Wagub Kalbar : Gawai Dayak Sekadau jadi penggerak ekonomi kreatif

Gawai Dayak XV Sekadau: Wagub Kalbar Tekankan Peran Budaya dalam Penggerak Ekonomi Kreatif

Momentum Pelestarian dan Pertumbuhan UMKM Lokal

Indocrowdfunding.com – Pontianak – Wagub Kalbar, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa penyelenggaraan Gawai Dayak XV di Kabupaten Sekadau membawa dampak signifikan bagi pengembangan ekonomi kreatif di wilayah tersebut. Dalam sambutannya saat membuka acara secara resmi di Betang Youth Center pada hari Rabu, Wagub Kalbar menjelaskan bahwa perayaan ini memiliki nilai strategis yang melampaui fungsi ritual adat semata. Perayaan Gawai Dayak tidak hanya menjadi wadah pelestarian tradisi dan budaya masyarakat Dayak, tetapi juga berperan sebagai katalisator untuk menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif di kalangan masyarakat Sekadau.

Krisantus menekankan bahwa Gawai Dayak sesungguhnya bukan sekadar pesta adat biasa yang hanya bersifat seremonial. Lebih dari itu, acara ini menjadi ruang untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga, melestarikan warisan budaya leluhur, dan sekaligus mempromosikan berbagai potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wagub Kalbar dengan penekanan bahwa integrasi antara budaya dan ekonomi merupakan kunci pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Barat.

“Gawai Dayak bukan sekadar pesta adat, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, sekaligus mempromosikan potensi daerah,” kata Wagub Kalbar.

Integrasi Budaya dengan Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Menurut Kurniawan, perhelatan budaya seperti Gawai Dayak harus dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk unggulan lokal kepada pasar yang lebih luas. Pelaksanaan Gawai Dayak memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat apabila mampu diintegrasikan dengan pengembangan UMKM, kerajinan tangan, dan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Wagub Kalbar menilai bahwa momentum ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh pemangku kepentingan.

Ia mengajak para pelaku UMKM dan perajin untuk memanfaatkan setiap momentum kegiatan budaya guna memperkenalkan produk mereka. Dengan demikian, produk lokal tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas. Wagub Kalbar menilai penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu hal penting dalam pembangunan daerah sehingga masyarakat Dayak didorong mampu tampil sebagai pelaku utama dengan memperkuat kapasitas usaha dan melahirkan lebih banyak pengusaha setempat.

Lebih lanjut, Wagub Kalbar menambahkan bahwa pemerintah akan memberikan perlindungan kepada seluruh pelaku investasi di Kalimantan Barat. Namun, investasi tersebut harus membawa dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan keadilan sosial sehingga aktivitas ekonomi dan investasi yang berkembang di daerah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Peran Kaum Perempuan dalam Ekonomi Kreatif

Sementara itu, Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Donata Krisantus, mengatakan kaum perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui produk kuliner, kerajinan, dan berbagai usaha berbasis potensi lokal. Dukungan dari Wagub Kalbar terhadap pemberdayaan perempuan dalam sektor ekonomi kreatif semakin memperkuat posisi mereka sebagai penggerak utama pembangunan daerah.

“TP PKK sangat mendukung Gawai Dayak karena di dalamnya terdapat peran besar kaum perempuan dalam menjaga adat, kuliner, dan kerajinan,” katanya.

Ia berharap produk binaan TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Sekadau dapat terus berkembang dan naik kelas sehingga mampu dikenal lebih luas serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga dan masyarakat. Melalui dukungan ini, diharapkan produk-produk lokal dapat bersaing di pasar regional maupun nasional. Wagub Kalbar juga menekankan pentingnya sinergi antara berbagai lembaga pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan visi ekonomi kreatif yang inklusif.

Rangkaian Kegiatan dan Dampak Ekonomi Jangka Panjang

Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau berlangsung pada 21-25 Juli 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan menarik. Rangkaian acara meliputi pameran UMKM, lomba seni dan budaya tradisional, ritual adat, pemilihan Bujang Dara Gawai, serta pertunjukan musik yang menampilkan kearifan lokal. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Betang Youth Center diharapkan tidak hanya menjadi pusat perayaan budaya, tetapi juga ruang promosi produk lokal dan penggerak ekonomi kreatif masyarakat Kabupaten Sekadau.

Dengan demikian, perayaan ini menjadi jembatan antara pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Sekadau. Wagub Kalbar berharap momentum Gawai Dayak dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya dengan strategi pengembangan ekonomi kreatif. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi tersebut.