Sandiaga Uno Prediksi Ekonomi Hijau Indonesia Berpeluang Besar

Jakarta – Dalam acara MUTU Green Economic Series 2026 di Jakarta, Rabu, Sandiaga Salahuddin Uno, seorang pengusaha dan investor, menyatakan bahwa ekonomi hijau memiliki masa depan yang sangat menjanjikan. Menurutnya, bidang ini bisa menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saya sangat optimistis soal ekonomi hijau ini, super prospektif,” ujar Sandiaga.

Ia menekankan bahwa kombinasi inovasi, pendanaan hijau, serta reformasi kebijakan dapat mengubah ancaman perubahan iklim menjadi peluang bisnis baru. Dalam pandangan Sandiaga, ekonomi hijau bukan sekadar tren, melainkan arah strategis untuk kemajuan Indonesia, yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja di masa depan.

Lapangan kerja yang diharapkan meliputi berbagai sektor, seperti energi terbarukan, manajemen lingkungan, teknologi rendah karbon, dan pariwisata berkelanjutan. Dengan studi dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan International Renewable Energy Agency, nilai potensi ekonomi hijau Indonesia diperkirakan mencapai Rp3.000 triliun hingga Rp4.000 triliun dalam jangka panjang.

Menurut Sandiaga, perusahaan berbasis ekonomi hijau, terutama di bidang energi terbarukan, kendaraan listrik, dan manajemen karbon, sudah menunjukkan bisnis yang berkembang pesat. Namun, ia mengungkapkan bahwa potensi yang belum diakses justru lebih besar, terutama pada pengembangan pasar karbon, pengukuran dampak karbon, perdagangan kredit emisi, serta teknologi pemantauan emisi.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memperbaiki regulasi terkait ekonomi hijau. Regulasi yang dikeluarkan harus komprehensif dan memberikan insentif kepada sektor-sektor yang terlibat. “Karena ekonomi hijau ini masa depan ekonomi kita, bisa memberikan lapangan kerja, dan juga baik untuk keberlanjutan,” tambahnya.