Key Discussion: Omar Daniel tertarik perankan “sandwich generation” dalam film
Omar Daniel tertarik perankan “sandwich generation” dalam film
Pemilihan Peran yang Menggambarkan Kehidupan Sehari-hari
Key Discussion –
Jakarta – Aktor Omar Daniel menyampaikan antusiasme terhadap peluang memerankan karakter “sandwich generation” dalam film “Keluarga Suami Adalah Hama.” Ia menjelaskan bahwa penasaran untuk menghadirkan sosok yang menghadapi tekanan ganda dalam kehidupan keluarga menjadi alasan utama menerima tawaran tersebut. “Aku merasa film ini bisa menjangkau berbagai kalangan penonton karena justru membicarakan isu yang relevan dengan kehidupan sehari-hari,” katanya dalam wawancara bersama media di Antara Heritage Center (AHC) pada Rabu.
Menurut Omar, karakter yang ia perankan memiliki peran penting dalam mengelola kebutuhan anggota keluarga. Ia menyebutkan bahwa ini adalah pertama kalinya ia memainkan tokoh yang terjebak dalam tanggung jawab sehari-hari. “Bayangkan keadaan seorang suami yang harus menanggung beban ekonomi, merawat orang tua, dan juga menjaga hubungan dengan menantu. Ini adalah bentuk pekerjaan yang sangat kompleks, dan aku ingin menyampaikan realitas tersebut melalui layar,” tutur aktor yang kini menghadapi momen baru dalam karier perannya.
Momen Film yang Memberikan Pengalaman Khusus
Sebagai bagian dari film, Omar Daniel memainkan peran Damar, seorang suami yang dituntut menghadapi tantangan memenuhi kebutuhan keluarga. Menurutnya, ini adalah wujud kehidupan yang lebih dewasa dibandingkan karakter-karakter sebelumnya yang ia bawa. “Damar itu seperti sosok yang sudah melalui masa pernikahan dan harus beradaptasi dengan tekanan ekonomi yang sedang terpuruk. Aku merasa peran ini bisa menggambarkan keadaan banyak orang,” jelasnya.
Di sisi lain, Omar juga menyebutkan bahwa alasan utamanya tertarik memerankan karakter tersebut adalah karena jalan cerita yang menarik dan dekat dengan kehidupan nyata. “Judul film yang frontal bisa membuat penonton terkejut, tapi setelah membaca ceritanya, justru menyenangkan. Konflik yang dihadirkan sangat realistis dan bisa memicu empati dari penonton,” ujarnya.
Momen Adaptasi dalam Keluarga yang Tersiksa
Menurut sutradara film tersebut, Anggy Umbara, “Keluarga Suami Adalah Hama” menggambarkan kisah Intan, seorang menantu yang terpaksa tinggal bersama keluarga suami. Intan harus beradaptasi dengan kondisi ekonomi yang sedang memburuk. Namun, tuntutan dari Damar yang ia perankan mulai memicu ketegangan dalam hubungan pasangan. “Aku ingin menampilkan bagaimana kehidupan rumah tangga bisa terganggu oleh tekanan ekonomi dan tanggung jawab keluarga,” tambah Anggy.
Dalam skenario yang digarap Anggy, Intan perlahan merasa tidak diakui sebagai bagian dari keluarga. Kehadirannya semakin terasa seperti pengganggu, sementara Damar terus-menerus menghadapi tekanan untuk memenuhi kebutuhan semua pihak. “Kisah ini menggambarkan betapa rumitnya mengelola kehidupan bersama, terutama saat segala sesuatu terasa tidak seimbang,” imbuh Anggy.
Kelompok Pemain yang Menghadirkan Dimensi Lebih
Di samping Omar Daniel dan Raihaanun, film ini juga melibatkan beberapa aktor lain seperti Meriam Bellina, Sitha Marino, Jeremie Moeremans, serta Fairuz A Rafiq. Mereka berperan dalam menghadirkan dinamika keluarga yang beragam. Meriam Bellina, misalnya, berperan sebagai tokoh yang menghadapi tekanan dari pihak suami.
Sitha Marino, yang memainkan peran menantu lain, menyampaikan bahwa film ini menjadi momen penting untuk memperlihatkan kompleksitas peran perempuan dalam kehidupan keluarga. “Kita sering melihat peran ibu atau menantu, tapi film ini menggambarkan bagaimana kehidupan bisa berubah secara drastis ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai harapan,” katanya.
Jeremie Moeremans, yang memainkan peran ayah dari Damar, menyebutkan bahwa karakter-karakter dalam film ini sangat hidup karena menceritakan perasaan yang nyata. “Selain cerita yang menarik, aku juga tertarik dengan peran-peran yang menggambarkan konflik internal dan eksternal,” ujarnya.
Sebaliknya, Fairuz A Rafiq menekankan bahwa film ini menggabungkan humor dan kesedihan, membuatnya menarik untuk ditonton. “Konflik dalam film ini tidak terlalu dramatis, tapi justru lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal itu membuat penonton bisa merasa terhubung dengan karakter,” katanya.
Rencana Tayang dan Harapan untuk Menyentuh Penonton
Film “Keluarga Suami Adalah Hama” dijadwalkan tayang mulai 21 Mei 2026 di bioskop Indonesia. Omar Daniel berharap film ini bisa memberikan pengalaman menonton yang berbeda. “Aku ingin penonton merasakan empati terhadap karakter, terutama yang sudah menikah dan menghadapi tekanan dari berbagai pihak,” katanya.
Menurut Omar, film ini bisa menjadi cermin bagi banyak orang yang menghadapi keadaan serupa. “Karena kehidupan keluarga memang sangat bervariasi, dan film ini menceritakan satu dari banyaknya masalah yang bisa terjadi,” tambahnya.
Anggy Umbara menyampaikan bahwa film ini dianggap sebagai karya yang menggambarkan kehidupan modern yang sering kali terabaikan. “Keluarga tidak lagi menjadi sesuatu yang sederhana. Mereka terlibat dalam konflik yang kompleks, dan film ini berusaha memperlihatkan hal itu secara jujur,” katanya.
Sebagai bagian dari proyek ini, Omar Daniel juga berharap bisa menunjukkan kemampuannya dalam menangani karakter yang berbeda dari yang sebelumnya ia perankan. “Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa berakting dengan penuh emosi dan detail,” pungkasnya.
Sebagian besar penonton yang sudah menikah akan merasakan resonansi terhadap kisah dalam film ini. “Karena mereka mungkin sudah mengalami hal-hal yang sama, film ini bisa menjadi bahan refleksi dan hiburan sekaligus,” katanya.
Kisah “sandwich generation” dalam film ini menawarkan cerita yang tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga mendorong penonton untuk memahami tantangan kehidupan yang terkadang tidak terduga. Dengan kombinasi humor, kesedihan, dan konflik yang realistis, “Keluarga Suami Adalah Hama” diharapkan bisa menarik perhatian penonton dari berbagai usia.
