Jonatan Christie Berharap Indonesia Lolos Fase Grup Piala Thomas 2026

Jakarta – Jonatan Christie, pemain tunggal putra Indonesia, yakin tim nasional bisa melewati babak penyisihan grup Piala Thomas 2026. Hasil undian menempatkan Merah Putih dalam Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair. Meski ada tantangan dari Prancis dan Thailand, Jojo—sapaan akrab Jonatan—menegaskan peluang Indonesia tetap terbuka. “Dengan komposisi yang seimbang, kami siap berjuang hingga akhir,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Kekuatan Prancis dalam Fase Grup

Tim Prancis tampil kuat setelah menjuarai Kejuaraan Beregu Putra Eropa 2026 dengan mengalahkan Denmark 3-2. Mereka menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya di tunggal putra, dengan tiga pemain muda berbakat seperti Christo Popov, Toma Junior Popov, dan Alex Lanier. Di bidang ganda, pasangan Popov dan Thom Gicquel juga menjadi ancaman besar bagi lawan-lawan.

Tantangan dari Thailand

Thailand mengandalkan Kunlavut Vitidsarn sebagai pemain utama di tunggal, disertai Panitchaphon Teeraratsakul yang berada di peringkat 30 dunia. Pengalaman Dechapol Puavaranukroh dalam ganda juga menjadi faktor kunci. Meski demikian, Jojo memprediksi tim Indonesia memiliki peluang untuk bersaing dan mengharapkan kemenangan di babak grup.

Peta Kekuatan Tim Indonesia

Skuad Merah Putih dibentuk dengan kombinasi pemain berpengalaman dan muda. Anthony Sinisuka Ginting, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama, serta Moh Reza Pahlevi Isfahani menjadi bagian dari formasi senior. Pemain muda seperti Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, Raymond Indra, dan Nikolaus Joaquin juga turut menyertainya. “Kombinasi usia muda dan pengalaman bisa memberi keuntungan signifikan,” tutur Jonatan.

Rekor Sejarah Indonesia di Piala Thomas

Indonesia tercatat sebagai negara paling sukses dalam sejarah Piala Thomas dengan total 14 gelar. Dominasi dimulai dari edisi pertama pada 1958, kemudian terus berlanjut pada 1961, 1964, dan era 1970-an hingga 1979. Setelah jeda, tim kembali meraih kemenangan pada 1984, sebelum memasuki periode keemasan pada dekade 1990-an hingga 2000-an. Gelar terakhir diraih pada 2020, edisi yang digelar di Denmark pada 2021, saat Indonesia menundukkan China 3-0 di babak final.

“Dengan peta kekuatan yang semakin merata, siapa pun bisa menang. Saya harap kombinasi pemain senior dan junior bisa memberikan yang terbaik dan membawa pulang Piala Thomas,” kata Jonatan.

Dalam dua edisi terakhir, India dan China menjadi juara. Jonatan berharap Indonesia bisa mengulangi prestasi gemilangnya dalam sejarah ajang bergengsi ini.