Ekonomi

Menteri Ekraf: Aplikasi telah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari

1001443538
Foto : John Jackson - indocrowdfunding.com
Daftar Isi
  1. Aplikasi Digital Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Indonesia
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Aplikasi Digital Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Indonesia

Indocrowdfunding.com – Perkembangan aplikasi digital telah mengubah banyak aktivitas masyarakat, dari urusan pekerjaan dan pendidikan hingga transaksi, hiburan, serta pengembangan bisnis. Peran yang semakin luas itu menempatkan industri aplikasi sebagai salah satu elemen penting dalam arah ekonomi digital Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan hal tersebut saat membuka Indonesia Application Summit (InApps) 2026 di Tangerang, Banten, pada Senin. Ia menilai aplikasi kini tidak lagi sekadar produk teknologi, melainkan ruang yang mempertemukan kebutuhan pengguna, kreativitas, investasi, dan peluang usaha.

“Kita bekerja melalui aplikasi, belajar melalui aplikasi, bertransaksi, menikmati hiburan, bahkan membangun usaha melalui aplikasi,” kata Teuku Riefky.

Penggunaan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa sektor ini memiliki dampak yang melampaui perkembangan perangkat digital. Pertumbuhan sebuah aplikasi dapat menciptakan aktivitas ekonomi di berbagai bidang, termasuk jasa kreatif, pemasaran, pembayaran, layanan pelanggan, hingga pengembangan produk digital.

Industri aplikasi dan masa depan ekonomi digital

Teuku Riefky menyampaikan bahwa pembahasan mengenai industri aplikasi pada dasarnya juga menyangkut masa depan ekonomi digital nasional. Posisi aplikasi dinilai strategis karena menjadi titik pertemuan berbagai ekosistem, baik bagi pengembang, pelaku usaha, konsumen, maupun investor.

“Karena itu, ketika kita berbicara mengenai industri aplikasi, sesungguhnya kita sedang berbicara mengenai masa depan ekonomi digital Indonesia,” ujarnya.

Kemajuan kecerdasan buatan turut membuka ruang pertumbuhan baru bagi pengembang aplikasi di Indonesia. Teknologi ini dapat mendorong lahirnya layanan yang lebih responsif dan beragam. Namun, pemanfaatannya perlu disertai tanggung jawab melalui penerapan etika serta tata kelola yang kuat agar perkembangan teknologi membawa manfaat yang lebih luas.

Pemerintah menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. Arah kebijakan tersebut dituangkan dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif atau Rindekraf 2026-2045, yang melibatkan sekitar 24 kementerian dan lembaga untuk memperkuat pengembangan ekonomi kreatif secara nasional sekaligus mendukung pemerintah daerah.

Aplikasi masuk subsektor prioritas

Di dalam Rindekraf terdapat 21 subsektor ekonomi kreatif yang mencakup bidang berbasis kebudayaan, desain, teknologi digital, dan media. Dari jumlah tersebut, tujuh subsektor ditetapkan sebagai prioritas, termasuk aplikasi.

“Di dalam Rindekraf ini ada 21 subsektor ekonomi kreatif. Ada yang berbasis kebudayaan, desain, teknologi digital dan media. Dari 21 subsektor ini, ada tujuh subsektor ekonomi kreatif yang menjadi prioritas, termasuk subsektor aplikasi,” katanya.

Jumlah subsektor ekonomi kreatif tersebut bertambah dari sebelumnya 17 menjadi 21. Penambahan itu mencerminkan perubahan lanskap industri kreatif yang semakin dipengaruhi teknologi digital. Bidang baru yang masuk antara lain teknologi baru, konten digital, dan pengisi suara.

Subsektor teknologi baru mencakup kegiatan ekonomi kreatif yang memanfaatkan kecerdasan buatan, rantai blok, internet untuk segala, teknologi Web3, data skala besar, serta keamanan siber. Pemerintah menempatkan bidang ini sebagai subsektor tersendiri dengan direktorat khusus. Konten digital juga memiliki direktorat tersendiri, menandakan perhatian pada pertumbuhan karya dan layanan yang lahir dari ruang digital.

“Ini kita jadikan subsektor tersendiri dan ada direktoratnya sendiri. Begitu juga dengan konten digital yang juga memiliki direktorat tersendiri,” ujarnya.

Investasi dan partisipasi generasi muda

Nilai investasi menjadi salah satu indikator besarnya potensi ekonomi kreatif. Pada 2025, investasi di sektor ini mencapai sekitar Rp180 triliun. Subsektor aplikasi menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan nilai sekitar Rp54,23 triliun.

Kontribusi ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto Indonesia saat ini berada di kisaran 7,38 persen. Angka tersebut memperlihatkan bahwa kreativitas, teknologi, dan aktivitas usaha berbasis ide telah memberi dampak nyata terhadap perekonomian nasional.

Sektor ekonomi kreatif juga ditandai keterlibatan besar kelompok muda dan perempuan. Sekitar 63 persen tenaga kerja di sektor tersebut berasal dari generasi Z dan milenial, sedangkan perempuan mencakup 58 persen dari tenaga kerja itu. Komposisi ini menggambarkan peluang ekonomi kreatif sebagai ruang yang terbuka bagi kelompok usia produktif dan perempuan untuk mengambil peran lebih besar.

“Jadi sektor ini sangat inklusif dan berkelanjutan. Berkelanjutan karena generasi mudanya banyak terlibat, inklusif karena perempuan di sektor ekonomi kreatif juga cukup mendominasi,” katanya.

Kolaborasi untuk menembus pasar global

Teuku Riefky optimistis ekonomi kreatif, termasuk subsektor aplikasi, dapat terus mendukung sasaran pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika aplikasi berkembang, dampaknya tidak berhenti pada perusahaan pembuatnya. Pertumbuhan tersebut juga dapat memunculkan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan daya saing Indonesia.

“Ketika sebuah aplikasi berkembang, yang tumbuh bukan hanya perusahaan, tetapi juga lapangan kerja, investasi, dan daya saing bangsa,” ujarnya.

Meski demikian, industri aplikasi menghadapi kebutuhan talenta digital yang terus meningkat di tengah kecepatan perubahan teknologi. Tantangan ini membuat kolaborasi antara tenaga ahli digital, pelaku usaha, investor, dan pemerintah menjadi semakin penting, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuka jalan bagi karya pengembang Indonesia untuk berhubungan dengan mitra dari negara sahabat, memperoleh akses investasi internasional, dan menjangkau pasar global. Indonesia dipandang perlu memperkuat kapasitasnya agar tidak hanya berperan sebagai pasar bagi aplikasi dan teknologi, melainkan juga sebagai pencipta produk digital yang kompetitif.

“Kita ingin mempertemukan agar hasil karya anak bangsa bisa berkolaborasi dengan teman-teman dari negara-negara sahabat, investor-investor internasional, dan juga bisa masuk ke pasar global,” kata Teuku Riefky.

Frequently Asked Questions

What is Menteri Ekraf?

Menteri Ekraf is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menteri Ekraf matter?

Menteri Ekraf matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

John Jackson - indocrowdfunding.com

John Jackson - indocrowdfunding.com

John Jackson adalah konsultan nonprofit dan advisor untuk berbagai organisasi sosial di Asia Tenggara. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, ia berfokus pada pengembangan strategi organisasi, penggalangan dana, dan kolaborasi lintas sektor. Tulisan John membantu pembaca memahami ekosistem crowdfunding dan peluang kolaborasi.