New Policy: Sumber Global Energy melunasi obligasi jatuh tempo senilai Rp92 miliar
New Policy: SGER Bayar Obligasi Rp92 Miliar Sesuai Jadwal
New Policy – Jakarta, Indonesia — PT Sumber Global Energy Tbk, yang dikenal dengan kode saham SGER, telah menyelesaikan kewajiban pembayaran salah satu instrumen utang jangka panjangnya. Perusahaan perdagangan batu bara ini resmi melunasi Obligasi Tahap I Tahun 2024 Seri B dengan nilai pokok mencapai Rp92 miliar. Pembayaran ini dilakukan tepat sesuai dengan jadwal jatuh tempo yang telah ditetapkan sebelumnya. Langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan investor melalui new policy pembayaran yang transparan dan tepat waktu.
Detail Pembayaran Obligasi
Welly Thomas, Direktur Utama SGER, mengonfirmasi penyelesaian pembayaran tersebut melalui keterangan resmi yang dirilis di Jakarta pada hari Rabu. Ia menyatakan bahwa jumlah pokok Obligasi Berkelanjutan I PT Sumber Global Energy, Tbk Tahap I Tahun 2024 Seri B sebesar Rp92 miliar telah dilunasi sesuai dengan tanggal jatuh tempo. Pengumuman ini menjadi bagian dari new policy perusahaan dalam mengelola kewajiban utang secara efisien.
“Jumlah pokok Obligasi Berkelanjutan I PT Sumber Global Energy, Tbk Tahap I Tahun 2024 Seri B sebesar Rp92 miliar telah dilunasi sesuai dengan tanggal jatuh tempo,” ujar Welly Thomas.
Penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari strategi pendanaan jangka panjang perusahaan. Perseroan sebelumnya menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I tahun 2024 dengan nilai pokok maksimum mencapai Rp500 miliar. Nilai tersebut terdiri dari dua seri yang dijaminkan dengan kesanggupan penuh atau full commitment. Seluruh proses penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2024, dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp1 triliun. Implementasi new policy ini menunjukkan bahwa SGER memiliki rencana keuangan yang matang.
Alokasi Dana dan Rencana Ekspansi
Menurut penjelasan Welly Thomas, alokasi dana hasil penerbitan obligasi dilakukan secara strategis. Sekitar 25 persen dana hasil penerbitan obligasi digunakan oleh perseroan untuk pelunasan penuh utang, sedangkan sekitar 75 persen sisanya digunakan untuk modal kerja. Alokasi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga kesehatan neraca keuangan sekaligus mendukung operasional bisnis. Melalui new policy ini, SGER memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan perusahaan.
SGER atau anak usahanya, yakni PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) berencana menerbitkan kembali bonds guna membiayai modal kerja, sebagaimana diungkapkan oleh Welly. Rencana penerbitan kembali ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kepercayaan diri terhadap prospek bisnisnya ke depan. Langkah ini sejalan dengan new policy perusahaan dalam memanfaatkan peluang pasar yang ada.
Biaya modal tersebut akan digunakan oleh perseroan untuk menggelar ekspansi, baik di sektor batu bara maupun sektor non batu bara. Diversifikasi ini merupakan langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu sektor saja dan meningkatkan stabilitas pendapatan perusahaan dalam jangka panjang. Dengan new policy yang diterapkan, SGER berharap dapat mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan.
Performa Kuartal I-2026
Performa keuangan SGER pada kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan tren positif. Pada kuartal I-2026, perseroan membukukan pendapatan Rp2,5 triliun atau tumbuh 1,62 persen secara year-on-year. Dari total pendapatan tersebut, senilai Rp1,75 triliun atau 70 persen merupakan pendapatan dari penjualan batu bara yang tetap menjadi tulang punggung bisnis perusahaan. Pertumbuhan ini mendukung implementasi new policy perusahaan dalam ekspansi bisnis.
Selain batu bara, SGER juga mencatatkan pendapatan dari berbagai lini bisnis lainnya. Pada kuartal I-2026, perseroan membukukan pendapatan dari penjualan kokas minyak bumi senilai Rp 441 miliar, penjualan nikel sebesar Rp138,74 miliar, atau pendapatan dari penjualan pasir dan kapur senilai Rp18,73 miliar, serta pendapatan dari produk kelapa sawit senilai Rp1,27 miliar. Diversifikasi pendapatan ini menjadi fondasi kuat bagi new policy perusahaan.
Kinerja yang konsisten ini menunjukkan bahwa strategi diversifikasi bisnis yang dijalankan SGER mulai memberikan hasil nyata. Dengan kombinasi antara pengelolaan utang yang baik dan ekspansi ke berbagai sektor, perusahaan positioning dirinya untuk pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan. Melalui new policy yang telah diterapkan, SGER siap menghadapi tantangan pasar global dengan lebih percaya diri.
