Special Plan: Bulog pastikan stok beras 10 juta kg aman buat sambut Galungan

Bulog Pastikan Stok Beras 10 Juta Kilogram Aman untuk Sambut Galungan

Special Plan – Denpasar, Rabu – Perusahaan Umum Bulog Bali menjamin ketersediaan beras yang terkumpul di gudang mencapai 10 juta kilogram, mencukupi kebutuhan masyarakat selama perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Pemimpin Wilayah Bulog Bali, Simon Melkisedek Lakapu, menyatakan bahwa stok pangan yang dikelola oleh Bulog Bali berada dalam kondisi stabil hingga 10 bulan ke depan. Dengan total stok saat ini mencapai 10.795.581 kilogram, ia menegaskan bahwa kebutuhan warga Bali tidak akan terganggu meski di tengah momentum perayaan tersebut.

Dalam wawancara di Denpasar, Minggu, Simon menyebutkan bahwa ketersediaan beras dan komoditas strategis lainnya tetap terpenuhi. Ia menambahkan bahwa stok tersebut siap digunakan untuk memenuhi permintaan masyarakat. “Dengan tingkat persediaan yang sangat memadai, masyarakat tidak perlu cemas terkait kelangkaan beras atau bahan pokok lainnya,” ujarnya. Selain itu, ia mengimbau warga agar tidak melakukan pembelian berlebihan, karena pasokan tetap aman dan memadai.

“Kami terus berkoordinasi dengan satgas pangan, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan selama perayaan Galungan,” kata Simon.

Bulog Bali juga memantau harga beras di berbagai pasar. Menurut Simon, harga beras di Bali masih tergolong stabil, meski permintaan secara umum meningkat. “Salah satu tugas utama Bulog adalah menjaga harga pangan tetap terkendali, terutama menjelang hari besar keagamaan,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa perayaan Galungan dan Kuningan tahun ini akan dirayakan dengan pasokan pangan yang cukup, karena seluruh sistem distribusi telah dipersiapkan secara matang.

Program Bantuan Pangan Masih Berlangsung

Selama masa perayaan, Bulog Bali berfokus pada penyaluran bantuan pangan yang diberikan pada Februari-Maret. Tujuannya adalah agar warga yang berhak menerima beras dapat memanfaatkan bantuan tersebut tepat waktu. Sampai pertengahan Juni 2026, sudah sekitar 287.347 Penerima Bantuan Pangan (PBP) atau 96,5 persen dari total kuota penerima di Provinsi Bali menerima bantuan tersebut.

“Program bantuan pangan merupakan upaya negara untuk mendukung daya beli masyarakat dan memastikan akses terhadap kebutuhan pokok,” kata Simon.

Ia menjelaskan bahwa program ini bertujuan menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras di tingkat konsumen. Dengan penyaluran yang terus dipercepat, Bulog berharap seluruh warga yang berhak dapat merasakan manfaatnya. Selain itu, Simon juga memastikan distribusi beras melalui berbagai saluran seperti pasar tradisional, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), kios pengecer, Rumah Pangan Kita (RPK), dan saluran lainnya berjalan lancar.

Distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) juga menjadi fokus utama. Hingga kini, Bulog telah menggelontorkan 3.028.010 kilogram beras ke berbagai wilayah Bali. “Dengan distribusi yang masif dan merata, kami harap warga dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga terjangkau, terutama menjelang acara besar seperti Galungan,” ujarnya.

Perayaan Galungan dan Kuningan tahun ini dilangsungkan mulai dari Penampahan Galungan pada Selasa, 16 Juni hingga Umanis Kuningan pada 28 Juni 2026. Simon mencatat bahwa selama masa perayaan, permintaan beras dan komoditas lain meningkat, tetapi stok yang dimiliki Bulog Bali cukup untuk menutupinya. “Kami yakin kebutuhan masyarakat akan terpenuhi meski kondisi perekonomian menghadapi tantangan,” imbuhnya.

Dalam upaya menjaga kondisi pangan tetap aman, Simon menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. “Sinergi ini menjadi dasar untuk menjaga stabilitas pasokan, harga, dan ketersediaan bahan makanan selama perayaan,” ujarnya. Ia memastikan bahwa program-program seperti SPHP dan bantuan pangan akan terus berjalan efektif, sehingga warga tidak perlu khawatir terkait ketersediaan beras.

Selama beberapa bulan terakhir, Bulog Bali telah melakukan berbagai langkah untuk memperkuat ketersediaan beras. Dengan mengelola stok sebesar 10 juta kilogram, mereka tidak hanya siap memenuhi kebutuhan warga selama perayaan Galungan, tetapi juga menjamin pasokan yang terus berjalan tanpa hambatan. Simon menyebut bahwa stok ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh tim, termasuk koordinasi dengan penyedia logistik dan pihak terkait lainnya.

Peran Bulog Bali dalam menjaga stabilitas pangan tidak hanya terbatas pada penyaluran beras, tetapi juga mencakup pengawasan harga di berbagai daerah. “Kami rutin memantau harga beras di pasar, agar tidak terjadi kenaikan tiba-tiba,” jelas Simon. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk mencegah inflasi dan memastikan kesejahteraan warga.

Menurut Simon, perayaan Galungan dan Kuningan merupakan momen penting bagi masyarakat Bali. Selain sebagai hari besar keagamaan, acara ini juga menjadi pengingat akan pentingnya persediaan pangan. “Dengan pasokan yang memadai, harga yang stabil, dan dukungan dari berbagai pihak, kami yakin masyarakat dapat merayakan hari besar tersebut dengan nyaman,” tuturnya.

Dalam kesimpulan, Bulog Bali terus berupaya memastikan bahwa kebutuhan masyarakat selama perayaan Galungan tidak terganggu. Dengan stok yang mencukupi, program distribusi yang optimal, serta koordinasi yang terus berjalan baik, mereka yakin ketersediaan beras dan bahan pokok lainnya akan tetap terjaga. “Kami ingin masyarakat bisa fokus pada kebahagiaan dan kecukupan, bukan pada ketakutan akan kelangkaan,” pungkas Simon.