Main Agenda: Sutradara Baim Wong pilih binaragawan Ade Rai untuk main di filmnya

Sutradara Baim Wong pilih binaragawan Ade Rai untuk main di filmnya

Pemilihan Aktor Khusus untuk Peran Unik

Main Agenda – Jakarta, 13 Mei 2026 — Sutradara Baim Wong mengungkap alasan di balik keputusan uniknya memboyong binaragawan Ade Rai sebagai pemeran pendukung dalam film “Semua Akan Baik-Baik Saja.” Film ini, yang tayang perdana di bioskop Indonesia pada tanggal 13 Mei 2026, menjadi momen penting dalam karier Ade Rai. Baim Wong mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena dua faktor utama: pertama, Ade Rai belum pernah terlibat dalam produksi film sebelumnya, dan kedua, ada karakter yang sangat menarik di kepala sutradara tersebut.

“Saya menawarkan, karena satu, dia belum pernah main film, dan kedua, ada satu karakter unik di kepala saya yang ingin saya jadikan dia sebagai pemerannya,” ujar Baim Wong dalam acara gala perdana film tersebut di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu.

Baim Wong juga menceritakan bagaimana proses memilih Ade Rai tidak langsung berjalan mulus. Awalnya, ia mengalami kesulitan meyakinkan aktor itu untuk terjun ke dunia seni peran. Ade Rai menolak tawaran awalnya karena merasa ragu dengan kemampuan aktingnya. Ia takut tidak mampu memenuhi harapan sutradara dan tim produksi.

Tapi, perubahan pikiran Ade Rai terjadi setelah sebuah pertemuan tak terduga tiga bulan kemudian. Kala itu, mereka bertemu secara kebetulan di sebuah mal di Senayan, Jakarta Pusat. Pertemuan itu menjadi titik balik yang membuat Ade Rai tertarik untuk ikut serta. Menurut Baim, pertemuan tersebut membantu menumbuhkan kepercayaan dalam diri Ade Rai terhadap kemampuan aktingnya.

“Buat saya, itu kemurnian dia dan tidak… dia enggak mau cerita ke orang-orang. ‘Biarkan ini saya melakukan buat Baim karena kamu teman saya’,” kata Baim Wong.

Baim juga menjelaskan bahwa genre film “Semua Akan Baik-Baik Saja” berbeda dengan genre aksi yang mungkin membuat Ade Rai enggan. Film ini memiliki tema drama yang berfokus pada cerita kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai kebaikan. Ade Rai merasa lebih nyaman dengan konsep tersebut, karena ia ingin menunjukkan sisi lain dari dirinya yang tidak hanya terkait dengan kebugaran fisik.

Dalam film ini, Ade Rai berperan sebagai Kaka Rai, seorang tetangga yang tinggal di rumah susun bersama Langit, diperankan oleh Reza Rahadian. Karakter ini disebut memiliki sifat unik dan kuat, yang sesuai dengan keunikan Ade Rai sebagai binaragawan. Baim Wong berharap kehadiran Ade Rai bisa memberikan inspirasi bagi penonton untuk lebih menghargai kebaikan yang ia tunjukkan dalam film.

Menurut Baim, Ade Rai memang tidak hanya menawarkan wajah yang berotot, tetapi juga kemampuan akting yang bisa memperkaya cerita. “Mas Ade membuat saya merinding. Mas Ade bilang enggak mau saya minta nomor rekeningnya. Dia bilang, ‘Saya melakukan ini buat Baim. Jangan disalahartikan’. Buat saya, itu kemurnian dia,” ujarnya.

Perjalanan Ade Rai dari Binaragawan ke Aktor

Sebagai seorang binaragawan yang telah berusia 56 tahun, Ade Rai memiliki reputasi sebagai figur yang kuat dan percaya diri. Tapi, ia mengakui bahwa memilih akting sebagai bagian dari hidupnya adalah langkah yang tidak mudah. “Dulu, saya berpikir akting hanya untuk yang punya bakat sejak lahir,” katanya dalam wawancara khusus sebelum film tayang.

Baim Wong menjelaskan bahwa Ade Rai memang awalnya enggan. Ia menganggap akting adalah dunia yang berbeda dari keseharian sebagai binaragawan. Tapi, setelah diberi informasi bahwa film ini termasuk genre drama, Ade Rai merasa lebih tertarik. “Karena film aksi mungkin saya akan menolak, tapi drama berbeda. Ini bisa memberi kesempatan saya untuk berakting dengan cara yang lebih mendalam,” ujar Ade Rai.

Kisah kehidupan Kaka Rai dalam film ini dirancang untuk menunjukkan kejujuran dan kebaikan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Ade Rai berharap perannya bisa dianggap sebagai bentuk kontribusi dalam dunia seni. “Saya tidak ingin hanya menjadi pemeran yang menarik perhatian karena wajahnya. Saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa memberikan kualitas akting yang baik,” katanya.

Harapan Baim Wong untuk Film dan Masa Depan

Baim Wong menyebut film “Semua Akan Baik-Baik Saja” sebagai film yang memiliki makna khusus. Ia berharap film ini bisa menginspirasi banyak orang, terutama dalam hal nilai-nilai kebaikan yang dipertahankan oleh Ade Rai. “Nilai-nilai kebaikan yang saya pelajari dari Mas Ade bisa menjadi pembelajaran bagi banyak orang,” ujar Baim.

Baim juga menyampaikan bahwa ia ingin fokus pada kegiatan edukasi setelah film ini selesai. Ia ingin menyebarluaskan pesan tentang pentingnya kesehatan dan kebugaran. “Semua Akan Baik-Baik Saja” menjadi film pertama sekaligus mungkin film terakhir Ade Rai di Indonesia, karena setelah itu, ia akan mengalihkan perhatian ke bidang edukasi masyarakat.

Bagi Ade Rai, film ini adalah pengalaman baru yang memberinya pelajaran tentang arti kerja keras dan komitmen. Ia menyadari bahwa akting membutuhkan kesabaran dan dedikasi. “Saya memang tidak berharap menjadi bintang utama, tapi saya ingin menunjukkan bahwa seorang binaragawan bisa menjadi bagian dari dunia seni,” ujarnya.

Kehadiran Ade Rai dalam film ini juga diharapkan bisa menarik perhatian penonton yang suka genre drama. Ia menegaskan bahwa film ini akan memperlihatkan kehidupan sederhana namun bermakna, yang mungkin jarang ditemukan dalam produksi perfilman. “Saya ingin menunjukkan bahwa kebaikan bisa muncul dari tempat yang tidak terduga, seperti rumah susun atau lingkungan sekitar,” kata Ade Rai.

Sebagai penutup, Baim Wong menegaskan rasa terima kasihnya kepada Ade Rai. “Terima kasih Mas Ade Rai, karena telah mempercayai saya dan ikut serta dalam proyek ini. Saya yakin film ini akan menjadi kenangan yang berkesan bagi semua orang,” ujarnya. Dengan demikian, film “Semua Akan Baik-Baik Saja” tidak hanya menjadi kisah kehidupan tetangga, tetapi juga cerminan dari kerja sama antara sosok yang berbeda, yaitu sutradara dan binaragawan.