New Policy: KEK Singhasari bermitra dengan IIM Bangalore siapkan talenta global

KEK Singhasari Bermitra dengan IIM Bangalore Siapkan Talent Global

New Policy – Jakarta, 5 Mei 2023 – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dan Indian Institute of Management (IIM) Bangalore telah menandatangani MoU untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di tingkat global. Kerja sama ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mendukung transformasi KEK menjadi pusat pengembangan talenta, selain fokus pada investasi dan industri. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap tantangan ekonomi masa depan.

“Indonesia memiliki target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, yang membutuhkan investasi lebih besar, peningkatan produktivitas, serta SDM yang kompeten secara internasional,” ujar Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dalam agenda penandatanganan MoU di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (5/5). Ia menekankan pentingnya integrasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor industri untuk membangun sistem pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan perekonomian nasional.

Kemitraan dengan IIM Bangalore, institusi ternama di bidang manajemen dan pembelajaran bisnis, diharapkan memberikan kesempatan bagi lulusan KEK Singhasari untuk memperoleh pelatihan dan kurikulum yang selaras dengan standar global. Susiwijono menambahkan bahwa kolaborasi ini bukan hanya mengembangkan keahlian teknis, tetapi juga mendorong inovasi dan kreativitas yang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Program kerja sama ini akan mengintegrasikan metode pendidikan modern dari IIM Bangalore ke dalam struktur pendidikan KEK Singhasari. Fokus utama akan ditempatkan pada pelatihan bidang teknologi informasi, ekonomi digital, dan manajemen bisnis. Dengan demikian, lulusan akan memiliki keterampilan yang relevan untuk memenuhi kebutuhan industri di masa depan, termasuk sektor-sektor seperti teknologi, keuangan, dan logistik. Susiwijono juga menyoroti peran pendidikan dalam menciptakan keunggulan kompetitif bagi Indonesia di tingkat internasional.

Kerja sama dengan IIM Bangalore juga sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan transformasi digital sebagai prioritas utama. Susiwijono menegaskan bahwa upaya ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan. “Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan industri harus menjadi jembatan untuk menghasilkan SDM yang siap menghadapi dinamika pasar global,” jelasnya.

Sebagai salah satu inisiatif KEK Singhasari, program ini akan melengkapi beberapa proyek kolaborasi antara Indonesia dan India. Contohnya, Cyber Defense Academy dan Mumbai–Malang Creative Tech Corridor yang telah sukses mengembangkan kompetensi di bidang teknologi dan keamanan siber. Susiwijono menyoroti bahwa pertumbuhan KEK Singhasari tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan bilateral dengan India dalam bidang pendidikan, teknologi, dan inovasi.

Dalam konteks kebijakan ekonomi, KEK Singhasari menjadi salah satu dari beberapa kawasan strategis yang mendorong pertumbuhan sektor produktif. Susiwijono menyebutkan bahwa KEK tersebut diharapkan menjadi pusat pengembangan teknologi dan inovasi, sekaligus menghasilkan SDM yang mampu memenuhi standar internasional. “Dengan kehadiran IIM Bangalore, kita bisa memastikan bahwa program pendidikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik yang konkret,” tambahnya.

Kemitraan ini dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi Indonesia. IIM Bangalore, yang dikenal sebagai institusi unggul di Asia, akan memberikan kontribusi dalam merancang kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dalam beberapa tahun terakhir, KEK Singhasari telah menunjukkan pertumbuhan signifikan, baik dalam jumlah investasi maupun jumlah wirausaha yang muncul. Susiwijono menegaskan bahwa kolaborasi dengan lembaga pendidikan ternama akan mempercepat proses tersebut.

Menurut Susiwijono, program ini juga akan memperdalam kerja sama antara Indonesia dan India, yang kini telah berkembang di berbagai bidang. KEK Singhasari telah menjadi contoh keberhasilan dalam kolaborasi ekonomi dan teknologi. Selain itu, pemerintah melihat potensi besar dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga bisa meningkatkan daya saing negara di tingkat global.

Pada tahun 2025, nilai perdagangan bilateral Indonesia dan India mencapai 23,2 miliar dolar AS, sementara selama Januari-April 2026, angka tersebut naik menjadi 7,9 miliar dolar AS. Susiwijono menyatakan bahwa peningkatan ini menjadi bukti bahwa kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah cukup efektif. “Dengan SDM yang lebih unggul, Indonesia bisa mengoptimalkan potensi ekonomi bilateral dan meningkatkan kualitas pelayanan ekspor-impor,” ujarnya.

Kerja sama dengan IIM Bangalore diharapkan menjadi pilar utama dalam membentuk SDM yang siap bersaing di era digital. Pemerintah menargetkan bahwa program ini akan menciptakan peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda, serta meningkatkan keterlibatan industri dalam proses pembelajaran. Susiwijono menyebutkan bahwa keberhasilan program ini akan menjadi tolok ukur untuk pengembangan KEK Singhasari di masa depan.

“Kemitraan ini akan menciptakan sinergi yang berkelanjutan antara lembaga pendidikan dan sektor industri,” kata Susiwijono. Ia menambahkan bahwa dengan pendekatan holistik, KEK Singhasari dapat menjadi pusat pengembangan talenta yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkompeten, tetapi juga membangun budaya inovasi dan kreativitas. Pemerintah optimistis bahwa kerja sama ini akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing Indonesia di tengah persaingan global.

Selain fokus pada pendidikan, KEK Singhasari juga menawarkan berbagai keuntungan untuk wirausaha dan bisnis. Susiw