepala UPTD Latihan Kerja Disnakertrans Banten, Mohamad Bayuni, mengungkapkan bahwa dalam gelombang pertama 2026, terdapat berbagai program pelatihan yang ditawarkan. “Beberapa bidang pelatihan yang diberikan meliputi juru las dengan teknik GMAW dan SMAW, serta program bahasa Jepang, kecantikan kulit, pengoperasian menjahit, dan TIK advance office operator,” katanya. Bayuni juga menyampaikan bahwa acara pembukaan hari ini berjalan lancar dan diikuti oleh seluruh peserta. “Alhamdulillah, seluruh peserta hadir dan siap berpartisipasi aktif,” tambahnya.

Dalam pelatihan ini, peserta akan dibimbing untuk mengembangkan kemampuan teknis dan soft skill yang relevan. Bayuni menekankan pentingnya partisipasi peserta selama proses pelatihan. “Komitmen mereka terhadap program ini akan menjadi penentu kesuksesan,” jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa Disnakertrans Banten telah melakukan pelatihan dalam tiga gelombang sebelumnya, masing-masing dengan jumlah peserta sebanyak 200 orang. “Pada tahun lalu, kami menyelenggarakan tiga kali pelatihan dengan berbagai kejuruan yang dipilih secara strategis,” tambah Septo Kalnadi.

“Ada 13 kejuruan yang tersedia dalam program ini, sehingga peserta dapat memilih sesuai minat dan kebutuhan,” kata Septo Kalnadi.

Bayuni menjelaskan bahwa program pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas SDM secara keseluruhan. “Dengan adanya pelatihan, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga pengalaman praktis yang bisa langsung diterapkan di lapangan,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa Disnakertrans Banten terus berupaya memperluas cakupan pelatihan, baik dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun pusat. “Target kami adalah menciptakan SDM yang siap bersaing di era globalisasi,” tambahnya.

Salah satu keunggulan program Latker adalah kehadiran mentor yang kompeten dan berpengalaman. Septo Kalnadi menjelaskan bahwa pelatihan akan dilakukan secara terstruktur, dengan sesi yang dirancang untuk memastikan peserta mampu menguasai berbagai bidang. “Mentor yang terlibat adalah para profesional di bidangnya, sehingga mereka bisa memberikan arahan yang optimal,” katanya. Dengan durasi 25 hari, peserta akan memperoleh pemahaman mendalam tentang kejuruan yang dipilih, serta keterampilan dasar hingga tingkat lanjutan.

“Melalui pelatihan ini, peserta akan siap menghadapi dunia kerja karena mereka telah dilatih dengan metode yang komprehensif,” kata Septo Kalnadi.

Pelatihan kejuruan yang disediakan oleh Disnakertrans Banten mencakup berbagai bidang seperti teknik las, penerjemahan bahasa Jepang, kecantikan kulit, serta pengoperasian mesin jahit. Program TIK advance office operator juga menjadi salah satu yang diminati, karena relevansi teknologi informasi dalam dunia kerja modern. “Kami mengharapkan para peserta mampu memanfaatkan pelatihan ini sebagai langkah awal menuju karier yang lebih baik,” kata Bayuni.

Disnakertrans Banten juga berharap program ini bisa menjadi pemicu bagi para peserta untuk mengembangkan diri setelah selesai. “Setelah melalui pelatihan, mereka bisa langsung mengisi posisi di perusahaan atau bahkan memulai bisnis sendiri,” jelas Septo. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran di kalangan usia produktif, sekaligus memperkuat ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas tenaga kerja. “Dengan SDM yang lebih siap, industri lokal akan memiliki tenaga kerja yang mumpuni,” tambahnya.

Dalam rangka menyiapkan SDM yang berkualitas, Disnakertrans Banten terus melakukan kolaborasi dengan berbagai instansi dan lembaga pelatihan. “Kami juga berencana memperluas jumlah peserta dan jenis program pelatihan di masa mendatang,” kata Bayuni. Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membangun mental dan sikap kerja yang baik. “Pembelajaran tidak hanya melalui teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan,” jelasnya.

Septo Kalnadi menegaskan bahwa keberhasilan program pelatihan ini akan memberikan dampak signifikan bagi pengembangan perekonomian Banten. “SDM yang terampil akan menjadi aset berharga bagi industri dan sektor usaha,” katanya. Dengan adanya Latker, Disnakertrans Banten berupaya memastikan para peserta tidak hanya mampu memenuhi syarat kerja, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan industri. “Kami percaya pelatihan ini akan menjadi pintu masuk yang baik bagi mereka untuk meraih kesuksesan di dunia kerja,” pungkas Septo.